Menu

Mode Gelap

News

Bripda Muhammad Rio Rilis Video dari Medan Perang di Ukraina: Saya Pasukan Penyusup dan Membunuh!

badge-check


					Mantan anggota Brimob 41 Aceh, Bripda Muhammad Rio memberikan laporan terkino, 21 Januari 2026, saat berada di garus depan wilayah Urakian yang baru saja ia rebut bersama pasukan Wagner Gorup untuk Rusia. Foto: Instagram@rakyatacehnews Perbesar

Mantan anggota Brimob 41 Aceh, Bripda Muhammad Rio memberikan laporan terkino, 21 Januari 2026, saat berada di garus depan wilayah Urakian yang baru saja ia rebut bersama pasukan Wagner Gorup untuk Rusia. Foto: Instagram@rakyatacehnews

Penulis: Sri Muryanto   |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, UKRAINA- Bripda Muhammad Rio, mantan anggota Brimob Polda Aceh, melakukan live streaming melalui media sosial saat berada di wilayah Ukraina, dimana rekaman video ini mulai beradar di Indonesia, Rabu, 21 Januari 2026.

Ia mengaku kahet saat membukan whatapps miliknya, karena diepnuh pesan dan telepon masuk “Saya sudah tidak lagi aktif sebagai anggota Brimob,” sambil mengaku terkejut atas perhatian publik setelah membuka ponselnya.Saya sudah tidak lagi aktif sebagai anggota Brimob.”

Tampak ia mengenakan tahan dingin, serta baju putih untuk menyusup di lokasi bersalju. Tampak pemandangan di kana-kirinya, hujan dengan suasana berkabut tebal.

Sesekali tere=dengar suara letusan senajata, yang menurut dia adalah sudah bisa mendengar setuman peluru atau roket.

Saat itu Rio tengah melakukan semacam live lewat video, dari tempat dia sedang bertugas. Ia mengaku direkkrut oleh  satuan Wagner Group, sebagai tentara bayaran untuk militer Rusia dalam perang melawan Ukraina.

Tugasnya adalah sebagai intelijen dan membunuh di garis depan wilayah Ukraina. Bahkan dia menyatakan dirinya saat ini berada di wilayah Ukraina yang sudah direbut bersama pasukan Wagner Gorup, salah satu pasukan terbaik di dunia.

Tercata i berita terkini per 21 Januari 2026, karena konten utamanya berupa visual seragam Rusia dan klarifikasi singkat tersebut. Video tersebut menjadi pemicu pemecatannya setelah disebarkan via WhatsApp ke rekan dinas.

Bripda Muhammad Rio, mantan personel Brimob Polda Aceh, telah resmi dipecat dari Polri setelah terbukti melakukan desersi dan bergabung dengan tentara bayaran Rusia di wilayah konflik Donbass, Ukraina.

Dari lokasi perang, dia berjanji akan membuat group telegram untuk selalu mengirimkan l;aporan tugas dan keadaan selama dia berada di garis depan untuk Rusia melawan Ukraina.

Terungkap

Keberadaannya terungkap pada 7  Januari 2026 melalui pesan WhatsApp yang berisi foto dan video dirinya berseragam militer Rusia, yang dikirim ke rekan-rekannya di Polda Aceh.

Status kewarganegaraannya sebagai WNI terancam dicabut secara otomatis karena bergabung dengan militer asing tanpa izin presiden, sebagaimana diungkapkan Menteri Hukum Supratman Andi Agtas.

Rio mulai bolos dinas sejak 8 Desember 2025, setelah sebelumnya menjalani sanksi etik akibat perselingkuhan pada Mei 2025. Polda Aceh sempat menerbitkan DPO pada 7 Januari 2026 sebelum mendapatkan bukti perginya ke Rusia  transit via Tiongkok, termasuk data paspor dan manifes penerbangan.

Sidang etik profesi digelar secara in absentia pada 8 Januari 2026, yang mengakhiri statusnya sebagai polisi.

Rio dilaporkan berada di garis depan konflik Rusia-Ukraina di Donbass, dengan bukti visual yang beredar luas di media sosial.

Belum ada kabar terbaru per 21 Januari 2026 mengenai aktivitasnya di sana, tetapi kasus ini terus dipantau pemerintah terkait implikasi hukum.

Bripda Muhammad Rio adalah mantan anggota Satuan Brimob Polda Aceh dengan pangkat terakhir Brigadir Polisi Dua, pangkat awal bintara tingkat rendah di Polri yang ditandai satu balok panah perak.

Ia bertugas di unit operasi khusus Brimob yang menangani ancaman keamanan tinggi sebelum dipindah ke Yanma Brimob (Pelayanan Markas) untuk tugas administratif setelah sanksi etik.

Ia terlibat kasus pelanggaran kode etik pada Mei 2025 karena perselingkuhan, menikah siri, serta dugaan KDRT, yang berujung sidang KKEP dengan putusan mutasi demosi dua tahun (Nomor: PUT KKEP/12/V/2025/KKEPP).

Setelah itu, Rio bolos dinas sejak 8 Desember 2025, melakukan desersi, dan bergabung sebagai tentara bayaran Rusia di Donbass, Ukraina. **

**

En lien
Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Era Baru Hukum Pidana: Tidak Harus Berakhir di Penjara

26 Januari 2026 - 22:46 WIB

Ada di Lokasi Sebelum Lula Lahfah Meninggal, Polisi Periksa Reza Arap sebagai Saksi

26 Januari 2026 - 21:48 WIB

Kejaksaan Ringkus Buron 4 Tahun dari Jombang, Hariyono Jualan Pecel di Karawang

26 Januari 2026 - 20:22 WIB

Polres Jombang Ringkus 17 Residivis Curanmor, Sita 34 Barang Bukti Motor

26 Januari 2026 - 20:04 WIB

Kasus Hukum Hogi Minaya, Kajari Sleman Tempuh Jalur Restorativie Justice Sepakat Damai

26 Januari 2026 - 19:45 WIB

Tolak Polri di Bawah Kementrian, Jenderal Listyo Sigit: Lebih Baik Saya Jadi Petani Saja!

26 Januari 2026 - 18:52 WIB

Kabur Lompat Pagar 4 M, Tim Rutan Nganjuk Tangkap Kembali Napi Hairul Sembunyi di Tumpukan Jerami

26 Januari 2026 - 18:18 WIB

Polisi Meringkus ASN Pemkab Gresik Pelaku Pelempar Bus Trans Jatim, karena Emosi Hampir Terserempet

26 Januari 2026 - 17:40 WIB

Immanuel Ebenezer: Pak Purbaya Akan Di-Noel-kan, Hati-Hati

26 Januari 2026 - 16:15 WIB

Trending di News