Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Internasional

Diancam Trump Denmark Kirim Tentara ke Greenlad

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Denmark meningkatkan kehadiran militernya di Greenland sebagai tanggapan atas ancaman Trump untuk memberlakukan tarif jika permintaannya untuk membeli pulau itu ditolak.

Pada 19 Januari, Denmark memperkuat kehadiran pasukannya di Greenland dengan ratusan tentara dan meminta NATO untuk melakukan pengintaian di pulau tersebut. Sebagai tanggapan, negara-negara anggota NATO Eropa menyatakan dukungan mereka untuk Kopenhagen, sementara Denmark dengan tegas menolak proposal Presiden Trump.

Mayor Jenderal Soren Andersen, Komandan Komando Arktik Gabungan, mengkonfirmasi kepada media lokal bahwa Denmark telah mengerahkan setidaknya 200 tentara ke Greenland, dengan 100 ditempatkan di ibu kota Nuuk dan 100 di Kangerlussuaq. Foto: Reuters.

Latihan militer Eropa di Greenland berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan dengan AS karena Presiden Donald Trump bersikeras untuk melanjutkan rencananya mencaplok Greenland dengan segala cara.

Sebelumnya, Presiden Trump menyatakan bahwa jika Eropa tidak mengizinkannya untuk “membeli sepenuhnya” Greenland, ia akan mengenakan tarif pada delapan negara Eropa: Denmark, Swedia, Prancis , Jerman , Belanda, Finlandia, bersama dengan Inggris Raya dan Norwegia. Tarif tersebut akan dimulai dari 10% pada tanggal 1 Februari dan kemudian meningkat menjadi 25% pada tanggal 1 Juni.

Banyak negara penting Eropa mengutuk deklarasi ini sebagai tindakan “pemerasan.” Para pemimpin Eropa menegaskan bahwa mereka tidak akan tunduk pada intimidasi ini. Delapan negara mengeluarkan pernyataan yang menegaskan bahwa masa depan Greenland harus diputuskan oleh rakyat setempat sendiri, berdasarkan penghormatan terhadap kedaulatan nasional dan hukum internasional.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Chee Kit Chong WN Australia Dinyatakan Bersalah Memperbudak Lansia Indonesia

28 Mei 2026 - 21:45 WIB

Partai Kecoak Merayap ke Politik India

22 Mei 2026 - 18:17 WIB

Komputer Tak Laku, Terancam Tak Ada Orang Mau Beli Laptop

10 Mei 2026 - 19:12 WIB

Naskah Alkitab Perjanjian Baru 42 Halaman yang Hilang Ditemukan

3 Mei 2026 - 19:02 WIB

Pakar Estetik Bedah Plastik, Dr Sophia Heng: Penyempurnaan, Bukan Perubahan Total

26 April 2026 - 10:40 WIB

KPJ Sabah Specialist Hospital, Pusat Perawatan Kesehatan yang Makin Mendunia Pilihan Pasien Indonesia

22 April 2026 - 11:39 WIB

Kabar Baik 2 Kapal Pertamina Bersiap Melintas Selat Hormuz

19 April 2026 - 19:52 WIB

Ke Sabah, Merawat Kesehatan Sekaligus Berwisata

19 April 2026 - 16:43 WIB

Kutu Pembunuh Menyerang Korea Selatan, 422 Orang Meninggal

15 April 2026 - 19:06 WIB

Trending di Internasional