Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya
KREDONEWS.COM, JAKARTA-Denmark meningkatkan kehadiran militernya di Greenland sebagai tanggapan atas ancaman Trump untuk memberlakukan tarif jika permintaannya untuk membeli pulau itu ditolak.
Pada 19 Januari, Denmark memperkuat kehadiran pasukannya di Greenland dengan ratusan tentara dan meminta NATO untuk melakukan pengintaian di pulau tersebut. Sebagai tanggapan, negara-negara anggota NATO Eropa menyatakan dukungan mereka untuk Kopenhagen, sementara Denmark dengan tegas menolak proposal Presiden Trump.
Mayor Jenderal Soren Andersen, Komandan Komando Arktik Gabungan, mengkonfirmasi kepada media lokal bahwa Denmark telah mengerahkan setidaknya 200 tentara ke Greenland, dengan 100 ditempatkan di ibu kota Nuuk dan 100 di Kangerlussuaq. Foto: Reuters.
Latihan militer Eropa di Greenland berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan dengan AS karena Presiden Donald Trump bersikeras untuk melanjutkan rencananya mencaplok Greenland dengan segala cara.
Sebelumnya, Presiden Trump menyatakan bahwa jika Eropa tidak mengizinkannya untuk “membeli sepenuhnya” Greenland, ia akan mengenakan tarif pada delapan negara Eropa: Denmark, Swedia, Prancis , Jerman , Belanda, Finlandia, bersama dengan Inggris Raya dan Norwegia. Tarif tersebut akan dimulai dari 10% pada tanggal 1 Februari dan kemudian meningkat menjadi 25% pada tanggal 1 Juni.
Banyak negara penting Eropa mengutuk deklarasi ini sebagai tindakan “pemerasan.” Para pemimpin Eropa menegaskan bahwa mereka tidak akan tunduk pada intimidasi ini. Delapan negara mengeluarkan pernyataan yang menegaskan bahwa masa depan Greenland harus diputuskan oleh rakyat setempat sendiri, berdasarkan penghormatan terhadap kedaulatan nasional dan hukum internasional.***











