Menu

Mode Gelap

Nasional

Romo Bayu Ungkap Sejarah Asli Santa Claus dan Peran Minuman Cola

badge-check


					Romo Bayu Ungkap Sejarah Asli Santa Claus dan Peran Minuman Cola Perbesar

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, SURABAYA– Romo Bayu mengulas sejarah Santa Claus dalam sebuah video di kanal YouTube Katkit Brevis yang tayang pada 21 Desember 2025. Ia menilai, gambaran Santa Claus yang selama ini dikenal masyarakat luas tidak sepenuhnya sesuai dengan fakta sejarah.

“Santa Claus yang dikenal sekarang yang hoho itu loh ya. Nah, ini sekarang saya mau buka rahasianya nih. Ini ada rahasia penting yang orang banyak enggak tahu,” ujar Romo Bayu dalam tayangan tersebut.

Menurutnya, citra Santa Claus bertubuh gemuk dengan pakaian merah lebih banyak dipengaruhi oleh kepentingan industri minuman. “Itu iklannya Coca-Cola. itu Santa Claus-nya Coca-Cola. Itulah kenapa warnanya merah. Warna produknya Coca-Cola warnanya apa? Merah,” tegasnya.

Romo Bayu menjelaskan, sosok Santa Claus sejatinya berakar dari tokoh Santo Nicholas, seorang uskup pada abad keempat yang dikenal karena kedermawanannya.

“Santa Claus yang asli bukan begitu. Santa Claus yang asli itu bukan yang jenggot panjang merah. Ho ho ho. Bukan begitu. Santa Claus yang asli berpakaian uskup, bajunya hijau, biasanya pakaian hijau,” jelasnya.

Ia juga memaparkan proses perubahan nama dari tokoh sejarah tersebut hingga menjadi sebutan Santa Claus yang dikenal saat ini.

“Aslinya bernama Nikolas. Santo Nicholas, San Nicholas, Sanlas, San Class, sinterclass, Santa Claus itu perubahan nama. Itu artinya namanya fonetic koresponden biasa begitu. Jadi Santa Claus yang asli seorang bernama Santo Nicholas dari kota Mira,” katanya.

Menurut Romo Bayu, perubahan visual Santo Nicholas menjadi figur komersial berbaju merah tidak lepas dari strategi pemasaran.

“Suatu kali tahun mungkin 60-an, 70-an persisnya saya lupa, ide mengenai Santo Nicholas atau Sinterclass atau Santa Claus ini dibajak oleh Coca-Cola,” paparnya.

Ia menuturkan, langkah tersebut dilakukan untuk mengatasi penurunan penjualan minuman dingin pada musim dingin. “Kenapa Coca-Cola begitu? Karena Desember musim dingin. Coca-Cola kalau dinikmati dingin sulit. Jadi penjualan Desember merosot tajam dengan iklan komersialisasi begitu meningkat tajam,” ujarnya.

Romo Bayu menilai, komersialisasi tersebut kemudian berkembang menjadi budaya populer global yang menutupi sejarah asli tokoh Santa Claus.

“Sayangnya orang Katolik mempopulerkan barang palsu ini ketimbang mempopulerkan barang aslinya,” ucapnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa penjelasan tersebut bukan untuk melarang penggunaan simbol atau perayaan Santa Claus. “Apakah berarti Rama Bayu melarang hoho itu tampil? Tidak. Hanya mari berpikir ada sesuatu yang dibelokkan dari kebenaran-kebenaran aslinya,” pungkasnya.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Purbaya Usul WFH Tiap Jumat, ASN dan Swasta Sama-sama Enak

26 Maret 2026 - 20:23 WIB

Rekor Arus Balik Mudik 2026, Polri Ubah One Way Nasional Jadi Sepenggal

26 Maret 2026 - 20:10 WIB

BGN Usulkan Efisiensi MBG, Hemat Rp40 Triliun

25 Maret 2026 - 18:53 WIB

Klaim Pemerintah 20% Hemat BBM Dinilai Berlebihan

25 Maret 2026 - 18:43 WIB

WFH Satu Hari Sepekan Bisa Tekan Pendapatan Pengemudi Ojol Hingga 20%

24 Maret 2026 - 20:37 WIB

Ini Jadwal Operasional Bank Pasca-Lebaran

23 Maret 2026 - 20:14 WIB

Harga Pangan Kompak Naik Usai Lebaran, Harga Cabai Rp131 Ribu

23 Maret 2026 - 19:53 WIB

Jasa Marga Siapkan Diskon Tarif Tol untuk Kendalikan Arus Balik

23 Maret 2026 - 15:32 WIB

58 Bus Mudik Gratis Jatim Antar Perantau Pulang Kampung

18 Maret 2026 - 21:22 WIB

Trending di Nasional