Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Olahraga

Martina Ayu Pratiwi, Kebanggaan Gresik dengan Koleksi Medali Terbanyak

badge-check


					Martina Ayu Pratiwi Perbesar

Martina Ayu Pratiwi

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Bangkok menjadi saksi lahirnya bintang baru olahraga ketahanan. Martina Ayu Pratiwi, atlet asal Gresik, Jawa Timur, menjelma sebagai wajah dominan kontingen Indonesia di SEA Games 2025. Dengan torehan lima emas dan dua perak, ia bukan hanya mencatatkan namanya sebagai atlet dengan koleksi medali terbanyak, tetapi juga mengukuhkan diri sebagai ikon baru cabang olahraga endurance.

Selama 11 hari pesta olahraga Asia Tenggara, Martina Ayu tampil di tiga cabang: aquathlon, duathlon, dan triathlon.

– Aquathlon: Dua emas dari nomor team 3 women relay dan team mixed relay.

– Duathlon: Dua emas lagi dari nomor team 3 women relay dan team mixed relay.

– Triathlon: Satu emas di nomor individual putri, plus dua perak dari nomor beregu.

Total tujuh medali membuatnya menjadi magnet perhatian publik dan media. Bonus besar dari pemerintah pun menanti, terutama dari emas individual yang bernilai Rp1 miliar.

Martina bukan wajah baru di podium. Pada PON 2024 Aceh–Sumut, ia sudah mempersembahkan dua emas untuk Jawa Timur. Di level Asia, Februari 2025, ia menjuarai Asia Triathlon Cup Chennai dan meraih podium ketiga di Gamagori, Jepang. Konsistensi ini membuktikan bahwa prestasinya bukan kebetulan, melainkan hasil kerja keras dan disiplin panjang.

Indonesia sebelumnya kesulitan meraih emas di cabang endurance putri. SEA Games 2023 bahkan berakhir tanpa satu pun emas. Kini, Martina Ayu hadir sebagai pembeda. Ia menjadi simbol kebangkitan sekaligus inspirasi bagi generasi muda yang ingin menekuni olahraga berbasis daya tahan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua yang telah mendukung saya, serta kepada Tuhan yang memberikan semua pencapaian ini,” ucapnya dengan mata berbinar.

Martina Ayu Pratiwi bukan sekadar atlet dengan medali terbanyak. Ia adalah cerita tentang kerja keras, dedikasi, dan mimpi yang diwujudkan di lintasan panjang penuh peluh.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Mengapa Bola Piala Dunia 2026 Sulit Dibaca Kiper? Ini Penjelasan Ilmiahnya

7 Juli 2026 - 19:43 WIB

Meksiko Siapkan 7 Juta Kondom untuk Wisatawan Selama Piala Dunia 2026

11 Juni 2026 - 20:36 WIB

Ronaldo Nazario Kembali ke Indonesia, Kenang Momen di Usia Remaja

19 April 2026 - 20:13 WIB

Piala Dunia akan Disiarkan Gratis di YouTube

23 Maret 2026 - 15:53 WIB

Bintang Brasil Pernah Kecanduan Judi dan Seks

14 Maret 2026 - 21:05 WIB

Death Star Senjata Baru China: Mampu Lumpuhkan Seluruh Satelit Elon Musk

22 Februari 2026 - 13:56 WIB

Dikendali Perempuan dari Jakarta, Polda Bali Ringkus 2 Kurir Bawa Narkoba 6 KG Lewat Gilimanuk

8 Februari 2026 - 19:21 WIB

Ketua Dewan dan Bupati Jombang Sahkan Perda Desa/Kelurahan Sadar Hukum

6 Februari 2026 - 09:23 WIB

Konflik Antar Nelayan di Kisik dan Ngeplakrejo Pasuruan, Sedikitnya Tiga Perahu Dibakar

4 Februari 2026 - 21:38 WIB

Trending di Nasional