Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Akuisisi Saham Sampoerna Agro Rp 9,44 Triliun, POSCO Korsel Miliki Lahan Sawit 150.000 Ha di Indonesia

badge-check


					POSCO Group Korea Selatan, telah mengakuisisi 65,72% saham PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) dari Grup Sampoerna melalui entitas Twinwood Family Holdings Ltd senilai Rp9,44 triliun untuk 1,19 miliar lembar saham.​ Maka perusahaan Korsel itu berhasil mewmliki lahan sawit 150.000 ha, atau dua kali luas ibu kota Korsel. Foto: Instagram@poscointl Perbesar

POSCO Group Korea Selatan, telah mengakuisisi 65,72% saham PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) dari Grup Sampoerna melalui entitas Twinwood Family Holdings Ltd senilai Rp9,44 triliun untuk 1,19 miliar lembar saham.​ Maka perusahaan Korsel itu berhasil mewmliki lahan sawit 150.000 ha, atau dua kali luas ibu kota Korsel. Foto: Instagram@poscointl

Penulis: Tanasyafira Libas Tirani   |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA- POSCO International Corporation –bagian dari POSCO Group Korea Selatan — telah mengakuisisi 65,72% saham PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) dari Grup Sampoerna melalui entitas Twinwood Family Holdings Ltd senilai Rp9,44 triliun untuk 1,19 miliar lembar saham.​

Transaksi ini dilakukan melalui anak usaha POSCO, AGPA Pte. Ltd., pada 19 November 2025, menjadikan POSCO pemegang saham mayoritas SGRO yang beroperasi di perkebunan sawit Sumatra dan Kalimantan. Akuisisi menambah 128.000 hektare lahan sawit ke portofolio POSCO di Indonesia, sehingga total mencapai 150.000 hektare—lebih dari dua kali luas Kota Seoul.​

Perkebunan SGRO tersebar di seluruh pulau Sumatra (termasuk Riau) dan Kalimantan, dengan operasi utama melalui anak usaha seperti PT Nusantara Sarana Alam di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.​

POSCO mengembangkan lahan di Provinsi Papua Selatan sejak 2011 melalui PT Bio Inti Agrindo, dengan tiga pabrik pengolahan minyak sawit berkapasitas 210.000 ton per tahun. Fasilitas pendukung termasuk pabrik rafinasi di Balikpapan, Kalimantan Timur (500.000 ton/tahun) dan Dumai, Riau.​

Protes Karyawan
Kelompok karyawan dari PT Nusantara Sarana Alam (anak usaha SGRO) menggelar aksi pada 28 November 2025, menekan agar hak pesangon dibayar sebelum pengalihan saham ke POSCO, merujuk PP 35/2021, serta meminta masa kerja diakui oleh manajemen baru tanpa PHK massal; mereka ancam mogok jika tak dipenuhi.

Serikat buruh KAMIPARHO-KSBSI hadir, menuntut kesepakatan tertulis termasuk perhitungan pesangon untuk PKWT dan PKWTT.​

Pemerintah Kabupaten Landak menegaskan bahwa pengalihan kepemilikan tak putus hubungan kerja per UU Ketenagakerjaan Pasal 61, sehingga POSCO wajib lanjutkan hak karyawan, BPJS, dan masa kerja tanpa pesangon kecuali ada PHK; mereka siapkan mediasi tripartit. Grup Sampoerna optimis POSCO jadi “rumah baik” bagi pegawai, sementara SGRO klaim akuisisi tak ganggu operasional.

Latar Belakang POSCO
POSCO International, didirikan 1967, fokus pada perdagangan, sumber daya, dan infrastruktur, dengan jejak panjang di Indonesia seperti joint venture PT Krakatau POSCO di Cilegon dan proyek sawit sejak 2011 di Papua Selatan. Langkah ini mendukung ekspansi biofuel global melalui rantai pasok minyak sawit.​

Grup Sampoerna menyatakan penjualan untuk prospek pertumbuhan bisnis SGRO di bawah kepemilikan baru, sementara POSCO memperkuat posisi di agribisnis Indonesia. Transaksi ini menandai ekspansi signifikan investor asing di sektor sawit domestik.

POSCO International berencana mengelola lahan sawit seluas 150.000 hektare di Indonesia melalui integrasi vertikal penuh (full value chain), mencakup penanaman, pengolahan CPO, hingga rafinasi produk akhir untuk mendukung ekspor biofuel dan kebutuhan minyak nabati Korea Selatan.​

Perusahaan mengoperasikan tiga pabrik pengolahan yang ada dan baru meresmikan pabrik rafinasi di Dumai, Riau, berkapasitas 500.000 ton per tahun bersama GS Caltex, dengan produksi komersial mulai akhir Desember 2025.

Lahan dari akuisisi Sampoerna Agro (128.000 ha di Sumatra-Kalimantan) ditambah 22.000 ha di Papua difokuskan pada produksi puncak untuk kontribusi laba langsung tahun depan, dengan margin operasional rata-rata 36%.​

POSCO menekankan kepatuhan regulasi Indonesia, termasuk tender offer sisa saham SGRO dan adopsi praktik ESG seperti sertifikasi RSPO untuk mengurangi risiko deforestasi serta memenuhi tuntutan investor global. Ekspansi ini mengurangi ketergantungan impor Korea terhadap minyak sawit, sambil memperkuat rantai pasok stabil.​ **

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Asap Karhutla, NEA Singapura Beri Surat Pencegahan kepada Tujuh Perusahaan Konsesi Hutan di RI

17 Oktober 2026 - 22:19 WIB

Nyekar Makam Gus Dur, Kapolri Suyudi: Utamakan Kerukunan dan Toleransi

17 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Dari Halaman Polres Jombang Kapolri Resmikan Desk Ketenagakerjaan: 7-8 Harus Selesai Secara Adil

17 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Dipanggil ke KPK, Nusron Wahid Malah Pergi Malaysia Ada Apa?

17 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Soto Ayam Golkar Rp10.000 Laris Manis, Agus Karim 8 Tahun Menggelar Jumat Legi Berkah Makan Gratis

17 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Praktek Goreng Saham, OJK Jatuhkan Sanksi Denda Rp2,1 Triliun kepada DSSA, BREN dan CUAN

17 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Wapres Kunjungi Pabrik Sepeda di Sidoarjo, Dorong Penyelarasan Pendidikan dan Kebutuhan Industri

16 Oktober 2026 - 19:57 WIB

Penutupan Jombang Fest, Bupati Warsubi Bagikan Penghargaan Juara dan Santunan untuk Yatim Piatu

16 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Bupati Warsubi dan Danrem 082 Tinjau Operasi 8 Gerai KDKMP di Mojoagung dan Mojowarno

16 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Trending di News