Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Aceh Tamiang Lumpuh Total, 120.000 Jiwa Terisolasi Jalan Rusak Jembatan Putus

badge-check


					Aceh Tamiang lumpuh total, jalan-jalan rusak, jembatan putusa, akibat banjir dan tanah longsor di wilayah pantai timur Provinsi Aceh itu, sejak 26 November 2025. Foto: Pemkab Aceh Tamiang Perbesar

Aceh Tamiang lumpuh total, jalan-jalan rusak, jembatan putusa, akibat banjir dan tanah longsor di wilayah pantai timur Provinsi Aceh itu, sejak 26 November 2025. Foto: Pemkab Aceh Tamiang

Penulis: Yusran Hakim   |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, ACEH TAMIANG- Kabupaten Aceh Tamiang, kawasan pantai timur Provinsi Aceh, mengalami  lumpuh total disebabkan oleh musibah banjir bandang yang terjadi akibat hujan deras yang mengguyur selama 3 hari berturut-turut, sehingga sungai Tamiang meluap dan merendam badan jalan utama dari Aceh Tamiang sampai kabupaten Langkat.

Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol (Purn) Drs. Armia Pahmi, MH, mengakui kondisi lumpuh total akibat banjir dan longsor sejak 26 November 2025, setelah meninjau langsung titik bencana dari Pusdalops BPBD.​

Pada 26 November 2025, Bupati Armia menetapkan status tanggap darurat bencana, menyatakan “Saya sudah meninjau langsung beberapa titik bencana barusan serta membaca semua laporan. Kita segera tetapkan status tanggap darurat,” dan menginstruksikan mobilisasi penuh personel BPBD, Damkar, serta aset alat berat untuk penanganan cepat

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tamiang, Imam Suheri, dilakukan oleh wartawan Sumatera24jam pada hari yang sama, meski sulit karena sinyal komunikasi terganggu, menegaskan laporan dari lapangan. Bupati Aceh Tamiang, Armia, juga dikutip IDN Times pada 29 November 2025 mengonfirmasi isolasi empat hari sejak 26 November akibat banjir dan longsor di 10 kecamatan.​

Hal ini menyebabkan putus totalnya arus transportasi darat Aceh-Medan dan juga memutus hubungan antar kecamatan di dalam Aceh Tamiang karena banjir dan banyaknya pohon tumbang.

Selain itu, longsor di beberapa titik seperti di Kecamatan Sekerak, Rantau, dan Kejuruan Muda juga memperparah kondisi lumpuhnya daerah tersebut.

Warga mulai mengungsi karena rumah mereka terendam banjir dengan kedalaman antara 60 cm hingga 1 meter.

Di samping itu, aliran listrik di Aceh Tamiang juga terputus sejak dini hari saat banjir terjadi, menyebabkan suasana gelap gulita dan semakin memperparah keadaan lumpuh total di sana.​

 

Kondisi lumpuh total di Aceh Tamiang akibat banjir bandang mulai terjadi sekitar 26 November 2025 setelah tiga hari terus diguyur hujan deras yang menyebabkan Sungai Tamiang meluap dan merendam jalan utama serta memutus akses transportasi dan listrik di daerah tersebut.
Laporan korban dari bencana banjir dan longsor di Aceh Tamiang, meski jumlahnya relatif kecil dibanding kabupaten lain di Aceh. BNPB mencatat 3 orang luka-luka di Aceh Tamiang per 28 November 2025, tanpa korban meninggal dunia yang secara spesifik disebutkan untuk wilayah ini dalam data provinsi yang tersebar di Bener Meriah, Aceh Tengah, dan lainnya..
Sejak saat itu, Aceh Tamiang mulai mengalami terisolasi dengan komunikasi dan listrik terputus serta banyak wilayah terdampak banjir dan longsor.
Luas wilayah bencana banjir dan longsor di Aceh Tamiang mencapai 70.722 hektar menurut kajian InaRisk BNPB, yang mencakup 12 kecamatan dengan risiko bahaya sedang hingga tinggi.​

Bencana ini memengaruhi sebagian besar wilayah kabupaten, termasuk 10 kecamatan seperti Sekerak, Kota Kualasimpang, dan Kejuruan Muda, dengan banjir merendam akses jalan utama dan lahan produktif akibat luapan Sungai Tamiang.​

Secara keseluruhan di Aceh, banjir melanda 16-18 kabupaten/kota dengan 119.998 jiwa terdampak, di mana Aceh Tamiang termasuk wilayah prioritas darurat tanpa rincian luas spesifik lebih baru. **

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Marak Peredaran Narkoba, Satresnarkoba Polres Jombang Ungkap 80 Kasus

1 Agustus 2026 - 11:01 WIB

Nobel untuk Shinya Yamanaka: ER-100 Meremajakan Manusia dari DNA

1 Agustus 2026 - 11:00 WIB

Jatim Siapkan Progam Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Mulai 1-31 Agustus 2026

31 Juli 2026 - 18:39 WIB

Kamu Tanya 10-50 Pertanyaan, AI Butuh Minum Segelas Air 500 Ml

31 Juli 2026 - 18:20 WIB

Kata ESDM Soal Penyesuaian Harga Dex Series hingga Pertamax Besok

31 Juli 2026 - 17:24 WIB

PLN Tambah Stasiun Pengisian Daya Mobil Listrik di Tol Solo-Ngawi

31 Juli 2026 - 17:11 WIB

Rp124 Miliar Macet di KPRI Sejahtera, Bupati Jombang Warsubi Minta Apraisal dari Tim Independen

31 Juli 2026 - 14:54 WIB

Bupati Probolinggo dan Suami Anggota DPR RI Dituntut 6 Tahun Penjara, Wajib Kembalilan Uang Rp147 M

31 Juli 2026 - 11:41 WIB

Menelisik Akar Terorisme (43): Para Budak Pun Merantai Dirinya Sendiri

31 Juli 2026 - 09:56 WIB

Trending di News