Penulis: Yusran Hakim | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, SUMUT- Pasca banjir bandang yang melanda Sumatera Utara, kondisi sosial dan ekonomi masyarakat kian memprihatinkan akibat keterbatasan pasokan bantuan. Di Sibolga, seorang pria yang menjadi korban bencana mengunggah video permintaan maaf lewat media sosial, Ia mengakui mengambil tiga bungkus mi instan dari minimarket untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
Dalam video viral yang beredar sejak Minggu, 30 November 2025, pria tersebut menjelaskan bahwa tindakannya dilatarbelakangi oleh keterbatasan pangan dan tidak adanya bantuan yang datang kepada korban banjir.
Ia mengaku tidak berniat melakukan penjarahan, melainkan terpaksa mengambil barang kebutuhan dasar demi menyelamatkan anaknya dari kelaparan.
“Saya mohon maaf kepada pemilik Alfamart, saya tidak punya niat jahat, hanya karena kami belum mendapat bantuan dan terjebak banjir,” ujarnya. Ia juga berjanji akan mengganti barang-barang yang diambil saat situasi membaik.
Sementara itu, aparat kepolisian di Sibolga bertindak tegas dengan mengamankan 16 orang yang terlibat dalam penjarahan sejumlah minimarket. Kasat Reskrim Polres Sibolga AKP Rustam E Silaban menyebutkan pelaku berusia muda dan mengambil berbagai barang kebutuhan sehari-hari seperti makanan ringan, minuman, dan perlengkapan rumah tangga.
Sementara itu, sejumlah minimarket di Kota Sibolga, Sumatera Utara, dijarah diduga korban longsor dan banjir yang belum mendapatkan bantuan. Polisi kemudian bergerak menangkap 16 pelaku penjarahan.
“Satreskrim Polres Sibolga telah mengamankan 16 orang pelaku yang terlibat dalam aksi penjarahan di beberapa minimarket,” kata Kasat Reskrim Polres Sibolga AKP Rustam E Silaban, Minggu, 30 November 2025.
Rustam memerinci ke-16 pelaku adalah MHH (20), SS (24), AZ (27), ZR (24), OFH (18), ART (19), DH (20), ISS (18), A (18), MS (18), BA (18), ER (21), DAM (18), ABS (18), D (18) dan BNH (17) yang diamankan saat hendak melakukan penjarahan. Para pelaku ini mengambil sejumlah barang, mulai dari minuman kemasan, sosis, gula, sabun, hingga makanan ringan.
“Para pelaku diamankan di lokasi berbeda dengan barang bukti berupa makanan ringan, minuman, dan sejumlah barang kebutuhan rumah tangga,” jelasnya.
Ia memerinci minimarket yang dijarah itu terdiri dari 3 gerai Indomaret di Jalan Sisingamangaraja, Jalan Suprapto dan Jalan Sibolga-Barus. Lalu, ada satu Alfamidi di Jalan Sisingamangaraja serta tiga Alfamart di Jalan Imam Bonjol, Jalan Suprapto dan Jalan Merpati. Penjarahan itu diketahui terjadi pada Sabtu, 29 November 2025.
Pihak kepolisian bersama TNI kini berjaga di sejumlah minimarket dan pusat perbelanjaan untuk mengantisipasi kejadian serupa kembali terjadi.
“Situasi di Kota Sibolga saat ini berada dalam pengawasan ketat aparat gabungan TNI/Polri. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi dan tetap menjaga ketertiban demi keamanan bersama,” pungkasnya.
Polisi bersama TNI kini mengerahkan pengamanan ekstra di pusat-pusat perbelanjaan sebagai langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang, sekaligus mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban demi keamanan bersama.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menegaskan bahwa insiden ini bukan karena niat jahat, melainkan akibat keterlambatan dan kendala distribusi bantuan di wilayah terisolasi. Ia menambahkan bahwa pihak BNPB sudah mengupayakan pengiriman bantuan efektif melalui jalur udara dan laut, serta dukungan teknologi komunikasi untuk mempercepat logistik.
Hingga 30 November 2025, banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara telah merenggut 303 jiwa dan meninggalkan 143 orang hilang. Meski distribusi bantuan menghadapi hambatan teknis seperti kapasitas pesawat dan jalur terputus, pemerintah pusat berkomitmen menjaga kelangsungan pasokan selama masa tanggap darurat. **






