Menu

Mode Gelap

Internasional

Kisah Viral Tao Jing, Perempuan Termuda yang Dihukum Mati, Terakhir Minta Alat KB Dilepas

badge-check


					Tao Jin, Cinta membawa maut, sumber Istimewa Perbesar

Tao Jin, Cinta membawa maut, sumber Istimewa

Penulis: Jayadi |. Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, SURABAYA- Tao Jing dikenal sebagai perempuan muda asal Yunnan yang dijatuhi hukuman mati karena keterlibatannya dalam kasus narkotika.

Ia dieksekusi pada usia 20 tahun dan menjadi salah satu terpidana mati perempuan termuda di Tiongkok sejak berdirinya Republik Rakyat Tiongkok.

Lahir pada 1971 di Yunnan, Tao Jing tumbuh dalam keluarga yang tidak utuh. Orang tuanya bercerai ketika ia masih kecil karena konflik rumah tangga. Sejak itu, ia diasuh oleh kakak perempuan dan kakak iparnya.

Setelah lulus SMA, Tao Jing gagal masuk universitas yang ia inginkan dan memutuskan bekerja di sebuah salon untuk mencari penghasilan sendiri. Ia berharap bisa hidup stabil, namun kehidupannya berubah drastis setelah berkenalan dengan seorang pria.

Pada September 1991, Tao Jing bertemu Liu, seorang laki-laki yang juga bekerja di salon tersebut. Tanpa ia ketahui, Liu merupakan buronan. Setelah menjalin hubungan, Liu mulai membujuk Tao Jing dengan janji uang cepat dari pekerjaan “berisiko”, yaitu menjadi kurir narkoba.

Masih muda dan minim pengalaman, Tao Jing akhirnya terbujuk. Ia diminta membawa paket narkoba dengan cara disembunyikan dalam tubuh (“body packing”), sementara Liu bertugas mengatur distribusinya. Keduanya bahkan membuat janji: jika salah satu tertangkap, yang lain tidak boleh saling mengkhianati.

Namun polisi sebenarnya sudah membuntuti Liu. Saat operasi pertama, Tao Jing tertangkap. Dalam pemeriksaan, petugas menawarkan keringanan hukuman jika ia bersedia memberi informasi tentang Liu.

Tetapi Tao Jing tetap diam untuk melindungi kekasihnya, berpegang pada janji “hidup dan mati bersama”. Keputusannya itu membuat polisi kesulitan memperoleh informasi penting.

Padahal, bila saat itu ia bersedia bekerja sama, ada peluang besar ia lolos dari hukuman mati. Namun kesetiaannya justru menyeretnya pada hukuman paling berat. Pengadilan akhirnya menjatuhkan vonis mati dan pencabutan hak-hak sipil seumur hidup.

Pada 26 Oktober 1991, pengadilan di salah satu prefektur otonom Yunnan menjatuhkan hukuman mati massal terhadap sekelompok pelaku kejahatan narkotika, termasuk lima perempuan. Tao Jing adalah salah satunya.

Sebelum dieksekusi, Tao Jing mengajukan dua permintaan: meminta alat kontrasepsi spiral (IUD) yang dipasang di tubuhnya dilepas agar ia “pergi dengan bersih”, dan ingin bertemu ibunya untuk terakhir kalinya.

Kedua permintaan itu dikabulkan. Ia menjalani prosedur pencabutan IUD di dalam penjara, menerima pakaian dan makanan yang disiapkan ibunya, dan diberi kesempatan berjumpa dengan keluarga.

Kepada keluarganya, ia berpesan agar adiknya menjaga ibu mereka setelah ia tiada. Meski polisi berkali-kali membujuknya untuk mengungkap informasi tentang Liu, Tao Jing tetap memilih bungkam sampai akhir.

Eksekusi dilakukan secara terbuka pada 28 Oktober 1991. Pada usia 20 tahun, perjalanan hidup Tao Jing berakhir tragis karena keputusan-keputusan yang ia ambil di usia sangat muda.***

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Harga Emas Anjlok 9,8 Persen: Harga Tertinggi US$5.594,82 Menjadi US$4.883,62/ Troy Ounce

31 Januari 2026 - 16:38 WIB

Nama ‘Epstein’ Hilang dari Tiktok Amerika: Pengendali Keuangan Orang Terkaya di Dunia Termasuk Trump

31 Januari 2026 - 10:15 WIB

Inilah Skylab ‘Habal-habal’ Filipina: Satu Motor Bisa Angkut 10 Orang Penumpang

27 Januari 2026 - 13:04 WIB

Fenomena ‘Parade Planet’ Februari Mendatang

25 Januari 2026 - 20:02 WIB

Armada Besar Menuju ke Iran, Klaim Trump

23 Januari 2026 - 18:49 WIB

Dewan Perdamaian Buatan Trump: Harapan Baru atau Ancaman?

23 Januari 2026 - 06:05 WIB

Samping Trump, Presiden Prabowo Teken Piagam Board of Peace untuk Gaza

22 Januari 2026 - 22:06 WIB

Hormati Tradisi Kristen Ortodoks, Putin Mandi Air Es

21 Januari 2026 - 20:28 WIB

Diancam Trump Denmark Kirim Tentara ke Greenlad

20 Januari 2026 - 19:15 WIB

Trending di Internasional