Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Tito Karnavian: Ada 300 BUMD di Indonesia Alami Kerugian Rp 5.5 Triliun

badge-check


					Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Instagam@titokarnavian Perbesar

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Instagam@titokarnavian

Penulis: Tanasyafira Libas Tirani   |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEW.COM, JAKARTA- Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkap bahwa terdapat 300 Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang masih mengalami kerugian dengan total mencapai Rp5,5 triliun.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pertama kali mengungkap soal kondisi kerugian 300 Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan total mencapai Rp5,5 triliun pada rapat di Komisi II DPR pada tanggal 16 Juli 2025.

Pernyataan tersebut juga disampaikan kembali dan dijelaskan secara lebih rinci dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah (KPID) pada tanggal 20-21 Oktober 2025.

Dalam penjelasannya, Tito memaparkan rincian BUMD yang merugi dan mengusulkan pembentukan satuan khusus di bawah Kementerian Dalam Negeri untuk menangani permasalahan BUMD tersebut.

Dari jumlah tersebut, BUMD yang rugi terdiri dari beberapa jenis usaha, yaitu Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang sebagian melaporkan kerugian, 127 Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), serta 4 BUMD di bidang industri agro.

Selain itu, ada 5 perusahaan Jaminan Perkreditan Rakyat (Jamkrida), 12 perusahaan migas daerah, 8 BUMD pengelolaan pasar, 7 BUMD sektor pariwisata, dan 112 BUMD aneka usaha lainnya yang juga masih rugi.

Total BUMD di seluruh Indonesia mencapai 1.091 unit, sehingga BUMD yang merugi ini sekitar 28% dari total BUMD. Meskipun kerugian mencapai Rp5,5 triliun, aset gabungan BUMD ini cukup besar, sekitar Rp1.240 triliun, menunjukkan potensi yang masih bisa digarap.

Sebaliknya, 678 BUMD lain dilaporkan masih menghasilkan laba, dengan total laba bersih mencapai sekitar Rp29,6 triliun.

Penyebab utama kerugian ini salah satunya adalah lemahnya tata kelola dan pengawasan operasional BUMD.

Pemerintah berupaya memperbaiki kondisi ini, termasuk lewat pembenahan regulasi dan pengelolaan agar potensi aset besar tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk peningkatan kinerja BUMD dan kesejahteraan daerah. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Wapres Kunjungi Pabrik Sepeda di Sidoarjo, Dorong Penyelarasan Pendidikan dan Kebutuhan Industri

16 Oktober 2026 - 19:57 WIB

Penutupan Jombang Fest, Bupati Warsubi Bagikan Penghargaan Juara dan Santunan untuk Yatim Piatu

16 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Bupati Warsubi dan Danrem 082 Tinjau Operasi 8 Gerai KDKMP di Mojoagung dan Mojowarno

16 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Tibatiba Angin Berbalik Arah, Empat Relawan Tewas Terbakar Saat Padamkan Kebakaran Hutan Bromo

16 Oktober 2026 - 14:15 WIB

OTT ke 23 KPK Ringkus Bupati Klaten, Wajar Ismoyo: Warga Masyarakat Saya Mohon Maaf

16 Oktober 2026 - 10:57 WIB

Terlibat Kasus OTT ATR/BTN Bogor, Hercules Serahkan Rp800 Juta kepada KPK

16 Oktober 2026 - 07:10 WIB

Lantik Empat Wamen Baru, Kabinet Prabowo 112 Orang tapi Kabinet Dwikora Bung Karno Sebanyak132 Orang

15 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Hakim Fitrizal Lahirkan Yurisprudensi Baru: Yogi Mentawai Divonis Bersalah, tetapi Dimaafkan

15 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Menteri Sosial Ungkap Warga RI yang Kebagian HP Gratis dari Pemerintah

15 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Trending di Nasional