Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Internasional

Israel Operasi Militer ke Qatar: Sasaran Pimpinan Hamas dan Khalil al-Hayya

badge-check


					Untuk pertama kali Israel melakukan operasi miliatr di wilayah Qatar, Doha, Selasa 9 September 2025. Operasi militer ini dengan sasaran pimpiann Hamas yang sedang melakukan pertemuan di sana. Foto: Instagram@tech.mada Perbesar

Untuk pertama kali Israel melakukan operasi miliatr di wilayah Qatar, Doha, Selasa 9 September 2025. Operasi militer ini dengan sasaran pimpiann Hamas yang sedang melakukan pertemuan di sana. Foto: [email protected]

Penulis: Jacobus E. Lato     |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWSA.COM, DOHA- Israel telah melancarkan serangan di Doha, ibu kota Qatar, pada Selasa, 9 September 2025. Serangan tersebut menargetkan para pemimpin senior Hamas yang bermarkas di Qatar. Ini merupakan kali pertama Israel melakukan operasi militer di wilayah Qatar.

Serangan Israel di Doha, diklaim oleh Israel sebagai operasi presisi yang menargetkan pimpinan senior Hamas, termasuk kepala negosiator Khalil al-Hayya. Namun, hingga kini hasil akhir serangan tersebut masih belum pasti dan Israel menyatakan masih menunggu konfirmasi hasil operasi tersebut.

Menurut laporan sumber Hamas dan militer Israel, beberapa ledakan besar terjadi dan asap tebal terlihat di lokasi serangan. Beberapa tokoh penting Hamas, termasuk Khalil al-Hayya, dilaporkan tewas dalam serangan itu menurut sumber Hamas yang disampaikan ke Al Arabiya.

Namun ada juga laporan lain yang menyebutkan bahwa para pejabat dari tim negosiasi gencatan senjata Hamas yang menjadi target dikabarkan berhasil selamat. Pemerintah Qatar sangat mengecam serangan tersebut dan menganggapnya sebagai pelanggaran hukum internasional.

Dengan demikian, meskipun serangan ini berhasil menjangkau beberapa target penting, masih terdapat ketidakpastian resmi terkait apakah semua sasaran Israel tercapai sepenuhnya, karena informasi dari berbagai sumber masih bervariasi dan Israel sendiri masih menunggu hasil operasi itu.

Israel menyatakan serangan ini sebagai respons terhadap pembantaian yang dilakukan Hamas pada 7 Oktober 2023, dan menegaskan bahwa serangan itu merupakan operasi yang sepenuhnya independen yang menargetkan pimpinan teroris Hamas di luar Gaza.

Beberapa ledakan terdengar di Doha dan terlihat asap hitam mengepul di beberapa titik kota. Israel mengonfirmasi serangan tersebut, meski belum mengungkap lokasi spesifik. Hamas dan Qatar mengutuk serangan ini, dengan Qatar menyebutnya pelanggaran berat terhadap hukum internasional.

Serangan itu juga terjadi saat tim negosiasi gencatan senjata yang melibatkan Hamas sedang berlangsung dan dipimpin oleh Qatar sebagai mediator.

Jadi, memang ada serangan militer Israel di Qatar yang menyasar pimpinan Hamas di Doha pada tanggal 9 September 2025 ini.

kronologi:

  • Pada Selasa, 9 September 2025, militer Israel melancarkan serangan udara di Doha, ibu kota Qatar. Target serangan adalah para pimpinan senior Hamas, termasuk delegasi negosiasi yang sedang mengadakan pertemuan membahas usulan gencatan senjata dari Presiden AS Donald Trump untuk Jalur Gaza.
  • Serangan dilakukan oleh jet tempur Israel bekerja sama dengan badan keamanan Shin Bet. Israel menyatakan serangan tersebut adalah operasi presisi yang menyasar tempat tinggal dan pertemuan para pimpinan Hamas.
  • Beberapa ledakan mengguncang beberapa titik di Doha, terlihat asap tebal membumbung di beberapa area ibu kota. Jet tempur melepaskan sejumlah munisi presisi dalam serangan ini.
  • Salah satu target utama adalah Khalil al-Hayya, kepala negosiator Hamas, plus tokoh penting lain seperti Zahir Jabarin. Sebelumnya pada hari Senin, Khalil al-Hayya bahkan sempat bertemu dengan pejabat Qatar yang memiliki peran dalam negosiasi.
  • Militer Israel masih menunggu hasil akhir dari operasi pembunuhan tersebut, sementara Hamas mengonfirmasi negosiator mereka menjadi target.
  • Pemerintah Qatar mengutuk serangan ini sebagai tindakan kriminal pengecut yang melanggar hukum internasional dan ancaman serius terhadap keamanan warga Qatar. Doha menyatakan tidak akan tinggal diam dan sedang melakukan investigasi tingkat tinggi.

Serangan ini menandai eskalasi serius karena terjadi di luar medan perang biasa Israel, langsung menghantam jantung ibu kota Qatar, yang selama ini dikenal sebagai tuan rumah perundingan gencatan senjata antara Hamas dan pihak lain. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Suhu Naik 1,2 Derajat Celcius Akibat Super El Nino, 451 Ribu Nyawa Melayang

25 September 2026 - 21:11 WIB

Ada Ruang Menyerupai Kantor Polres, RS O Smach untuk Ambil Paksa Organ Manusia

25 September 2026 - 18:55 WIB

Menteri Yusril Minta Ombudsman Buka Semuanya, Izinkan Wartawan Masuk ke LP Cibinong

25 September 2026 - 13:11 WIB

Komisi C Soroti Proyek Revitalisasi 128 Gedung SD/ SMP Jombang dengan Anggaran Rp77,5 Miliar

25 September 2026 - 12:44 WIB

Menelisik Akar Terorisme (61): Nechayev Sang Teroris Muda Kharismatik

25 September 2026 - 11:52 WIB

Marathon KPK Geledah Kanwil ATR/ BPN Jatim, Malang dan Rumah Milik Lampri di Pace Nganjuk

25 September 2026 - 10:46 WIB

Kantor Digeledah, Istri Dirjen ATR/ BTN Krystianti Lampri Cuti Menghilang Secara Misterius

24 September 2026 - 23:50 WIB

Oknum Diknas Minta Jatah 10% dari Dana Revitalisasi 180 Gedung SD/ SMP di Bangkalan Rp38 Miliar

24 September 2026 - 16:56 WIB

Tim Ombudsman Sidak ke LP CIbinong: Temukan Bangunan Mirip Hotel dan Deretan Mobil Mewah!

24 September 2026 - 15:32 WIB

Trending di News