Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Teknologi Rusia Ternyata Tidak Hebat, Rp1,6 Triliun Dibuang Percuma

badge-check


					Teknologi Rusia Ternyata Tidak Hebat, Rp1,6 Triliun Dibuang Percuma Perbesar

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, BELGOROD-Sebuah video yang dirilis oleh Ukraina memperlihatkan tank militer mereka dengan mudah menerobos piramida beton anti-tank Rusia yang dikenal sebagai “gigi naga” (*dragon’s teeth*), struktur pertahanan yang diperkirakan menelan biaya sekitar $100 juta (Rp1,6 Triliun , Kurs Rp16 ribu) bagi Moskow.

Dari laman Neesweek, rekaman tersebut menunjukkan kendaraan lapis baja Ukraina melintasi struktur pertahanan di wilayah Belgorod, Rusia, yang berbatasan dengan Ukraina dan kerap menjadi sasaran serangan selama perang berlangsung.

Mengapa Ini Penting

Perkembangan ini menunjukkan bahwa penghalang pertahanan Rusia, yang dibangun dengan biaya besar, ternyata tidak efektif dalam mencegah serangan lintas batas.

Baca juga: Viral Mobil Dinas Kemhan Diduga Tawar PSK di Jalan

Baca juga: Korban Dokter Pemerkosa di RSHS Bandung Diduga Lebih dari Satu, Buka Posko Pengaduan

Fakta yang Perlu Diketahui

– Gigi naga pertama kali digunakan pada Perang Dunia II, terbuat dari beton bertulang, dan dirancang untuk menghambat pergerakan tank serta infanteri mekanis.
– Video ini dirilis oleh prajurit Ukraina dari Resimen Serbu ke-225 melalui Telegram pada Rabu (tanggal tidak disebutkan).
– Resimen tersebut menyatakan bahwa militer Rusia memasang penghalang ini setelah serangan Ukraina di wilayah Kursk, Rusia.
– Menurut postingan Telegram tersebut, Rusia menghabiskan $100 miliar, untuk membangun “benteng modern dan andal” ini.

Konfirmasi Resmi Operasi Ukraina di Wilayah Rusia

Pada Senin (tanggal tidak disebutkan), Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk pertama kalinya secara resmi mengonfirmasi bahwa pasukannya beroperasi di wilayah Belgorod, Rusia. Meskipun pasukan Ukraina telah lama bergerak di area tersebut, baru pekan ini Kyiv secara terbuka mengakui kehadiran mereka di tanah Rusia.

Zelensky menyatakan bahwa “adil” untuk membawa konflik kembali ke tempat asalnya. “Kami terus melakukan operasi aktif di daerah perbatasan di wilayah musuh, dan ini sepenuhnya adil—perang harus kembali ke tempat asalnya,” ujarnya dalam pidato video malam hari kepada rakyat Ukraina.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Tersangka Dana Hibah Pemprov Jatim Rp2,1 Triliun, Anwar Sadad Masih Duduk Tenang di Kursi DPR RI

4 Juli 2026 - 21:27 WIB

Menelisik Akar Terorisme (31): Masyarakat Nasionalis Dibentuk Seperti Militer

4 Juli 2026 - 20:24 WIB

Pegadaian Besuki Salurkan Bantuan Bencana Banjir untuk SDN 1 Kalianget Situbondo

4 Juli 2026 - 19:25 WIB

Pitono Nugroho Nakhodai ICMI Jatim 2026–2031: Usung Tujuh Modal

4 Juli 2026 - 18:20 WIB

Anak Krakatau Meletus Semburkan Awan Panas 400 M, Hindari Jarak Radius 2 Kilometer

4 Juli 2026 - 13:41 WIB

Akun Gaya Hidup Pejabat: Instagram@cabinetcouture_idn Diblokir atas Permintaan Komdigi

4 Juli 2026 - 12:51 WIB

Saksi Fakta Dosen Non-ASN di MK, Dr Cenuk Lulusan Australia Dapat Gaji Total Rp4 Juta/ Bulan

4 Juli 2026 - 10:47 WIB

Wapres JD Vance: Israel Jangan Ganggu Perundingan Damai AS- Iran

3 Juli 2026 - 17:51 WIB

Raja Juli Klaim Kembalikan Amplop Dua Hari sebelum KPK OTT Bupati Kuansing

3 Juli 2026 - 17:04 WIB

Trending di News