Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Internasional

Gelombang Aksi Demo Anti Elon Musk Landa Amerika dan Eropa! Tujuh Mobil Tesla Dibakar

badge-check


					Aksi anti Presiden Donald Trump dan Elon Musk semakin meluas. Di Texas sedikitnya tujuh mobil buatan Tesla dibakar. Mereka menyerukan anti Elon Musk dan dituduh sebagai Miliarder Otoriter. Bukan hanya terjadi di Amerika saja, aksi demo juga melanda Eropa. Tangkap layar video Youtube@ANI Perbesar

Aksi anti Presiden Donald Trump dan Elon Musk semakin meluas. Di Texas sedikitnya tujuh mobil buatan Tesla dibakar. Mereka menyerukan anti Elon Musk dan dituduh sebagai Miliarder Otoriter. Bukan hanya terjadi di Amerika saja, aksi demo juga melanda Eropa. Tangkap layar video Youtube@ANI

Penulis: Jacobus E. Lato  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, NEW YORK – Gelombang protes anti Elon Musk (CEO Tesla) melanda Amerika Serikat dan Eropa. Para demonstran menuntut agar ia dipecat dari posisinya sebagai kepala Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) dalam pemerintahan Donald Trump.

Dalam aksi itu sedikitnya tujuh mobil Tesla dibakar di beberapa lokasi, termasuk showroom di Las Vegas. Pembakaran ini dilakukan oleh individu yang diduga menggunakan bom molotov, dan terdapat juga grafiti yang mengekspresikan penolakan terhadap Musk dan kebijakannya

Aksi ini merupakan bagian dari gelombang protes yang lebih besar, dikenal sebagai “Tesla Takedown”, yang mencerminkan ketidakpuasan publik terhadap pengaruh politik Musk dan kebijakan yang dianggap merugikan masyarakat. Banyak demonstran merasa bahwa tindakan Musk berkontribusi pada tindakan otoriter dan merugikan demokrasi.

Musk mengutuk aksi kekerasan ini, menyebutnya sebagai “terorisme domestik” dan menuduh Partai Demokrat sebagai dalang di balik protes tersebut. Ia menekankan bahwa Tesla hanya memproduksi mobil listrik dan tidak layak menerima serangan semacam itu.

Aksi ini, yang dikenal sebagai ‘Tesla Takedown’, berlangsung mulai Jumat  29 Maret 2025 waktu setempat, dan melibatkan ribuan orang yang berkumpul di depan showroom Tesla di berbagai kota seperti New York, California, dan Texas, serta di beberapa lokasi di Eropa.

Protes ini dipicu oleh kekhawatiran akan kekuasaan yang semakin besar Musk sejak menjabat sebagai penasihat utama presiden. Para demonstran mengklaim bahwa kebijakan Musk telah mengarah pada tindakan otoriter dan merugikan demokrasi.

Warga Amerika Serikat menentang Elon Musk karena beberapa alasan utama yang berkaitan dengan kekuasaan dan pengaruhnya dalam pemerintahan serta dampak kebijakannya. Berikut adalah beberapa poin kunci dari penolakan tersebut:

Musk telah memperoleh kekuatan luar biasa sejak menjadi penasihat utama Presiden Donald Trump, yang memicu kekhawatiran tentang konsolidasi kekuasaan di tangan individu. Banyak yang merasa bahwa tindakan Musk dapat mengarah pada otoritarianisme dan merusak demokrasi.

Kritikus, termasuk beberapa anggota Kongres, khawatir bahwa Musk memiliki akses ke data pribadi warga AS, termasuk informasi keuangan dan pajak. Hal ini dianggap berpotensi disalahgunakan untuk keuntungan pribadi atau politik, menciptakan konflik kepentingan yang serius.

Kebijakan penghematan anggaran yang diterapkan melalui Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) di bawah kepemimpinan Musk dianggap merugikan banyak program pemerintah penting. Beberapa protes menyerukan penutupan DOGE karena dampaknya yang merugikan terhadap layanan publik.

Keterlibatan Musk dalam politik, terutama dukungannya terhadap partai sayap kanan dan hubungan dekatnya dengan Trump, telah menyebabkan penurunan popularitas Tesla di kalangan konsumen yang lebih progresif. Banyak pemilik Tesla merasa terasing oleh perubahan arah politik Musk.

Tindakan Musk dalam mengubah regulasi dan kebijakan pemerintah juga dipandang sebagai risiko bagi keamanan nasional dan privasi warga. Para kritikus berpendapat bahwa ini bisa berdampak negatif pada stabilitas sosial dan ekonomi.

Protes ini mencerminkan ketidakpuasan yang lebih luas terhadap kekuasaan individu dalam konteks pemerintahan dan bisnis, serta dampaknya terhadap masyarakat secara keseluruhan.

Mereka membawa spanduk dengan pesan-pesan seperti “Lawan miliarder otoriter” dan “Kirim Musk ke Mars sekarang” untuk mengekspresikan ketidakpuasan mereka.

Dukungan dan Respons

Aksi ini mendapat dukungan dari sejumlah politisi dan tokoh publik, termasuk anggota Kongres yang menyerukan agar protes terus berlanjut. Beberapa tokoh, seperti aktor John Cusack, juga ikut serta dalam menyuarakan penolakan terhadap kepemimpinan Musk. Namun, protes ini tidak selalu berjalan damai; beberapa insiden kericuhan dilaporkan terjadi, termasuk vandalisme terhadap kendaraan Tesla dan dealer.

Musk sendiri tampak tenang di tengah protes ini. Dalam pertemuan perusahaan, ia menyatakan optimisme tentang masa depan Tesla meskipun ada penurunan penjualan di pasar. Analis memperingatkan bahwa Musk harus menemukan cara untuk keluar dari krisis ini agar Tesla tidak terjebak dalam badai politik yang lebih besar.

Protes ini mencerminkan ketidakpuasan yang lebih luas terhadap kekuasaan individu dalam politik dan bisnis, serta dampaknya terhadap masyarakat dan demokrasi. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kunjungan Pasca Kebakaran, Bupati Warsubi Janjikan Pasar Cukir Bisa Dioperasikan sebelum Idul Fitri 2027

28 Oktober 2026 - 17:59 WIB

Pemkab Jombang Gelar Upacara Sumpah Pemuda, Ini Daftar Penghargaan Pemuda Berprestasi

28 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Truk Angkut 14 Sapi Tabrak Dua Truk, hingga Terguling di Perak Jombang

28 Oktober 2026 - 15:38 WIB

Kinerja Disdikbud 2026, Wor Windari: Rerata Lama Sekolah di Jombang 9,15 Tahun Lampaui Program Nasional

28 Oktober 2026 - 12:31 WIB

Meriahkan Operasi Patuh Semeru 2026 Satlantas Polres Gresik Bagikan Cokelat

28 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Pemkab Gresik Lakukan Seleksi Sertifikasi BNSP Pelaku Kuliner

28 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Terjaring Operasi Patuh di Lumajang, Pelajar Nekat Terobos Hingga Menabrak Jatuh Wanita Polantas

27 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Jombang Terjadi Hujan Cukup Deras , Wiko Diaz: Ini Hujan Rekayasa Pemprov Jatim untuk Atasi Karhutla

27 Oktober 2026 - 18:28 WIB

Perempuan Mati Mendadak Dalam Posisi Tertidur

27 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Trending di News