Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Terjadi Perubahan Genetika, TNBTS Merilis Tangkapan Kamera Dua Ekor Macan Tutul Kehitaman di Kawasan Bromo

badge-check


					Inilah hasil tangkapan video menggunakan camera trap yang dipasang di kawasan Taman Nasional Tengger Bromo Semeru, dua ekor macan tutul yang kehitaman, akibat perubahan genetika. Instagram@bbtnbromotenggersemeru Perbesar

Inilah hasil tangkapan video menggunakan camera trap yang dipasang di kawasan Taman Nasional Tengger Bromo Semeru, dua ekor macan tutul yang kehitaman, akibat perubahan genetika. Instagram@bbtnbromotenggersemeru

Penulis: Yoli Andi Purnomo   |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, BROMO– Muncul video penampakan dua ekor macan tutul Jawa yang berkeliaran di area Taman Nasional Gunung Bromo Tengger Semeru (TNBTS) viral di media sosial (medsos). Video tersebut diambil dari pemasangan kamera jebakan (camera trap) yang dilakukan oleh petugas TNBTS 2024 lalu.

“Pada 2024 lalu, Balai Besar (BB) TNBTS melakukan kegiatan monitoring macan tutul nih #sahabatmentaritengger. Kegiatan ini berkolaborasi dengan SINTAS, sebuah organisasi yang fokus pada konservasi satwa liar dan habitat alam di Indonesia. Dari hasil kegiatan tersebut, ditemukan beberapa individu macan tutul Jawa,” tulis akun Instagram @bbtnbromotenggersemeru.

Unggahan tersebut juga menjelaskan mengenai kondisi genetik macan tutul Jawa yang terekam, yaitu melanisme, sebuah mutasi genetik yang menyebabkan peningkatan pigmen gelap pada bulu hewan tersebut.

“Melanisme adalah kondisi di mana hewan memiliki pigmen gelap yang berlebihan pada kulit atau bulu mereka. Hal ini disebabkan oleh mutasi genetik yang meningkatkan produksi melanin, pigmen yang bertanggung jawab atas warna gelap. Penjelasan singkatnya seperti itu ya sahabat,” tulisnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Tim Data Evaluasi Kehumasan BB TNBTS, Hendra membenarkan ada dua ekor macan tutul tertangkap camera trap.

Camera trap ini sendiri merupakan upaya Balai Besar TNBTS untuk memonitoring satwa liar di lingkungan Gunung Bromo, Tengger, dan Semeru. Dia menjelaskan, monitoring ini sudah dilakukan sejak tahun 2015 lalu.

Kegiatan monitoring yang dilakukan secara rutin ini merupakan bagian dari upaya besar Balai Besar TNBTS untuk menjaga keanekaragaman hayati di kawasan tersebut. Dia menyebut macan tutul di kawasan TNBTS itu ada 20 sampai 24 ekor. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Lantik Empat Wamen Baru, Kabinet Prabowo 112 Orang tapi Kabinet Dwikora Bung Karno Sebanyak132 Orang

15 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Hakim Fitrizal Lahirkan Yurisprudensi Baru: Yogi Mentawai Divonis Bersalah, tetapi Dimaafkan

15 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Menteri Sosial Ungkap Warga RI yang Kebagian HP Gratis dari Pemerintah

15 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Pertalite Kosong di Sejumlah SPBU Surabaya

15 Oktober 2026 - 18:17 WIB

Menelisik Akar Terorisme (69): Kekaisaran yang Tidak Terlihat

15 Oktober 2026 - 18:17 WIB

Nekad Gadaikan Motor Teman, Pria Dukuhklopo Diringkus Polisi

15 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Panitia Jor Joran Mancing Jombang 2026: Ini 10 Larangan yang Tidak Boleh Dilanggar

15 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Ringin Contong Carnival 2026 Acara Spektakuler 17 Oktober, Simak Rekayasa Arus Lantas

15 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Durian Madu Milik Lukman Juara I Kontes Durian Wonosalam, Bupati Warsubi: Upaya Gali Potensi Jombang

15 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Trending di News