Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Nasional

Asyik Kang!! Karang Taruna Diusulkan Terlibat Dalam Penyerapan Gabah, Generasi Penerus Petani

badge-check


					Anggota Komisi IV DPR RI Saadiah Uluputty. Foto: DPR RI/Vel Perbesar

Anggota Komisi IV DPR RI Saadiah Uluputty. Foto: DPR RI/Vel

Penulis : Jayadi : Editor : Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM-JAKARTA: Anggota Komisi IV DPR RI, Saadiah Uluputty, mengingatkan Perum Bulog agar lebih berhati-hati dalam melibatkan Babinsa dalam proses penyerapan gabah dan beras dari petani.

Ia menegaskan bahwa niat baik pemerintah untuk memperkuat stok pangan nasional harus dilakukan dengan bijak agar tidak menimbulkan keresahan atau kesalahpahaman di kalangan petani.

Politisi PKS ini menyoroti bahwa keterlibatan Babinsa—yang merupakan aparat TNI—dalam urusan ekonomi masyarakat sipil dapat menimbulkan ketakutan atau perasaan terintimidasi di kalangan petani.

Menurutnya, petani harus diberi ruang yang nyaman dan bebas tekanan agar dapat bekerja secara optimal serta menjual hasil panennya secara sukarela.

Baca juga
Bandar Narkoba Punya Cara Baru Menarik Simpati Warga Agar Bisnis Lancar, Omset Rp524 T

Saadiah memahami bahwa Bulog tentu menginginkan hasil maksimal dalam penyerapan gabah, tetapi ia menekankan bahwa proses tersebut tidak boleh menyebabkan rasa takut atau tekanan psikologis bagi petani.

“Kesan intimidatif dari kehadiran aparat TNI, walaupun tidak disengaja, bisa saja muncul,” ujar Saadiah dalam keterangannya di Jakarta, dikutip dari Parlementaria, Sabtu (8/3/2025).

Sebagai solusi yang lebih konstruktif, Saadiah menyarankan agar Bulog bekerja sama dengan organisasi kepemudaan seperti Karang Taruna di setiap wilayah.

Baca juga
Awas Beli Minyak Kita, 3 Pabrik Ini Mengurangi Isinya, 700 ml dari 1 liter

Menurutnya, Karang Taruna tidak hanya dapat membantu tugas Bulog dalam penyerapan gabah, tetapi juga berperan sebagai wadah pembinaan generasi muda di sektor pertanian.

Saadiah menambahkan bahwa tidak harus Karang Taruna, organisasi kepemudaan lain juga bisa diakomodasi. Ia mengungkapkan dua alasan utama:

1. Mereka lebih dekat dan diterima oleh masyarakat, sehingga proses berjalan lebih kondusif.
2. Keterlibatan pemuda dapat menjadi sarana pelatihan untuk menciptakan generasi penerus yang memahami pentingnya ketahanan pangan nasional.

Baca juga
Hindari Isi Pertamax, Motor Ratusan Ojol Malah Mogok Setelah Isi Pertalite, Sangat Kacau

Politisi Fraksi PKS asal Maluku ini pun meminta pemerintah dan Bulog untuk meninjau kembali pola kerja sama yang ada, guna memastikan bahwa kebijakan yang diterapkan benar-benar memberikan rasa aman bagi petani serta membuka peluang bagi pemuda untuk berperan dalam pembangunan sektor pertanian Indonesia.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan membantah bahwa Babinsa mengawal penyerapan gabah kering oleh Perum Bulog. Ia menegaskan bahwa keterlibatan unsur militer di tingkat desa tidak bersifat mutlak.

“Tidak harus (dikawal Babinsa),” ujar Zulhas saat ditemui usai menginspeksi harga sembako di Pasar Johar Baru, Jakarta Pusat, pada Rabu, 5 Maret 2025.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas (Dewas) Perum Bulog, Sudaryono, menyatakan bahwa Babinsa tidak memiliki kewajiban untuk mengawal Bulog dalam menyerap gabah kering petani seharga Rp 6.500 per kilogram.

Menurutnya, selain Babinsa, penyerapan gabah petani juga bisa melibatkan unsur lembaga pemerintah lain. “Instruksi Presiden. Babinsa, Bhabinkamtibmas, kepala desa, Bulog sendiri, kan semua terlibat di situ,” ungkap Sudaryono saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, pada Kamis, 6 Maret 2025.

Menurut Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Mokhamad Suyamto, pelibatan Babinsa dalam proyek penyerapan gabah bukan dikarenakan keberadaan Mayjen Novi Helmy Prasetya yang saat ini menempati jabatan direktur utama perusahaan Bulog.

Suyamto mengatakan, pelibatan Babinsa dalam program kerja Bulog ini bukan hal baru. “Pada 2016, Bulog juga bekerja sama dengan TNI pada saat pengadaan (gabah),” katanya saat dihubungi, Sabtu, 8 Maret 2025, dikutip dari Tempo.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Ketua DPRD Jombang Hadi Atmaji Hadiri Doa Bersama Sambut Tahun Baru Hijriah 1448

17 Juni 2026 - 13:46 WIB

Komisi D DPRD Jombang Hearing Rencana PHK 1.000 Orang PT SGS, Karyawan Minta Buka Data

17 Juni 2026 - 12:35 WIB

Harga Rp 1,340 Triliun, Pesawat Pembom Legendaris Boeing B‑52 Stratofortress Jatuh

17 Juni 2026 - 00:01 WIB

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Tarif Bus Trans Jatim Dipastikan Tetap

16 Juni 2026 - 20:50 WIB

Korban PHK Masih Dapat Gaji Selama 6 Bulan, Ini Syaratnya

16 Juni 2026 - 20:36 WIB

Bukan Cuma Surat, Pencuri Datangi Korban Berdamai di Depan Polisi Polsek Pungging Mojokerto

16 Juni 2026 - 17:59 WIB

Kejadian menari, tersangka pelaku pencurian Pungging Mojokerto, mereka berdamai. Suwandi, memaafkan pelaku, dan ikhlas memaafkan plekai sekaligus mencabut laporan

Gempa Magnetudo 6.7 Guncang Sulawesi Tengah, Lokasi Darat 23 Km dari Palu

16 Juni 2026 - 16:21 WIB

Gempa berkekuatan magnetudo, guncang wilayah Sulawesi Tengah, tidak menimbulkan tsunami. Beberapa laporan rumah roboh, korban berjatuhan. Foto: ist

KA Pandalungan 2 Relasi Gambir-Jember Mulai 18 Juni, Diskon 30 Persen

15 Juni 2026 - 20:32 WIB

Menelisik Akar Terorisme (19): Betapa Kejam dan Kelam Perang Daud

15 Juni 2026 - 20:19 WIB

Trending di News