Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Yudhi Bramantyo Menduga Masih Ada 27 Santri Terjebak Dalam Reruntuhan

badge-check


					Pertama TNI Yudhi Bramantyo, Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas,memberikan penjelasan kepada wali santri, dalam melaksanakan operasi rescue dan evakuasi korban runtuhan bangunan di Ponpes Al Khos=ziny. Foto: Instagram: banggasidoarjo Perbesar

Pertama TNI Yudhi Bramantyo, Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas,memberikan penjelasan kepada wali santri, dalam melaksanakan operasi rescue dan evakuasi korban runtuhan bangunan di Ponpes Al Khos=ziny. Foto: Instagram: banggasidoarjo

Penulis: Saifudin   |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, SIDOARJO-  Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menduga masih ada 27 santri terjebak di dalam reruntuhan bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo.

Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas, menjelaskan bahwa data tersebut diperoleh berdasarkan absensi santri dari pihak pondok pesantren. di lokasi al Khonziny, Buduran, Sidoarjo, Minggu 5 Oktober 2025.

Ia menambahkan Direktur Operasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Yudhi Bramantyo mengatakan, hingga hari ketujuh, jumlah total korban ambruknya gedung di Ponpes Al-Khoziny sebanyak 141 orang dengan rincian 104 selamat dan 37 meninggal.

“Korban yang belum ditemukan berjumlah 27 orang. Namun, data ini berasal dari pihak pesantren dan kami belum dapat memastikannya,” ujar Bramantyo saat konferensi pers di Posko BNPB.

Tim SAR Gabungan hingga Minggu siang terus melakukan operasi pengangkatan puing bangunan dengan fokus pada pembukaan jalur tengah reruntuhan.

Bramantyo menyebutkan bahwa korban yang berhasil dievakuasi sejak Sabtu hingga Minggu dini hari banyak ditemukan di Sektor A3 dan A4 setelah jalur tengah mulai dibuka.

Pihaknya menduga puluhan santri yang masih terjebak berada di dekat area sektor tersebut. “Keakuratan data 27 santri yang diduga terjebak akan terbukti setelah seluruh reruntuhan berhasil dibersihkan,” jelasnya.

Progres operasi pengangkatan puing reruntuhan telah mencapai lebih dari 60 persen. Bramantyo menargetkan seluruh puing sudah dapat dibersihkan pada Senin besok.

“Harapan kami besok seluruh reruntuhan sudah dapat diratakan dengan tanah,” tuturnya.

Namun, Tim SAR masih menghadapi kendala dalam operasi pengangkatan puing. Beton konstruksi bangunan yang ambruk di sisi kiri ternyata terhubung dengan bangunan sebelahnya.

Oleh karena itu, pakar konstruksi akan dilibatkan untuk mengawasi proses pemotongan beton guna mencegah terjadinya secondary collapse atau runtuhan susulan. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Wali Murid Tolak Sumbangan SMAN 1 Jombang, Wibisono: Hapuskan Seluruh Pungutan di Sekolah!

16 September 2026 - 15:05 WIB

Polres Jombang Perkuat Literasi dan Etika Penggunaan AI bagi Pelajar SMA Negeri Jogoroto

16 September 2026 - 13:48 WIB

Respon Keresahan Warga, Polisi Jombang Sita Ratusan Botol Miras 

16 September 2026 - 13:28 WIB

Ratusan Mahasiswa UINSA Aksi Demo Tolak Muzaki Jabat Rektor Periode II

16 September 2026 - 13:24 WIB

Saat Diringkus KPK, Gus Arif: Bukan Milik Saya, Uang Ini Milik Menteri Yusron Wahid

16 September 2026 - 09:18 WIB

4 Tersangka OTT BPN Bogor adalah Orang Kepercayaan Menteri Nusron Wahid

16 September 2026 - 06:55 WIB

Update KM Virgo 8: 107 Selamat, 6 Meninggal, 130 Dalam Pencarian

16 September 2026 - 05:11 WIB

Warga Bali Ledo Usung Jenazah Jowa Tana, Demo ke Polres Sumba Barat Polisi Keluarkan Tembakan

15 September 2026 - 22:05 WIB

Konpres KPK OTT di ATR/BTN Bogor: Tetapkan 3 Tersangka, Sita Uang Tunai Rp106,3 Miliar

15 September 2026 - 20:39 WIB

Trending di News