Penulis: Mayang Kresnaya Mahardhika | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, JAWA BARAT- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi baru saja meluncurkan inisiatif inovatif untuk memulihan ekosistem Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) dengan melibatkan warga lokal sebagai pelaku utama reboisasi.
Ia merencang program ini untuk memulihkan hutan selaras dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar gunung tersebut.
Program reboisasi Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) oleh Gubernur Dedi Mulyadi secara resmi diumumkan dan dimulai pelaksanaannya pada 22 Januari 2026.
Biaya utama berasal dari insentif warga, dengan gaji Rp1,5-2,5 juta per orang per bulan plus modal domba 3-4 ekor per peserta.
Untuk tahap pertama (12 hektar, 12 warga), biaya gaji tahunan sekitar Rp216-360 juta (Rp1,5-2,5 juta x 12 orang x 12 bulan), belum termasuk bibit pohon dan logistik.
TNGC sebelumnya memiliki dana konservasi tahunan sekitar Rp185-929 juta, tapi efektivitasnya dipertanyakan dan tidak langsung terkait program baru ini.
Warga yang terlibat sebagai “garda terdepan” reboisasi akan digaji Rp1,5 juta hingga Rp2,5 juta per bulan, disesuaikan dengan tingkat kesulitan dan ketinggian lokasi kerja.
Setiap peserta juga mendapat modal usaha berupa 3-4 ekor domba untuk mendukung ekonomi keluarga.
Program reboisasi Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) di bawah Gubernur Dedi Mulyadi menargetkan 200 hektar lahan kritis secara bertahap dalam jangka menengah.
Pelaksanaan awal tahun ini telah mencakup 12 hektar dengan melibatkan 12 warga lokal yang digaji bulanan. Setiap warga bertanggung jawab atas 2 hektar lahan selama 4 tahun hingga pohon tumbuh besar, mendukung target secara keseluruhan.
Penanganan Krisis Air
Dedi memberikan ultimatum tegas untuk menghentikan penyedotan air ilegal oleh PDAM dan swasta yang menyebabkan kekeringan di kaki gunung, memprioritaskan kebutuhan air warga lokal untuk konsumsi dan pertanian.
Pemprov Jabar membersihkan izin wisata yang disalahgunakan, membatasi pembangunan melebihi kuota lahan. Sebanyak 50 desa penyangga TNGC dijadikan prioritas bantuan infrastruktur dasar, dengan dana awal Rp5 juta per desa untuk pendataan kebutuhan.
Luas total Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) mencapai 14.841,30 hektar, yang menjadi dasar program reboisasi Gubernur Dedi Mulyadi
Program pemulihan ekosistem belum menyebutkan luas area spesifik yang akan direboisasi secara baru, tetapi fokus pada zona rehabilitasi seluas 3.914,62 hektar yang sudah ada untuk pemulihan lahan rusak.
Sebelumnya, upaya pemulihan telah mencapai sekitar 5.123 hektar (67% dari target saat itu), termasuk revitalisasi 50% dari 7.728 hektar lahan terbuka pasca-kebakaran. **






