Menu

Mode Gelap

Headline

Warga Desa Sebani Geruduk DPRD Jombang, Ana Abdilah Desak Pemkab agar Peduli kepada Korban Kekerasan Wanita dan Anak

badge-check


					Keluarga korban PRA, 18, gadis Sebani yang menjadi korban kekerasan. Mereka 
membentangkan spanduk untuk meminta keadilan kepada pemerintah, khususnya kaum wanita anak yang menjadi korban kekerasan, dalam aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Jombang, Selasa 25 Februari 2025. Tangkap Layar Video Instagram@jombanginformasi_ Perbesar

Keluarga korban PRA, 18, gadis Sebani yang menjadi korban kekerasan. Mereka membentangkan spanduk untuk meminta keadilan kepada pemerintah, khususnya kaum wanita anak yang menjadi korban kekerasan, dalam aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Jombang, Selasa 25 Februari 2025. Tangkap Layar Video Instagram@jombanginformasi_

Penulis: Wibisono  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG- Ratusan warga desa Sebani kecamatan Sumobito menggeruduk kantor DPRD Jombang, menuntut kepedulian dewan terhadap wanita-wanita korban kekerasan yang terjadi di wilayah Kota Santri itu, Selasa 25 Februari 2025.

Warga Desa Sebani menggelar aksi jalan kaki menuju gedung DPRD Jombang, untuk menyuarakan keprihatinan terhadap tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, khususnya setelah penemuan jasad PRA (18), seorang siswi yang ditemukan meninggal di sungai.

Ratusan warga membawa spanduk, poster, maupun sekadar kertas bertuliskan: #Nyala Untuk Putri, #Kami Bersama Putri,  adalah korban kekerasan terhadap anak dan perempuan dengan penderitaan luar biasa atas perilaku kriminal yang semakin sering terjadi di Jombang. Ujungnya Mereka mendesak pemkab agar semakin serius menangani  kekerasan terhadap kaum wanita: Stop Femisida (Pemusnahan Wanita).

 

Aksi unjuk rasa warga masyarakat Desa Sebani membawa spansuk besar bergambar PRA, 18, pelajar putri yang yang tewas mengenaskan yang jasadnya dibuang di sungai. Tangkap Layar Video Instagram@jombanginformasi_

Mereka berjalan kaki cukup rapi dikawal polisi, beberapa di antara kaum remaja wanita menebarkan kembang di sepanjang jalan tanda duka. Mereka  didampingi mahasiswa dari HMI, PMII dan Women Crisis Center (WCC)  Jombang, keluarga mendiang PRA, gadis 18 tahun yang tewas dlaam kondisi sengasara secara sia-sia.

Mereka mendesak kepda lembaga DPRD Jombang agar  mendukung dan mendesak aparat penegak hukum agar tiga pelaku yang sudah ditangkap dihukum mati.

Ana Abdilah, Ketua WCC Jombang, mengungkapkan kekecewaannya terhadap respons pemerintah daerah yang dianggap lambat dalam menangani masalah ini. Ia menekankan bahwa pihak kepolisian sangat apreciate dan gercep (gecep) dalam melakukan penanganan kasus secara serius, namun perlu aturan jelas dan responsi dari pemkab dalam menangani kasus-kasus seperti itu.

Ana Abdilah Ketua Women Crisis Centre (WCC) Jombang menegaskan bahwa aksi adalah murni keprihatinan warga Sebani atas kejadian yang menimpa PRA, 18, warga desa Sebani Sumobito yang tewas secara sadis. Tangkap Layar Video Instagram@jombanginformasi_

Aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap meningkatnya kekerasan seksual dan perlu pengesahan peraturan daerah yang melindungi perempuan dan anak.

Ana Abdilah menyerukan agar pemerintah segera mengambil tindakan konkret untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak di Jombang. Namun sejauh ini menurut Ana, kepedulian OPD kepada korban serta penanganan pasca musibah belum ada yang dilakukan.Dia menilai pihak pemerintah tidak memsuingkan persoalan itu.

Bahkan sampai saat ini beluma da satu pun dari pihak pemkab Jombang sekadar menyampaika bela sungkawa atas peristiwa yang menimpa PRA. Demikian juga pihak keluarga pelaku pun tidak d=ada satu yang datang meminta maaf kepada keluarga korban yang sampai saat masih mengalami trauma.

Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh warga Desa Sebani di depan DPRD Jombang menuntut beberapa hal konkret terkait meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Berikut adalah tuntutan utama dari aksi tersebut:

  • Warga meminta agar pemerintah daerah dan kepolisian meningkatkan upaya untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi perempuan dan anak di wilayah mereka.

  • Tuntutan untuk segera mengesahkan peraturan daerah yang melindungi hak-hak perempuan dan anak dari kekerasan.

  • Warga mendesak agar pihak berwenang mengambil tindakan tegas terhadap pelaku kekerasan, termasuk dalam kasus pembunuhan yang baru-baru ini terjadi.

Ana Abdilah, sebagai Ketua Women Crisis Center (WCC) Jombang, menekankan pentingnya respons cepat dari pemerintah daerah dan kepolisian dalam menangani masalah ini, serta perlunya dukungan sosial bagi korban kekerasan.

Ketua DPRD Jombang, Hadi Atmaji menemui masa aksi dan melakukan berdialog dengan pada pengunjuk rasa. Hadi mendengarkan tuntutan dan aspirasi yang disampaikan terkait perlindungan perempuan dan anak serta penanganan kasus kekerasan yang terjadi di wilayah tersebut. **

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Narkoba Tak Ada Matinya, Polisi Ungkap Ban Serep Pajero Diangkut Towing Berisi 26,7 Kg Sabu di Cleungsi

21 Maret 2026 - 11:54 WIB

Simpan Bahan Mercon di Bawah Rice Cooker, Bocah 9 Tahun Tewas Dua Lainnya Luka-luka di Semarang

21 Maret 2026 - 11:18 WIB

Satu Rumah Rata Tanah Akibat Ledakan Mercon Jumbo di Pekalongan, 9 Remaja Diangkut ke Rumah Sakit

21 Maret 2026 - 10:57 WIB

Empat Jam Macet Toral, Akibat Gapura Selamat Datang Purwodari Ambruk Diterjang Hujan dan Angun Kencang

20 Maret 2026 - 22:39 WIB

Demi Keselamatan, Dedi Mulyadi Liburkan 159 ‘Sapu Koin’ dengan Kompensasi Rp 600.000/Orang

20 Maret 2026 - 20:20 WIB

Menara Telekomunikasi Milik PT DMT di Masjid Al-Jabbar Bandung Roboh Diterpa Angin Kencang

20 Maret 2026 - 18:43 WIB

Semula akan Diedarkan Saat Lebaran, Polisi Cirebon Ringkus Pencetak Uang Palsu Rp 12 Miliar

20 Maret 2026 - 13:48 WIB

Suami Istri Warga Siwalankerto Mudik ke Ngawi Tertemper KA di Baron Nganjuk, Istri Meninggal Dunia

20 Maret 2026 - 12:21 WIB

Maung Mobil Dinas Presiden Prabowo Anti Peluru Rp 1 M, Mobil Dinas Gubernur Kaltim Rp 8,5 Miliar

20 Maret 2026 - 11:34 WIB

Trending di News