Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Viral Wapres Gibran Coba Rice Transplanter di Ngawi, Gerak Maju atau Mundur?

badge-check


					Video Wapres Gigran mencoba mesin tanam padi baru Rice Transplanter di Ngawi. Dalam video itu Gibran menjalankan mesin dengan berjalan maju,  bukan mundur seperti video pembandingnya. Karena berjalan maju, tanaman bibit padinya terinjak. Tangkap layar video X@kangmanto123 Perbesar

Video Wapres Gigran mencoba mesin tanam padi baru Rice Transplanter di Ngawi. Dalam video itu Gibran menjalankan mesin dengan berjalan maju, bukan mundur seperti video pembandingnya. Karena berjalan maju, tanaman bibit padinya terinjak. Tangkap layar video X@kangmanto123

Penulis: Yusran Hakim   |     Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, NGAWI – Wakil Presiden Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, viral setelah mengunggah video saat mencoba mesin tanam padi modern di desa Gempel, Ngawi, Jawa Timur, pada 24 Mei 2025.

Dalam video tersebut, Gibran terlihat mendorong mesin tanam padi sambil berjalan maju di sawah, berbeda dengan metode tradisional yang biasanya berjalan mundur untuk menghindari menginjak tanaman baru.

Karena unggahan video menanam padi menggunakan mesin itu berjalan maju, netizen pun kemudian memberik komentar: Tanam padi maju, malah benihnya keinjaj! Ini kemudian yang urusannya tanam padi ini menjadi viral di berbagai platform media sosial.

Bahkan pemilik akun X(Twitter)@kangmanto124 (Manto Gudowo SK) menambah keterangan, Fitifafa: Ini Termasud (k) pinter apa bodoh? Ia unggah dua video perbandingan antara cara tanam yang dilakukan oleh Wapres Gibran dengan cara berjalan maju, sementara satu video pembandingya tiga petani menggunakan alat yang sama, berjalan mundur.

Pertanyaannya? Apakah menanam padi menggunakan alat tanam Raice Transplantar itu harus berjalan maju apa mundur?

Mesin yang digunakan adalah Rice Transplanter, alat modern yang secara otomatis menanam bibit padi dengan presisi tinggi dari persemaian ke lahan sawah. Mesin ini memang dirancang untuk berjalan maju saat menanam, sehingga operator tidak perlu berjalan mundur seperti metode manual.

Rice Transplanter menanam bibit langsung ke tanah dengan sistem mekanis yang menjaga tanaman tetap utuh meskipun operator berjalan maju di sampingnya. Metode ini meningkatkan efisiensi dan kecepatan kerja di lapangan serta mengurangi beban kerja manual petani.

Video ini mendapat beragam reaksi dari netizen, ada yang mempertanyakan cara kerja mesin karena berbeda dari kebiasaan tradisional, namun penjelasan resmi dari Kementerian Pertanian dan kanal YouTube pertanian mendukung penggunaan alat ini sebagai teknologi yang lebih efisien dan modern dalam penanaman padi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari kunjungan kerja resmi Wapres Gibran ke Ngawi untuk meninjau proses tanam padi dan menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung petani agar target swasembada pangan tercapai.

Mesin tanam padi modern seperti rice transplanter tidak harus dijalankan dengan cara berjalan mundur. Justru, mesin rice transplanter dirancang untuk berjalan maju saat menanam bibit padi di sawah.

Operator biasanya berjalan di belakang mesin sambil mengarahkannya maju secara perlahan, dan mesin secara otomatis menancapkan bibit padi ke tanah sesuai jarak dan kedalaman yang telah diatur.

Prinsip kerja mesin rice transplanter adalah menancapkan bibit padi menggunakan garpu penanam secara teratur sesuai pergerakan roda mesin. Mesin ini bekerja pada lahan berlumpur dan bibit padi yang sudah disemai dipotong dan diletakkan di rak khusus pada mesin, lalu mesin akan berjalan maju menanam bibit tersebut secara seragam.

Jadi, anggapan bahwa mesin tanam padi harus dijalankan dengan berjalan mundur adalah tidak benar. Mesin ini memang didesain untuk berjalan maju agar proses penanaman lebih efisien dan rapi, berbeda dengan cara manual tradisional yang biasanya berjalan mundur untuk menghindari menginjak tanaman baru. **

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Membuka dan Menutup Muktamar ke 35, Presiden Prabowo Terima KTA NU dari KH Miftachul Akhyar

31 Agustus 2026 - 21:24 WIB

Harga BBM Pertamax Diramal Naik Rp300—Rp550 pada September 2026

31 Agustus 2026 - 19:05 WIB

IDI Usul ke Menkes Standar Gaji Dokter hingga Rp110 Juta

31 Agustus 2026 - 16:24 WIB

Komdigi Larang Sisa Kuota Internet Hangus, Tetapkan Tanggal Berlaku

31 Agustus 2026 - 16:02 WIB

Tidak Ada Saksi, Posko DPP GRIB Milik Hercules Tibatiba Terbakar!

31 Agustus 2026 - 12:54 WIB

Diduga Tak Kuat Tahan Beban Jembatan Gantung Anjlok, Saat Dilewati Bupati Pangandaran Bersama 50 Orang

31 Agustus 2026 - 11:56 WIB

Terpilih Jadi Ketum PB NU, KH Abdul Halim Mahfudz Tanda Tangan Fakta Integritas

31 Agustus 2026 - 10:49 WIB

KH Nurul Huda Djazuli Pimpin AHWA: Putuskan KH Miftachul Akhyar Kembali Duduki Rais Aam PB NU 2026-2031

31 Agustus 2026 - 00:23 WIB

Bahar Smith Tantang Duel Hercules: Memperkusut Kasus Hukum Tewasnya Bambang Setiawan

30 Agustus 2026 - 20:58 WIB

Trending di News