Penulis: Yoli Andi Purnomo | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWW.COM, JEMBER– Hingga 2 Januari 2026, kasus minum arak oplosan di Jember menyebabkan enam meninggal dunia secara tidak bersamaan. Pesta miras itu terjadi di warung gazebo Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, pada Sabtu 27 Desember 2025.
Delapan orang, termasuk tujuh pria dan satu wanita, mengonsumsi sekitar 25 botol arak oplosan mulai pukul 16.00 WIB.
Polres Jember telah menyita sisa 25 botol arak oplosan dari lokasi pesta di Warung Gazebo, Patrang, dan sedang mengecek kandungannya di laboratorium untuk zat berbahaya penyebab overdosis.
Diduga mengandung etil alkohol (etanol) dicampur sirup atau bahan lain seperti Marimas, berdasarkan keterangan awal saksi.
Hingga 2 Januari 2026, hasil lab belum dirilis; penyebab kematian sementara disebut overdosis miras jenis arak yang dibawa peserta pesta.
Polres Jember menyita sisa miras, olah TKP, dan uji laboratorium zat beracun di minuman tersebut. Kapolres AKP Angga Riatma menyatakan sedang telusuri sumber arak oplosan dari keterangan saksi dan pemilik warung.
“Ada delapan orang yang ikut dalam pesta minuman keras itu. Empat orang dinyatakan meninggal dunia dan sisanya masih dirawat di rumah sakit,” ujarnya pada 29 Desember 2025.
Ia menambahkan polisi akan periksa asal minuman, kandungannya, dan lakukan razia intensif jelang Tahun Baru untuk cegah kejadian serupa.
Kronologi Lengkap
-
27 Desember 2025, pukul 16:00 WIB: Delapan orang (7 pria, 1 wanita) tiba di Warung Gazebo, Kelurahan Jember Lor/Patrang, membawa 25 botol arak oplosan dan mulai pesta hingga dini hari.
-
28 Desember 2025 malam: Dua korban pertama meninggal: MR/Mery Novitasari (30, wanita, Gebang Patrang) dan PT (Babinsa Sumbersari, pria).
-
29 Desember 2025 pagi: Dua korban menyusul: AM (pria, Kaliwates) dan SN/ST/Susanto (40, pria, Gebang Patrang).
-
30 Desember 2025 malam: Korban kelima dan keenam: SL dan MM meninggal di RSD dr Soebandi setelah dirawat intensif.Polisi menyita sisa miras, identifikasi korban dilakukan, dan empat korban awal dirawat tapi dua bertahan. Kasus diduga overdosis oplosan.






