Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWW.COM, BANGKALAN- Inilah aksi sepak bola paling brutal di awal 2026. Terjadi pada saat pertandingan Liga 4 Jatim antara Perseta 1970 Tulungagung melawan Putra Jaya Pasuruan.
Dalam perebutan bola di dekat garis tengah, pemain Putra Jaya bernama Muhammad Hilmi (jersey kuning) melayangkan tendangan keras ke dada pemain Perseta, Firman Nugraha (jersey hijau), hingga korban terkapar dan perlu ditandu keluar untuk mendapat perawatan medis.
Firman Nugraha sempat dibawa ke ambulans dan rumah sakit untuk pemeriksaan setelah dadanya terlihat memar akibat pul sepatu lawan.
Pelatih Perseta kemudian memastikan Firman dalam kondisi sehat dan sudah kembali bergabung dengan tim usai insiden tersebut.
Wasit langsung memberikan kartu merah kepada Muhammad Hilmi karena tindakan yang dinilai sebagai kekerasan jelas, bukan sekadar tekel terlambat.
Komisi Disiplin PSSI Jatim disebut menyiapkan hukuman berat, meski detail hukuman tambahan untuk Hilmi belum dipublikasikan saat insiden ini pertama kali ramai diberitakan.
Saat insiden terjadi, Perseta 1970 Tulungagung sudah unggul jauh; laporan menyebut skor akhir laga menjadi 7–2 untuk Perseta.
Beberapa pemain Perseta sempat bereaksi emosional dan mengejar Hilmi, tetapi rekan-rekan dari Putra Jaya menenangkan situasi dan menjauhkan Hilmi dari kerumunan untuk mencegah keributan meluas.
Rekaman insiden berasal dari siaran langsung di kanal YouTube PSSI Jawa Timur dan kemudian dipotong menjadi cuplikan pendek yang ramai beredar di media sosial.
Publik banyak mengecam aksi tersebut sebagai tindakan tidak sportif dan membahayakan nyawa, sekaligus mendorong agar kompetisi amatir dan semi-profesional diawasi lebih ketat soal disiplin pemain.
Kalau Anda ingin, bisa dijelaskan juga regulasi resmi soal kekerasan dalam Laws of the Game dan jenis hukuman yang biasanya dijatuhkan untuk insiden seperti ini. **






