Menu

Mode Gelap

Headline

Teguh Gunarko: Korban Keracunan MBG di Mojokerto Membengkak Jadi 349 Orang

badge-check


					Jumlah korban keracunan soto ayam MBG di Mojokerto  hingga Senin, 12 Januri 2026, membengkak menjadi 349 orang.  Dapur produksi Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 yang operasionalnya dihentikan sementara berada di Dusun Rejeni, Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo. Foto: Instagram@kabatredepanmojokerto
Perbesar

Jumlah korban keracunan soto ayam MBG di Mojokerto hingga Senin, 12 Januri 2026, membengkak menjadi 349 orang. Dapur produksi Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 yang operasionalnya dihentikan sementara berada di Dusun Rejeni, Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo. Foto: Instagram@kabatredepanmojokerto

Penulis: Gandung Kardiyono  |   Editor: Priyo Suwarno

KREDNONEWS.COM, MOJOKERTO- Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mojokerto, Teguh Gunarko, menyatakan data jumlah korban keracunan MBG mencapai 349 orang per Senin, 12 Januari 2026.

Ia mengungkapkan rincian ini berdasarkan laporan dari 13 fasilitas kesehatan di wilayah Kutorejo, Pacet, dan sekitarnya.

Data tersebut dikumpulkan dari rumah sakit seperti RSUD Prof dr Soekandar (42 orang dirawat), RS Sumberglagah (27 orang), serta puskesmas setempat, dengan 159 masih dirawat dan 190 telah pulang.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Mojokerto turut memverifikasi melalui koordinasi dengan Direktur RSUD Prof dr Soekandar, dr Gigih Setijawan.

Teguh Gunarko menyampaikan update ini pada pukul 12.00 WIB hari yang sama, menunggu pembaruan dari RS Sumberglagah dan RSUD dr Wahidin Sudirohusodo.

Informasi serupa juga disebutkan dalam pernyataan Dinkes Pemkab, menegaskan penanganan optimal bagi korban termasuk santri, siswa, guru, dan wali murid.

Keracunan massal ini terkait menu soto ayam MBG yang disajikan untuk 2.679 porsi di sekitar 20 sekolah dan pesantren di Kecamatan Kutorejo, dengan gejala muncul sejak Jumat malam, 9-10 Januari 2026, seperti mual, muntah, pusing, demam, dan diare.

Operasional SPPG di Desa Wododadi sementara dihentikan, sementara tim gabungan dari Dinkes, Polres, dan Kodim Mojokerto melakukan investigasi.

Kasus ini melibatkan ponpes seperti Al Hidayah dan Annur, serta sekolah negeri/swasta di Desa Wododadi dan Singowangi, dengan korban mayoritas anak-anak namun juga dewasa yang membawa pulang makanan.

Sekda Mojokerto Teguh Gunarko dan Direktur RSUD Gigih Setijawan mengonfirmasi penanganan terus berlangsung.  **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Tabrak Truk di Leces Probolinggo, Masinis dan Asisten KA Blambangan Ekspress Masuk Rumah Sakit

6 Maret 2026 - 14:51 WIB

Safari Ramadan di Trenggilis, Wali Kota Pastikan Layanan Dasar Tetap Optimal

6 Maret 2026 - 11:49 WIB

21 Santri Pondok Attaubah Diduga Keracunan, Diangkut ke RS Muhhamdiyah Mojoagung Jombang

6 Maret 2026 - 01:49 WIB

Imam Bustomi Serahkan SLF kepada Manajemen RS Bhayangkara Jombang, Begini Persyaratan

5 Maret 2026 - 18:19 WIB

Pemkab Jombang Punya Beban 6.421 Anak Tidak Sekolah, Abdul Majid: Butuh Sinergi

5 Maret 2026 - 17:53 WIB

Bantuan Tunai Lansia dan Yatim: Pemkot Mojokerto Pastikan Tersalurkan Sebelum Idulfitri

5 Maret 2026 - 17:05 WIB

Bapanas Awasi Ketat Harga Daging dan Minyak Goreng di Ramadan 1447 H

5 Maret 2026 - 15:06 WIB

Lebaran 2026: Skema One Way Tol Trans-Jawa Resmi Diberlakukan

5 Maret 2026 - 14:55 WIB

Harga Energi Melonjak, Sektor Perumahan Indonesia Tertekan

5 Maret 2026 - 14:45 WIB

Trending di Nasional