Penukis: Yoli Andi Purnomo | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, PROBOLINGGO – Kereta Api (KA) Blambangan Ekspres relasi Pasar Senen–Ketapang menabrak truk gandeng bermuatan tepung di perlintasan sebidang Leces, Probolinggo, Jumat (6/3/2026) dini hari.
Insiden ini melukai masinis dan asisten masinis yang sempat terjepit, sementara penumpang dan sopir truk selamat meski mengalami luka ringan.
Dampak
Lokomotif rusak berat menyebabkan keterlambatan >60 menit bagi KA Blambangan Ekspres dan kereta lain; PT KAI sediakan service recovery.
Penyebab utama masih diselidiki Satreskrim Polres Probolinggo, dengan dugaan kelalaian sopir truk atau gangguan alat komunikasi penjaga perlintasan.
Pernyataan
Cahyo Widiantoro (Manajer Hukum PT KAI Daop 9 Jember): “Tidak ada korban jiwa, tapi masinis dan asisten luka berat. Kami imbau pengguna jalan patuhi aturan perlintasan.
AKP Safiq Jundhira (Kasatlantas Polres Probolinggo): “Truk melintas bersamaan KA lewat; penyelidikan lanjut.”
“PT KAI tekankan keselamatan perlintasan sebidang; kasus serupa pernah terjadi di Leces tahun 2018.
Kronologi
* 00.40–00.49 WIB: KA Blambangan Ekspres nomor 147 (lokomotif CC201 83 53) melaju dari arah utara (Probolinggo menuju Leces) di jalur Daop 9 Jember. Truk gandeng nopol P 8793 UG melintas dari timur ke barat di perlintasan sebidang JPL 13, Km 109+860, Desa Jorongan, Kec. Leces, sehingga terjadi tabrakan keras.
Segera pasca-tabrakan: Lokomotif ringsek parah, truk terbalik, muatan tepung berserakan. Masinis dan asisten terjepit di dalam kabin; kondektur melaporkan kejadian, kereta Berhenti Luar Biasa (BLB) di Km 109+2.
* 00.50–02.00 WIB: Petugas KAI, polisi, dan warga evakuasi korban secara darurat. Masinis dan asisten dibawa ke RSUD Probolinggo untuk perawatan intensif; sopir truk Ali Rudi Amir dimintai keterangan.
* 02.00 WIB: Lokomotif cadangan dikirim dari Stasiun Jember; rangkaian KA ditarik mundur ke Stasiun Probolinggo untuk diganti lokomotif.
* Pagi hari (06.00 WIB+): Jalur pulih, perjalanan KA normal; polisi selidiki dugaan HT petugas perlintasan rusak atau gangguan komunikasi palang pintu. Tidak ada korban jiwa di kalangan penumpang.**







