Menu

Mode Gelap

News

Speedboat Basarnas Meledak di Perairan Tidore, Tiga Orang Tewas Seorang Jurnalis TV Hilang

badge-check


					Petugas SAR telah melakukan evakuasi korban akibat meledakanya speedboat Basarnas Ternate, Minggu malam 2 Februari 2025. Tiga korban jiwa, satu jurnalis tiv hilang, tujuh luka-luka. Tangkap layar video Youtube@TVOne Perbesar

Petugas SAR telah melakukan evakuasi korban akibat meledakanya speedboat Basarnas Ternate, Minggu malam 2 Februari 2025. Tiga korban jiwa, satu jurnalis tiv hilang, tujuh luka-luka. Tangkap layar video Youtube@TVOne

Penulis: Mulawarman  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, MALUKU- Sebuah insiden tragis terjadi ketika speedboat milik Basarnas Ternate, RIB 04 Pandudewanata, meledak di perairan Gita, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, Minggu malam 2 Februari 2025.

Kejadian ini berlangsung sekitar pukul 23.40 WIT saat kapal tersebut sedang dalam misi evakuasi untuk mencari dua nelayan yang dilaporkan hilang setelah mesin mereka mati.

Dalam insiden tersebut, tiga orang dinyatakan tewas: Bharatu Mardi Hadji, seorang anggota Ditpolairud Polda Malut, serta dua personel Basarnas, Fadli M Malagapi dan M Rizki Esa. Selain itu, seorang wartawan dari Metro TV bernama Sahril Helmi masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian.

Sebanyak 11 orang berada di atas kapal saat ledakan terjadi, termasuk anggota tim SAR dan seorang wartawan. Tujuh orang yang selamat telah dievakuasi ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan medis.

Speedboat tersebut berangkat dari Pelabuhan Ahmad pada pukul 20.31 WIT dan mengalami ledakan saat mendekati Tanjung Woda di Desa Gita.

Tim SAR gabungan saat ini sedang melakukan pencarian terhadap wartawan yang hilang dan menyelidiki penyebab ledakan. Kepala Basarnas Ternate belum memberikan pernyataan resmi mengenai insiden ini, namun pihak berwenang terus berupaya mengumpulkan informasi lebih lanjut mengenai kronologi kejadian tersebut.

Kepala Basarnas Ternate, Iwan Ramdani. Ia menyampaikan informasi terkait kejadian tersebut dan kondisi para korban. Identitas korban tewas:
  1. Bharatu Mardi Hadji – Anggota Ditpolairud Polda Maluku Utara.
  2. Fadli M Malagapi – Anggota Basarnas.
  3. M Riski Esa – Anggota Basarnas.

Korban hilang atas nama Sahril Helmi – Jurnalis dari Metro TV, yang saat ini masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan. Sebanyak tujuh orang berhasil dievakuasi dan mendapatkan perawatan medis, mereka adalah:

  1. M Syahran Laturua – Kasi Ops Basarnas.
  2. Ryan Azur Ali – PNS SAR Kota Ternate.
  3. Hamja Djirun – PNS SAR Kota Ternate.
  4. Darmanto Rauf – PNS SAR Kota Ternate.
  5. Maretang – PNS SAR Kota Ternate.
  6. Bripka Irwan Idris – Anggota Dit Polairud Polda Malut.
  7. Bripda Putra Nusantara Ruslan – Anggota Dit Polairud Polda Malut

Pencarian terhadap Sahril Helmi terus dilakukan, dan pihak berwenang sedang menyelidiki penyebab ledakan speedboat tersebut. Kronologi peristiwa meledaknya speedboat milik Basarnas Ternate di perairan Gita, Kota Tidore Kepulauan pada malam 2 Februari 2025 adalah sebagai berikut:

Speedboat RIB 04 Pandudewanata berangkat dari Pelabuhan Ahmad pada pukul 20.31 WIT. Kapal tersebut sedang dalam misi evakuasi untuk mencari dua nelayan yang dilaporkan hilang setelah mesin mereka mati.

Tim SAR yang terdiri dari anggota Basarnas dan Ditpolairud Polda Malut menuju lokasi pencarian di perairan Gita.

Sekitar pukul 23.40 WIT, saat speedboat mendekati Tanjung Woda di Desa Gita, kapal mengalami ledakan yang mengakibatkan kerusakan parah dan menyebabkan beberapa penumpang terlempar ke laut.

Dalam insiden tersebut, tiga orang dinyatakan tewas, yaitu Bharatu Mardi Hadji, Fadli M Malagapi, dan M Riski Esa. Seorang jurnalis bernama Sahril Helmi dinyatakan hilang dan sedang dalam pencarian. Sebanyak tujuh orang berhasil dievakuasi dan dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan medis.

Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian terhadap Sahril Helmi dan melakukan investigasi lebih lanjut mengenai penyebab ledakan speedboat.

Insiden ini menjadi perhatian serius bagi pihak berwenang dan masyarakat, mengingat pentingnya keselamatan dalam operasi pencarian dan penyelamatan di perairan.

Selain itu, Kombes Azhari Juanda, Direktur Polisi Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Maluku Utara, juga memberikan keterangan mengenai insiden tersebut, termasuk status pencarian terhadap jurnalis yang hilang, Sahril Helmi.**
Related
Facebook Comments Box

Baca Lainnya

AMPB Kerahkan 3.000 Demo ke Polres Pati, Kapolres: Pintu Dialog Terbuka Lebar

12 Mei 2026 - 22:15 WIB

Dari Nilai Minus 5 hingga Permintaan Maaf & Beasiswa ke Tiongkok dari MPR untuk Yosepha Alexandra

12 Mei 2026 - 21:25 WIB

Rata-rata Masa Tunggu Kerja Lulusan SMK Jatim Hanya 3 Bulan

12 Mei 2026 - 19:10 WIB

Kementan Sebut MBG Bikin Peternakan Ayam Makin Banyak

12 Mei 2026 - 18:54 WIB

Ruang Kelas MIM Karanganyar Ambruk Guru dan 7 Siswa Lukaluka, Usia Bangunan 47 Tahun

12 Mei 2026 - 17:22 WIB

50 Siswa Kelas IV SD/MI Jombang Berlaga dalam Ajang Lomba Bertutur 2026

12 Mei 2026 - 15:26 WIB

Rekor Pecah Sejak RI Merdeka 1US Dolar Sentuh Rp17.520, Pemerintah Tampak Tenang Tidak Tumbang!

12 Mei 2026 - 13:18 WIB

Gus Thuba Deklarasikan Yakusa Meneges di Kediri, Ternyata Ini Maknanya

12 Mei 2026 - 12:18 WIB

Bawa Bondet dan Celurit, Babinsa Grati Ringkus Satu dari Tiga Pelaku Curanmor di Depan SDN 1 Kalipang

11 Mei 2026 - 22:30 WIB

Trending di News