Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, SEMARANG- Terjadi ledakan ledakan di kampung Pondok, Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, terjadi pada Jumat (20/3/2026) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.
Ledakan keras mengguncang rumah warga, diduga akibat bahan petasan yang disimpan di bawah rice cooker untuk persiapan takbir keliling Lebaran Idul Fitri 2026.
Warga sekitar terbangun dan berhamburan mencari sumber ledakan, sementara polisi cepat memasang garis polisi untuk penyelidikan.
Kapolsek Gayamsari, Kompol Yuna Ahadiyah, menerima laporan awal via aplikasi layanan masyarakat.
Akibat ledakan itu, seorang anak laki-laki berusia 9 tahun (inisial GL atau GI/Gilang) meninggal dunia di ruang tengah, ditemukan di bawah meja makan dengan luka berat.
Dua orang lainnya luka-luka: Rela (25) dan Rondiyah (50), sementara rumah mengalami kerusakan parah dengan atap genteng ambrol, langit-langit ruang tengah runtuh, dan kaca rumah sekitar pecah.
Pusat ledakan diduga akibat bahan petasan yang disimpan di rumah menjadi penyebab utama, menurut Ketua RW 9, Ahmad Rifa’i. Polisi masih menyelidiki lebih lanjut untuk konfirmasi resmi.
Kapolsek Gayamsari, Kompol Yuna Ahadiyah, menjadi perwira polisi yang pertama kali disebut menangani kasus ledakan di Kampung Pondok, Tambakrejo, Gayamsari, Semarang.
Tim Inafis dari Polrestabes Semarang turun ke lokasi untuk olah TKP dan evakuasi jenazah korban.
Kasubdit Fiskomfor Labfor Polda Jateng, AKBP Totok Tri Kusuma, memberikan keterangan awal terkait dugaan penyebab ledakan dari petasan.
Kronologi
-
01.00-01.10 WIB: Ledakan keras mengguncang rumah warga di Kampung Pondok RW 09; diduga bahan petasan di bawah rice cooker untuk takbiran Lebaran Idul Fitri 2026 meledak.
-
Segera setelah ledakan: Warga sekitar terbangun oleh suara dahsyat, berhamburan keluar rumah, dan mengerumuni lokasi; jeritan terdengar dari dalam rumah.
-
Beberapa menit kemudian: Warga temukan kondisi rumah hancur—atap genteng ambrol, langit-langit ruang tengah runtuh, kaca rumah sekitar pecah; korban Gilang (9 tahun) ditemukan tewas di bawah meja makan ruang tengah.
-
Pagi hari (sekitar 01.30 WIB): Polisi Polsek Gayamsari terima laporan via aplikasi; Kapolsek Kompol Yuna Ahadiyah pimpin respons awal, pasang garis polisi, dan lakukan olah TKP bersama Inafis Polrestabes Semarang.
-
Selanjutnya: Jenazah Gilang dievakuasi untuk otopsi; dua korban luka (Rela 25 tahun, Rondiyah 50 tahun) dirawat; Labfor Polda Jateng (AKBP Totok Tri Kusuma) selidiki penyebab pasti, sementara Ketua RW 9 Ahmad Rifa’i konfirmasi dugaan petasan. **







