Penulis: Yusran Hakim | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, JAKARTA– Akun Instagram @roysakti mengunggah klaim bahwa ada foto seseorang dengan persamaan sepatu yang mirip pelaku pelempar molotov di rumah influencer DJ Dony, tetapi informasi ini belum terverifikasi secara resmi.
Kasus teror terhadap DJ Dony terjadi pada 31 Desember 2025 dini hari, di mana dua pria berjas hujan terekam CCTV melempar bom molotov ke rumahnya di Jakarta. Hal ini terjadi setelah sebelumnya, DJ Dony menerima paket bangkai ayam dengan ancaman.
DJ Dony telah melaporkan ke Polda Metro Jaya dengan nomor LP/B/9545/XII/2025/SPKT, dan polisi masih dalam pendalaman motif serta pelaku.
DJ Dony, atau Ramon Dony Adam, menerima teror bertubi-tubi termasuk surat ancaman dengan foto dirinya yang digaris leher, diduga terkait konten kritiknya terhadap pemerintah.
Rekaman CCTV menunjukkan pelaku mengenakan jas hujan, tetapi detail seperti sepatu belum disebutkan dalam laporan berita utama. Kasus serupa juga dialami aktivis lain seperti Iqbal Damanik dari Greenpeace.
Polisi belum mengumumkan penangkapan pelaku hingga 3 Januari 2026, dan klaim @royskati soal identifikasi via sepatu tampaknya beredar di media sosial tanpa konfirmasi resmi. Publik menantikan perkembangan dari Polda Metro Jaya mengenai Pasal 187, 335, dan 356 KUHP yang dilaporkan.
Tuduhan Balik
Dr Firdaus Oiwobo, SH, MH, mantan pengacara untuk kasus-kasus kontroversial, bereaksi keras terhadap laporan DJ Dony dengan menuding insiden pelemparan molotov sebagai rekayasa atau “playing victim” oleh DJ Dony sendiri.
Ia menyatakan ketidakpercayaan ini melalui Instagram @m.firdausoiwobo_sh dan video YouTube, menyebut aksi tersebut sebagai skenario untuk menyerang pemerintah. Pernyataan ini memicu polemik karena muncul tak lama setelah DJ Dony melapor ke Polda Metro Jaya pada 30 Desember 2025.
Ia pernah dikaitkan dengan pembelaan tokoh seperti dalam kasus Roy Suryo, dan kini vokal menyerang kritikus pemerintah termasuk DJ Dony yang kerap mengkritik kebijakan. Respons Oiwobo, justru dikecam karena dianggap tak empati terhadap korban teror.
Banyak netizen mengecam tuduhan Firdaus sebagai misinformasi, sementara polisi tetap serius menyelidiki dengan nomor LP/B/9545/XII/2025/SPKT tanpa menyebut rekayasa. Kasus ini kini jadi sorotan di Jawa Timur dan nasional, terkait pola teror terhadap influencer kritis.
Merespon unggahan @roysakti, Oiwobo mengatakan bahwa bahwa remanan video yang diunggah itu adalah video lama, jika memang sepatu sama? “Ya silakan saja dibuktika!” kata dia dalam merespon ungahan tersebut.
DJ Dony mulai mendapat teror setelah mengkritik lambatnya penanganan bencana Sumatera dan Aceh akhir 2025, yang memicu spekulasi motif politik. Kronologi perkara berlangsung cepat dari ancaman awal hingga pelemparan molotov, dengan polisi aktif olah TKP. Berikut urutan berdasarkan laporan hingga 3 Januari 2026.
Kronologi Kasus
-
Akhir Desember 2025: DJ Dony (Ramon Dony Adam) vokal kritik penanganan banjir/gempa Sumatera-Aceh di Instagram dan TV, sebut respons pemerintah tak maksimal plus soroti utang PLN Rp711T dan sawit Papua.
-
Serentak, influencer Aceh Sherly Annavita juga kena teror serupa usai kritik sama.
Rangkaian Teror
-
29 Desember 2025: Terima paket bangkai ayam leher terpotong + surat ancaman kaleng dengan foto dirinya digaris merah, tulis “lo mati bocah”.
-
30 Desember 2025: Eskalasi ancaman via medsos dan vandalisme kendaraan.
-
31 Desember 2025 dini hari: Dua pria berjas hujan lempar bom molotov ke rumahnya di Jakarta; CCTV rekam aksi, api padam cepat tapi kaca pecah.
Respons dan Penyelidikan
-
30-31 Desember 2025: DJ Dony laporkan ke Polda Metro Jaya (LP/B/9545/XII/2025/SPKT), tuding Pasal 187, 335, 356 KUHP.
-
31 Desember 2025 malam: Polisi olah TKP, sita pecahan molotov, sumbu, surat ancaman; periksa Donny, istri, PRT.
-
1 Januari 2026: Polemik muncul saat Firdaus Oiwobo tuding rekayasa; DJ Dony balas sebut pelaku pengecut.
-
3 Januari 2026: Penyelidikan lanjut, belum ada penangkapan; publik soroti pola teror aktivis kritis. **






