Menu ✖

Otomatis
Breaking News

News

Satgas PKH Jatuhkan Sanksi Denda Rp 500 M Perusahan Tambang Nikel Milik Gubernur Sherly Tjoanda

badge-check

Sagas PKH tak segan menjatuhkan sanksi denda dan menyegel PT Karya Wijaya, milik keluarga gubernur Maluku, Sherly Tjoanda. Foto: Instagram@wartaekonomi Perbesar

Sagas PKH tak segan menjatuhkan sanksi denda dan menyegel PT Karya Wijaya, milik keluarga gubernur Maluku, Sherly Tjoanda. Foto: Instagram@wartaekonomi

Penulis: Mulawarman  |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, MALUKU– Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) yang dipimpin Menhan Sjafrie Sjamsoeddin semakin unjuk gigi. Sejumlah tambang ilegal di Maluku Utara disegel, termasuk milik Gubernur Malut Sherly Tjoanda dan pengusaha tambang sekaligus bos Malut United, David Glen Oei.

PT Karya Wijaya milik Sherly dijatuhi denda Rp500 miliar karena beroperasi tanpa izin dasar, sementara PT Mineral Trobos milik David masih menunggu perhitungan denda.

Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) di bawah kepemimpinan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin memang menunjukkan hasil signifikan dalam menindak tambang ilegal di kawasan hutan. Operasi terbaru di Maluku Utara menyegel beberapa tambang nikel ilegal, termasuk yang terkait tokoh publik.

Satgas PKH dibentuk berdasarkan Perpres Nomor 5 Tahun 2025 untuk merebut kembali kawasan hutan dari aktivitas ilegal seperti tambang dan sawit. Sejak Januari 2025, satgas ini telah mengembalikan lebih dari 3,25 juta hektare lahan dan menargetkan 4,2 juta hektare tambang ilegal hingga Agustus 2025.
Kasus di Maluku Utara

PT Karya Wijaya (milik Gubernur Malut Sherly Tjoanda Laos) disegel karena beroperasi tanpa izin dasar (PPKH); denda Rp500 miliar sudah ditetapkan.

PT Mineral Trobos (milik David Glen Oei, pemilik Malut United) juga disegel; perhitungan denda masih berlangsung karena potensi kerugian negara.
Penegakan hukum ini memasang plang penguasaan kembali oleh RI dan bagian dari sinergi lintas kementerian.​

Aksi ini menegaskan komitmen pemerintah Prabowo untuk lindungi hutan sebagai aset negara, dengan pendapatan denda triliunan rupiah sudah diserahkan. Kasus serupa melibatkan perusahaan besar seperti PT Weda Bay, yang kena denda hingga Rp43 triliun.

Sherly sebelumnya membantah tuduhan konflik kepentingan terkait kepemilikan tambang, menegaskan semua izin sudah ada sebelum ia menjabat gubernur dan dilaporkan di LHKPN.

Ia menyatakan gubernur tidak punya wewenang mengeluarkan atau melindungi izin tambang ilegal, hanya berperan sebagai pengawas yang melapor ke kementerian terkait pelanggaran lingkungan.

Kasus penyegelan PT Karya Wijaya karena tanpa PPKH dan denda Rp500 miliar belum memunculkan tanggapan langsung dari Sherly di berita terbaru, berbeda dengan responsnya pada isu sebelumnya yang menjanjikan kompensasi bagi masyarakat terdampak. David Glen Oei dari PT Mineral Trobos juga belum beri keterangan publik.​

PT Karya Wijaya adalah perusahaan tambang nikel yang beroperasi di Pulau Gebe, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, dengan luas konsesi sekitar 1.145 hektare.

Sherly Tjoanda Laos, Gubernur Maluku Utara, tercatat sebagai pemegang saham mayoritas (71%) sejak akhir 2024, menggantikan mendiang suaminya Benny Laos; ketiga anaknya juga pegang saham minoritas.

Perusahaan ini bagian dari grup PT Bela Group yang terkait keluarga Sherly, termasuk entitas lain seperti PT Bela Kencana Nikel.

PT Karya Wijaya disegel Satgas PKH Februari 2026 karena beroperasi tanpa Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH), belum bayar jaminan reklamasi, dan tak punya izin jetty, sehingga kena denda Rp500 miliar atas kerugian negara.

Aktivitasnya sejak Agustus 2025 diduga picu deforestasi, pencemaran air laut (berubah kecoklatan), dan rusak mangrove, plus sengketa wilayah dengan PT FBLN di PTUN. JATAM soroti konflik kepentingan karena Sherly sebagai gubernur berperan awasi tambang di wilayahnya sendiri. **

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Smelting Kembali Raih Penghargaan CSR Award 2026 ADINKES, Atas Dedikasi dalam Pencegahan dan Pengendalian Tuberkulosis

6 Nov 2026 - 13:07 WIB

Smelting Kembali Raih Penghargaan CSR Award 2026 ADINKES, Atas Dedikasi dalam Pencegahan dan Pengendalian Tuberkulosis

Status Siaga III, Semeru Erupsi Semburkan Awan Panas 700 Meter

6 Nov 2026 - 12:00 WIB

Status Siaga III, Semeru Erupsi Semburkan Awan Panas 700 Meter

Dua Gempa 5 dan 5.2 Magnetudo Guncang Bali, BPBD: Belum Ada Laporan Dampak

6 Nov 2026 - 11:37 WIB

Dua Gempa 5 dan 5.2 Magnetudo Guncang Bali, BPBD: Belum Ada Laporan Dampak

Wabup Gresik Ingatkan Pengawasan Perubahan Data SIPD dalam Penyusunan APBD 2027

6 Nov 2026 - 08:29 WIB

Wabup Gresik Ingatkan Pengawasan Perubahan Data SIPD dalam Penyusunan APBD 2027

Smelting Raih Penghargaan Gubernur Jatim Karena Lestarikan Ekosistem Mangrove

6 Nov 2026 - 08:27 WIB

Smelting Raih Penghargaan Gubernur Jatim Karena Lestarikan Ekosistem Mangrove

Satresnarkoba Polres Gresik Tangkap Residivis Kurir Sabu, 57,96 Gram

6 Nov 2026 - 08:24 WIB

Satresnarkoba Polres Gresik Tangkap Residivis Kurir Sabu, 57,96 Gram

Hadi Atmaji: DPRD Jombang Siapkan Pansus, Kawal RPJMD dan LP2B

5 Nov 2026 - 13:27 WIB

Hadi Atmaji: DPRD Jombang Siapkan Pansus, Kawal RPJMD dan LP2B

Jombang Raih Penghargaan Nasional ATM Award di Bandung, Hexawan: Dilaksanakan Hingga ke Desa

5 Nov 2026 - 08:30 WIB

Jombang Raih Penghargaan Nasional ATM Award di Bandung, Hexawan: Dilaksanakan Hingga ke Desa

Bidik Pasar Indonesia Timur, SIG Pasok Bata Interlock Presisi untuk Sunrise City Maros

5 Nov 2026 - 07:43 WIB

Bidik Pasar Indonesia Timur, SIG Pasok Bata Interlock Presisi untuk Sunrise City Maros
Trending di Nasional