Menu

Mode Gelap

News

Rocky Gerung: Membaca Buku Adalah Bahan Bakar Debat

badge-check


					Rocky Gerung: Membaca Buku Adalah Bahan Bakar Debat Perbesar

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, JAKARTA- Jurnalis senior Kompas TV, Rosi Magdalena Silalahi, menguji keyakinan intelektual Rocky Gerung lewat pertanyaan yang kerap muncul di publik.

Ia menyinggung label “sok tahu” yang sering dilekatkan pada Rocky, terutama karena latar belakangnya sebagai filsuf dan akademisi dengan bacaan luas.

“Bang, abang pernah nggak merasa bahwa dengan semua buku yang abang baca, abang merasa lebih pintar daripada yang lain, jadi agak sok tahu gitu?” kata Rosi sebulan lalu di Instagramnya.

Rocky menjawab dengan gaya lugas dan reflektif. Menurutnya, orang yang membaca banyak buku memang wajar memiliki rasa percaya diri.

Ia menambahkan, keberanian menguji ide lewat debat, “Iya, harus begitu. Kan kalau Anda nggak posting itu, bagaimana Anda uji kepinteranmu?” ujarnya.

“Kalau Anda nggak berani minta orang debat, head-on itu harus, tapi dipikiran itu. Kan itu dasarnya supaya dialektika jalan. Saya kasih contoh misalnya.” begitu kata Rocky menjelaskan

Rocky lalu menyinggung perpustakaan pribadinya di Puncak, di ketinggian 800 meter, yang pernah dikunjungi Prabowo Subiyanto sebelum menjadi presiden.

Prabowo kala itu menyoroti koleksi buku Rocky, mulai dari karya Francis Fukuyama hingga Das Kapital tiga jilid, dan memberi komentar detail yang menurut Rocky mencerminkan sosok “kutu buku” sejati.

Tak lama kemudian, Gibran Rakabuming juga datang melihat rak yang sama, namun tanpa memberi tanggapan.

“Ada seseorang datang ke tempat saya namanya Gibran, serius, ada beritanya. Dia lihat hal yang sama itu, dan dia nggak komentar apa-apa,” tegas Rocky.

Ia menutup kisah dengan metafora yang memancing tawa sekaligus refleksi: “Di situ Anda bisa bedakan. Mana kutu buku, TERSEBUT mana kutu loncat.”

Bagi Rocky, kepercayaan diri intelektual bukanlah sikap “sok pintar”, melainkan energi dialektika agar gagasan terus diuji, argumen tetap hidup, dan budaya debat menjadi ruang pertumbuhan intelektual.***

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bawa Alat Canggih, Gubernur Aceh Datangkan Tim China Bantu Pencarian Korban Hilang

7 Desember 2025 - 22:37 WIB

Camat Plandaan Lia Aprilianna Bersama Tim Puskemas Berantas Sarang Nyamuk di Desa Jatimlerek

7 Desember 2025 - 21:46 WIB

18 Kelompok Jaranan Dor Meriahkan Acara Car Free Day, Kirab dari Alun-alun Hingga Sentra Kuliner Jombang

7 Desember 2025 - 21:09 WIB

Netizen Ingatkan Bencana, Gubernur Jateng Hentikan Seluruh Aktivitas Tambang di Gunung Slamet

7 Desember 2025 - 20:41 WIB

Rumah Saya Hancur Pak! Presiden Prabowo Kunker ke Bireuen Bebaskan KUR Petani Korban Banjir Bandang

7 Desember 2025 - 18:09 WIB

Celios Menghitung Kerugian Banjir Bandang Sumut, Sumbar dan Aceh Rp 68,67 Triliun

7 Desember 2025 - 17:38 WIB

Polisi Madiun Bongkar Pengemasan Ribuan Rokok Tanpa Cukai

7 Desember 2025 - 16:22 WIB

Satgas Terpadu Gagalkan Penyelundupan Bubuk Nikel Murni di Bandara IWIP Maluku Utara

6 Desember 2025 - 17:58 WIB

Pria Musafir dari Probolinggo Ditemukan Meninggal dalam Kamar Mandi Masjid Sabilillah Mlajah Bangkalan

6 Desember 2025 - 17:12 WIB

Trending di Headline