Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga
KREDONEWS.COM, JAKARTA- Aktor senior Ray Sahetapy berpulang. Kabar duka ini pertama kali diumumkan melalui unggahan di akun Instagram anaknya,
“Selamat jalan, Ayah! @raysahetapy. We always cherish the memories of our time with you. ❤️ Titip salam cinta dan kangen ke kak Gisca! 🤍,” tulis Surya Sahetapy di akun Instagramnya, Senin (1/4/2025).
Hingga saat ini, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai penyebab wafatnya aktor berusia 68 tahun tersebut. Namun, pada tahun 2023, ia sempat menjalani perawatan di rumah sakit akibat stroke.
Saat itu, kondisi Ray Sahetapy dikabarkan tidak mampu berdiri sendiri dan memerlukan bantuan. Stroke yang dialaminya disebabkan oleh penyumbatan di pembuluh darah otaknya.
“Terkena stroke, ada penyumbatan di pembuluh darah otaknya,” kata anaknya, Rama, Senin (7/8/2023).
Bila benar apa yang disampaikan oleh Rama, bahwa Ray mengudap stroke disertai penyumbatan darah, maka penyakit yang diderita Ray adalah Stroke Iskemik:
Berikut ini Penyebab, Gejala, dan Tanda Peringatan, Stroke Iskemik dikutip dari my.clevelandclinic
Apa Itu Stroke Iskemik?
Stroke iskemik terjadi ketika aliran darah ke otak terhambat oleh gumpalan darah. Kondisi ini merupakan keadaan darurat medis yang dapat mengancam jiwa. Jika Anda atau seseorang di sekitar Anda mengalami gejala stroke, segera hubungi layanan darurat. Penanganan yang cepat dapat meningkatkan peluang keselamatan dan pemulihan.
Gejala Stroke Iskemik
Gejala stroke iskemik bervariasi tergantung pada area otak yang terkena. Beberapa gejala umum meliputi:
– Kelemahan atau kelumpuhan pada satu sisi wajah dan tubuh
– Kesulitan berbicara atau kehilangan kemampuan berbicara (afasia)
– Bicara cadel atau tidak jelas (disartria)
– Hilangnya kontrol otot pada satu sisi wajah
– Gangguan indera secara tiba-tiba (penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa, atau sentuhan)
– Penglihatan kabur atau ganda (diplopia)
– Hilangnya koordinasi atau kesulitan bergerak (ataksia)
– Pusing atau vertigo
– Mual dan muntah
– Kekakuan leher
– Perubahan suasana hati atau kepribadian secara mendadak
– Kebingungan atau gelisah
– Kejang
– Kehilangan ingatan (amnesia)
– Sakit kepala yang tiba-tiba dan parah
– Pingsan atau koma
Baca juga: Percakapan Ridwan Kamil dan Lisa Mariana Bocor, Ada yang Janggal
Baca juga: Peristiwa Hyundai Ioniq Tabrak Truk di Jakarta & Suncheon 2022, Ini Kata Sopir
Untuk mengenali tanda stroke dengan cepat, ingat akronim BE FAST:
– Balance (Keseimbangan): Kehilangan keseimbangan secara tiba-tiba
– Eyes (Mata): Gangguan penglihatan secara mendadak pada satu atau kedua mata
– Face (Wajah): Wajah tampak menurun di satu sisi saat tersenyum
– Arms (Lengan): Satu lengan melemah atau jatuh saat diangkat
– Speech (Bicara): Bicara cadel atau sulit menemukan kata yang tepat
– Time (Waktu): Waktu sangat penting—segera hubungi layanan darurat
Stroke iskemik merupakan jenis stroke yang paling umum, mencakup sekitar 80% dari semua kasus stroke.
Jika tidak segera ditangani, stroke ini dapat menyebabkan kerusakan otak permanen atau bahkan kematian. Oleh karena itu, deteksi dini dan tindakan medis yang cepat sangatlah penting.
Faktor risiko stroke iskemik
Siapa pun dapat mengalami stroke iskemik, tetapi beberapa kelompok memiliki risiko lebih tinggi, termasuk orang-orang yang:
– Berusia lebih dari 65 tahun
– Merokok atau menggunakan bentuk tembakau atau nikotin lainnya (seperti vaping)
– Menggunakan obat-obatan rekreasional atau nonresep
– Memiliki kondisi kesehatan tertentu dapat meningkatkan risiko Anda, termasuk:
– Tekanan darah tinggi (hipertensi)
– Kolesterol tinggi (hiperlipidemia)
– Gangguan penggunaan alkohol
– Diabetes tipe 2
– COVID-19.***