Menu

Mode Gelap

News

Presiden Instruksikan kepada TNI, Polri, Bea Cukai Operasi Besar Tambang Timah Babel

badge-check


					Presiden Prabowo Subianto menginstruksi kepada jajaran TNI, Polri, Bea Cukai, untuk melakukan operasi besar besaran menangkap penyeludupan di 1000 titik tambang timah di wilayah Bangka Belitung, Senin 29 September 2025. Foto: dok/ kredoneww.com Perbesar

Presiden Prabowo Subianto menginstruksi kepada jajaran TNI, Polri, Bea Cukai, untuk melakukan operasi besar besaran menangkap penyeludupan di 1000 titik tambang timah di wilayah Bangka Belitung, Senin 29 September 2025. Foto: dok/ kredoneww.com

Penulis: Yusran Hakim | Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto memerintahkan TNI, Polri, dan Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan untuk menggelar operasi besar-besaran guna menutup jalur penyelundupan timah yang ditambang secara ilegal dari 1.000 lokasi penambangan di Bangka Belitung yang merugikan negara hingga puluhan triliun.

Di hadapan sejumlah pimpinan partai politik, Jakarta, Senin, 29 September 2025, Presiden Prabowo menjelaskan operasi besar-besaran untuk menutup tambang timah ilegal dan memblokade jalur-jalur penyelundupan di Pulau Bangka dan Pulau Belitung, Provinsi Bangka Belitung, akan dapat menyelamatkan potensi kerugian negara hingga Rp22 triliun pada periode September-Desember 2025, bahkan Rp45 triliun sampai tahun 2026.

“Bangka Belitung cukup lama menjadi pusat tambang timah terkemuka di dunia. Itu terdapat 1.000 tambang ilegal. 1.000 tambang ilegal. Mulai tanggal 1 September kemarin, saya perintahkan TNI, Polri, Bea Cukai bikin operasi besar-besaran di Bangka Belitung, menutup yang selama ini hampir 80 persen hasil timah diselundupkan. 80 persen timah, kita, kita tutup!,” kata Presiden Prabowo.

Presiden melanjutkan selama ini para penyelundup itu menggunakan berbagai siasat untuk mengeluarkan hasil timah dari tambang-tambang ilegal ke luar Pulau Bangka dan Pulau Belitung, diantaranya menggunakan perahu-perahu kecil ampai dengan kapal-kapal penumpang seperti kapal feri.

Kondisi penyelundupan tambang timah di kawasan Bangka Belitung sangat mengkhawatirkan dengan hampir 80% hasil timah dari wilayah ini diselundupkan ke luar negeri melalui berbagai jalur seperti kapal kecil, feri, dan sampan. Sekitar 1.000 tambang ilegal beroperasi di dua pulau utama, menyebabkan kerugian negara mencapai puluhan triliun rupiah setiap tahunnya.

Sejak 1 September 2025, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan TNI, Polri, dan Bea Cukai untuk menggelar operasi besar-besaran menutup tambang ilegal dan memblokade jalur penyelundupan tersebut. Operasi ini menargetkan penutupan sekitar 1.000 tambang ilegal yang selama ini menjadi sumber penyelundupan masif timah. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

DPRD Jombang Sedang Garap Raperda Keamanan Masyarakat: RDP dengan Bangkesbangpol, Masyarakat dan PSHT

7 Mei 2026 - 18:56 WIB

Bupati Jombang Warsubi Lepas Keberangkatan Jemaah Haji Kloter 62: Jangan Lupa Jaga Kesehatan!

7 Mei 2026 - 17:26 WIB

Menelisik Sejarah Terorisme (5): Perang Salib dan Kisahnya yang Mengerikan

7 Mei 2026 - 16:47 WIB

Rahasia Melayani Sepenuh Hati: Pegadaian Raih Penghargaan Top CX Brand Award 2026

7 Mei 2026 - 16:12 WIB

Kasatreskrim Pati Membekuk Ashari Sedang Naik Motor di Wonogiri

7 Mei 2026 - 14:57 WIB

Bus ALS Vs Truk Tanki Terbakar di Musi Rawas, 16 Orang Tewas Terpanggang

6 Mei 2026 - 20:38 WIB

Kejutan di Kejaksaan Sampang, Bukti 3,2 Kg dari Polres Ternyata No Match dengan Zat Narkotika

6 Mei 2026 - 19:46 WIB

Bacok Mertua dan Istri di Puri Mojokerto, Pelaku Diringkus di Asemrowo Surabaya 6 Jam setelah Kejadian

6 Mei 2026 - 18:17 WIB

31 Wisatawan Dinyatakan Positif Narkoba, Kapolres Malang: Polisi Kejar Pelaku Pengeroyokan di Pantai Wediawu

6 Mei 2026 - 17:23 WIB

Trending di News