Menu

Mode Gelap

News

Prabowo Bertemu Sanae Takaichi, Jepang Komitmen Investasi Rp 384 Triliun di Indonesia

badge-check


					Presiden RI, Prabowo melakukan lawatan biolateral ke Jepang, bertemu dengan Perdana Mentri Sinae Takaichi. Hasilnya Jepang, berkomitmen investasi Rp 380 triliun ke Indonesia, Rabu 1 April 2026. Foto: Instagram@prabowo Perbesar

Presiden RI, Prabowo melakukan lawatan biolateral ke Jepang, bertemu dengan Perdana Mentri Sinae Takaichi. Hasilnya Jepang, berkomitmen investasi Rp 380 triliun ke Indonesia, Rabu 1 April 2026. Foto: Instagram@prabowo

Penulis: Jacobus E. Lato   |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JEPANG– Presiden Prabowo Subianto membawa “oleh‑oleh” berupa komitmen investasi Jepang ke Indonesia senilai sekitar US$22,6 miliar atau sekitar Rp384,2 triliun (dibulatkan sekitar Rp380–Rp384 triliun dalam berbagai laporan).

Kesepakatan ini terjadi pada Japan–Indonesia Business Forum di Tokyo, yang disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo. Nilai tersebut mencerminkan kepercayaan investor Jepang terhadap prospek ekonomi Indonesia dan akan dikawal pemerintah agar segera direalisasikan.

“Oleh‑oleh” investasi ini menandai Indonesia sebagai “magnet investasi dunia”, sekaligus upaya pemerintah Prabowo untuk memperkuat kemitraan ekonomi dengan Jepang lewat MoU dan kerja sama bisnis jangka panjang.

Beberapa komitmen sebelumnya sudah muncul di forum semacam Expo Osaka 2025, lalu kembali diperkuat dan diperluas dalam lawatan kenegaraan terbaru.

Jika Anda ingin, saya bisa rinci satu per satu contoh proyek atau perusahaan Jepang yang terlibat (misalnya di industri baterai EV, logam, atau infrastruktur).

Pernyataan Prabowo

Prabowo dalam acara itu mengatakan, “Jepang membawa kualitas dalam investasi, disiplin, teknologi, dan komitmen jangka panjang. Itulah sebabnya investasi Jepang dihormati, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia dan secara pribadi saya sangat menghargai hubungan ini.”

“Sekali lagi, kita menawarkan peluang, tetapi sekarang kita menawarkan kemitraan yang nyata. Kita mencari mitra yang siap bergabung dengan kita untuk membangun industri, mentransfer teknologi, dan tumbuh bersama.” Kata dia menegaska

“Dalam transformasi strategis ini, pendekatan kami sangat praktis dan pragmatis. Semua proyek kami harus layak, harus dapat dibiayai bank, harus memberikan manfaat nyata, pengembalian investasi yang nyata.

“Kami percaya bahwa dikombinasikan dengan sumber daya kami, pertumbuhan kami, dan skala kami, hubungan ini dapat saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.”

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyampaikan beberapa pernyataan inti terkait kerja sama ekonomi dan investasi dengan Indonesia, yang bisa diambil sebagai “kutipan resminya” dalam konteks oleh‑oleh investasi Jepang dari lawatan Prabowo.

“Ini sangat baik bahwa diskusi intensif diadakan dengan Presiden Prabowo yang mencakup berbagai bidang dan konfirmasi dibuat tentang hubungan kerja sama untuk membuat kawasan ini lebih kuat dan lebih makmur.” Kata Sinae Takaich.

“Dukungan berkelanjutan untuk pengembangan industri Indonesia dan kerja sama dalam pengembangan sumber daya manusia, termasuk sektor AI.”

“Dalam situasi internasional yang semakin menantang, kemitraan dengan Indonesia menjadi makin strategis, khususnya dalam mewujudkan kawasan Indo‑Pasifik yang bebas dan terbuka.”

“Indonesia–Jepang adalah kemitraan strategis yang penting untuk mewujudkan kawasan Indo‑Pasifik yang bebas, terbuka, kuat, dan makmur,” kata Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi.

Komitmen investasi Jepang yang dibawa oleh Prabowo mencakup belasan proyek dan kerja sama (sekitar 11–13 paket) dengan total sekitar US$22,6 miliar atau Rp384,2 triliun, tersebar di sektor‑sektor strategis. Berikut investasi dan kerja sama yang sempat disebut pemerintah, dengan rincian yang lebih detil:

1. Energi, karbon, dan metanol biru

  • Proyek produksi metanol dari emisi CO₂ di Bontang (PT Pupuk Kaltim)
    MoU produksi metanol dari emisi CO₂ di Bontang antara PT Pupuk Kaltim dengan mitra Jepang, yang masuk dalam paket kerja sama senilai total sekitar US$22,6 miliar. Ini termasuk teknologi penangkapan karbon dan konversi emisi menjadi bahan kimia bernilai tambah.

2. Kendaraan listrik dan baterai EV

Walaupun sebagian ekosistem baterai EV sebelumnya melibatkan China dan Korea, kerangka yang sama kini diperluas dengan partisipasi Jepang dan menjadi bagian dari “oleh‑oleh” investasi Jepang‑Indonesia:

  • Pabrik sel baterai EV di Karawang (konsorsium termasuk investor Jepang)
    Proyek ekosistem baterai terintegrasi (hulu–hilir) dengan kapasitas total sekitar 15 GWh/tahun, menargetkan produksi penuh sekitar 2028. Beberapa entitas Jepang terlibat sebagai mitra teknologi, pembiayaan, dan rantai pasok.

3. Teknologi, industri canggih, dan AI

  • Pengembangan AI dan industri berteknologi tinggi
    Ada komitmen Jepang untuk mendukung pengembangan industri Indonesia, termasuk penguatan sektor AI dan teknologi digital, serta transfer teknologi dan pelatihan SDM. Ini diarahkan untuk meningkatkan daya saing manufaktur Indonesia dan rantai pasok global.

4. Infrastruktur, kota cerdas, dan logistik

  • Infrastruktur dan “smart city”
    Investasi Jepang diarahkan juga ke proyek infrastruktur modern, seperti pengembangan kota cerdas, transportasi, dan fasilitas logistik, yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan urbanisasi di Indonesia.

5. Sektor keuangan dan jasa

  • Kemitraan di bidang keuangan dan jasa
    Beberapa kerja sama mencakup sektor keuangan, termasuk perbankan, asuransi, dan pembiayaan infrastruktur, untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai “magnet investasi kawasan” dan memperlancar pembiayaan proyek besar.

Secara garis besar, “investasinya apa saja” dari Jepang ini bisa dirangkum sebagai:

  • energi hijau dan karbon (metanol dari CO₂, teknologi clean energy);

  • mobil listrik dan ekosistem baterai EV;

  • industri berteknologi tinggi dan AI;

  • infrastruktur dan kota cerdas;

  • sektor keuangan dan jasa. **

Relances
Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Aturan Baru Pemkab Banyuwangi: Minimarket Jejaring Buka Jam 10.000, Tutup 21.30 WIB

4 April 2026 - 15:06 WIB

Terbitkan 196 SPM Fiktif, Hakim Vonis 4 Tahun Penjara Mantan Bendahara Polres Samarinda

4 April 2026 - 14:19 WIB

Butuh Kesabaran Level Dewa, Petugas Dukcapil Temanggung Gunakan Sejuta Jurus agar Bisa Memotret ODGJ

3 April 2026 - 21:54 WIB

Wiku Diaz: Ini Komitmen Bupati Jombang, Langsung Bantu Warga Korban Puting Beliung

3 April 2026 - 20:45 WIB

Tim BPBD dan Dinsos Jombang Turun ke Carangrejo: Kerja Bakti Perbaikan Jalan dan Serahkan Bantuan

3 April 2026 - 20:19 WIB

Menteri PPA Kunjungi SR 08 Mojoagung: Anak Bukan Sekadar Belajar tapi Merasa Aman dan Nyaman

3 April 2026 - 19:53 WIB

Kejari Purworejo Lakukan Penggeledahan Tiga Kantor, Kasus Korupsi Mini Zoo Mangkrak Senilai Rp 9,6 Miliar

3 April 2026 - 12:01 WIB

Mahasiswa Rekam Dosen Fisip di Toilet Untirta Serang, Tertangkap Tangan Menangis Saat Diinterogasi

3 April 2026 - 11:51 WIB

Tragis Nenek 76 Tahun Meninggal Dunia Disamping Suaminya yang Sedang Sakit tak Berdaya

3 April 2026 - 11:45 WIB

Trending di News