Menu

Mode Gelap

Headline

Penolakan Parkir Digital, Ada Polisi Terjadi Pencopotan Spanduk di Gerai Mie Surabaya

badge-check


					Sejumlah orang melakukan aksi perusakan di sebuah gereai mie di Jl. Mayjen Singkono, Surabaya saat menggelar aksi penolakan parkir digital. Mereka mencopoti spanduk-spanduk di gerai, meskipun saat itu ada aparat keamanan. Foto: Instagram@surabayakabarmetro Perbesar

Sejumlah orang melakukan aksi perusakan di sebuah gereai mie di Jl. Mayjen Singkono, Surabaya saat menggelar aksi penolakan parkir digital. Mereka mencopoti spanduk-spanduk di gerai, meskipun saat itu ada aparat keamanan. Foto: Instagram@surabayakabarmetro

Penulis: Saifudin   |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, SURABAYA-Sekelompok orang yang mengklaim mewakili organisasi masyarakat (ormas) mendatangi gerai Kedai Mie Gacoan di Jalan Mayjen Sungkono, Surabaya, Jumat siang, 26 Desember 2025. Mereka  menolak penerapan sistem parkir digital.

Bukan sekadar menyampaikan aspirasi, tetapi mereka melakukan aksi dengan cara mencopoti spanduk. Mereka berkumpul di depan gerai, menyuarakan penolakan terhadap sistem parkir digital berbasis portal yang dikelola BSS Parking, dengan alasan kontrak parkir konvensional sebelumnya masih sah dan khawatir kehilangan mata pencaharian.

Petugas Polri, bersama TNI, Satpol PP, dan Dishub, dikerahkan untuk menjaga keamanan saat manajemen mencoba memasang sistem parkir digital, mencegah eskalasi dari kelompok demonstran.

Aksi ini bertujuan  memaksa manajemen menunda pemasangan alat parkir digital di lokasi tersebut. Mereka tetap melakukan aksi peruskan spanduk, meskipun saat itu ada petugas  aparat keamanan

Insiden ini merupakan bagian dari polemik berkelanjutan sejak Agustus 2025, di mana manajemen Mie Gacoan beralih ke parkir portal berbasis teknologi dikelola BSS Parking demi mengatasi parkir semrawut dan kemacetan.

Manajemen Mie Gacoan telah memulai transisi di beberapa gerai seperti Manukan, Tandes, Mayjen Sungkono, dan Wiyung, dengan pengawalan dari Polrestabes Surabaya, Dishub, Satpol PP, serta PASMAR 2.

Penolakan muncul karena kelompok tersebut merasa kontrak parkir konvensional sebelumnya masih sah dan khawatir kehilangan mata pencaharian juru parkir lokal. Meski ada sosialisasi dan mediasi, aksi ini memaksa penundaan pemasangan alat parkir digital di lokasi tersebut.

Pemilik brand PT Pesta Pora Abadi, melalui J Handy R, menegaskan komitmen tegas untuk melanjutkan digitalisasi demi keamanan dan kenyamanan, didukung Pemkot Surabaya.

BSS Parking akan memperluas implementasi ke 11 gerai lainnya dalam waktu dekat, meskipun protes berlanjut di beberapa titik. Sebelumnya, insiden serupa melibatkan karang taruna dan juru parkir yang diamankan polisi.

Protes ini viral di media sosial seperti Instagram dan TikTok, mencerminkan ketegangan antara modernisasi parkir dengan kepentingan warga lokal di Surabaya. Kebijakan ini dianggap membuka lapangan kerja baru sekaligus lebih tertib, tapi ditentang karena dianggap sepihak. Hingga 29 Desember 2025, belum ada laporan tindak lanjut resmi pasca-insiden. **

Terkait
Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Mudik Motor Gratis Naik Kereta, Begini Cara Ikut Program MOTIS 2026

4 Maret 2026 - 14:44 WIB

48 Ribu Jemaah Umrah Indonesia Tertahan di Saudi

4 Maret 2026 - 14:26 WIB

BMKG Pantau Tiga Bibit Siklon Tropis, Waspada Cuaca Ekstrem di Indonesia

4 Maret 2026 - 14:07 WIB

35 dari 125 Rudal Iran Lolos Jatuh di Tel Aviv, Iron Dome Israel Terbukti Tidak Sakti

4 Maret 2026 - 12:57 WIB

Kapal Induk USS Gerald Ford Sudah Merapat di Pantai Haifa Israel, Angkut Persenjataan Mutakhir

4 Maret 2026 - 12:38 WIB

Efek Perang Teluk, PT Chandra Asri Pacific Umumkan Kondisi Force Majeure

4 Maret 2026 - 12:05 WIB

Butuh Alat Berat Pindahkan Batu Besar yang Menutup Jalur Km 16 JLS Trenggalek

4 Maret 2026 - 11:14 WIB

Bupati Gresik Instruksikan Dinas PUTR Tambal Jalan Kartini dan Veteran, Meski Masuk Kewenangan Pusat

4 Maret 2026 - 11:00 WIB

Ramadan Penuh Berkah, Pemkot Mojokerto Salurkan Hibah dan Zakat

4 Maret 2026 - 09:35 WIB

Trending di News