Menu

Mode Gelap

Headline

Pencairan Dana BGN Rp32,1 Triliun, Dandan Hindayana: Ini Rekor dalam Sejarah Keuangan Indonesia

badge-check


					Prof Dr Dandan Hindayana, Kepala Badan Gizi Nasional. Foto: Instagram@rmol.id Perbesar

Prof Dr Dandan Hindayana, Kepala Badan Gizi Nasional. Foto: [email protected]

Penulis: Yusran Hakim  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA- Badan Gizi Nasional (BGN) di bawah kepemimpinan Dadan Hindayana mencatat pencapaian luar biasa. Lembaga ini pecahkan rekor hanya dalam satu setengah bulan cairkan anggaran Rp32,1 triliun pada bulan awal 2026 untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pencapaian ini disebut Dadan sebagai rekor baru, karena belum ada kementerian atau lembaga pemerintah yang pernah mencairkan dana sebesar itu dalam waktu sesingkat tersebut sepanjang sejarah Republik Indonesia.

Dana tersebut dialokasikan 70% untuk bahan baku pangan, 20% biaya operasional, dan 10% insentif pelaksana di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Menurut kajian BPS 2025, setiap Rp1 dari BGN dapat memutar ekonomi hingga 7 kali lipat, sementara World Bank memprediksi pengembalian investasi nutrisi hingga 23 kali dalam jangka panjang. Pencairan ini juga telah menciptakan peredaran uang Rp29 triliun di daerah, mendongkrak lapangan kerja dan permintaan pangan.

BGN memiliki alokasi Rp268 triliun plus cadangan Rp67 triliun untuk 2026, dengan 93% dana dialirkan langsung via KPPN ke SPPG di seluruh Indonesia. Perkembangan ini disampaikan Dadan dalam forum Indonesia Economic Outlook 2025 pada 13 Februari 2026.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana (sering disebut Dandan), menyampaikan kutipan langsung terkait pencairan dana Rp32,1 triliun untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam 1,5 bulan awal 2026.

Dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta pada 13 Februari 2026, Dadan menyatakan: “BGN sudah mencairkan Rp32,1 triliun dan sebelumnya tidak ada Kementerian yang mencairkan jumlah sebesar itu selama 1,5 bulan. Ia menegaskan ini sebagai rekor baru sepanjang sejarah Republik Indonesia.

Dadan juga menambahkan bahwa pencairan ini mendukung operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dengan alokasi 70% untuk bahan baku pangan, serta memutar ekonomi hingga 7 kali lipat berdasarkan kajian BPS 2025. Pernyataan disampaikan untuk menunjukkan efisiensi BGN dibanding kementerian lain.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KA Harina Tabrak Grand Max di Mrangen Demak: Terserat 12 Meter Sopir Tewas

15 Februari 2026 - 14:26 WIB

Tolak Tambang Sirtu untuk Uruk Tol Bawen, Sudah 65 Hari Kades Sambeng Rowiyanto Hilang

15 Februari 2026 - 12:32 WIB

Cadangan 49,76 Ton, PT United Tractor Ambil Alih Tambang Emas JRN Senilai Rp 8.5 Triliun di Bolaang Mongondouw

15 Februari 2026 - 01:12 WIB

Bakal Ada Mati Ketawa Ala MBG, Kurang Tambah Sirup

14 Februari 2026 - 21:23 WIB

MBG Haram, Guru Gembul Punya Sejumlah Alasan

14 Februari 2026 - 20:57 WIB

Sabah Heboh, Pelaminan Jadi Trio

14 Februari 2026 - 19:47 WIB

Dituduh Korupsi Proyek Musi Rp 15 M, Kejaksaan Menahan Daryanto Vice President PT Indonesia Power

14 Februari 2026 - 15:43 WIB

PMI Mojokerto Siapkan Klinik Pratama, Layanan Kemanusiaan Kian Modern

14 Februari 2026 - 15:15 WIB

Jumadi Marah Kepada Siti, Rumah Gebyog Limas di Grobogan Dipotong Menjadi Dua

14 Februari 2026 - 12:20 WIB

Trending di Headline