Menu

Mode Gelap

News

Nikah Siri Sesama Jenis: Intan Mengaku Tertipu, Rey: Saya Yakin Urusan Ini Bermuatan Finansial

badge-check


					(Kiri) Yupi Rere alias Rey sebagai wanita adam (Wadam). (Kanan) Intan Anggraeni saat melaksanakan acara akad nikah secara siri di Malang, 3 April 2026. Isu ini kemudian mencuat keluar secara publik akibat keterangan Intan. Foto: instagram/ ist Perbesar

(Kiri) Yupi Rere alias Rey sebagai wanita adam (Wadam). (Kanan) Intan Anggraeni saat melaksanakan acara akad nikah secara siri di Malang, 3 April 2026. Isu ini kemudian mencuat keluar secara publik akibat keterangan Intan. Foto: instagram/ ist

Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, MALANG- Ada dusta diantara mereka! Intan Anggraeni telah melaksanakan  pernikahan siri dengan Rey, pria pasangannya pada 3 April 2026 di Kota Malang. Malam pertama yang dianggap hebat itu, ternyata berubah seratus delapan puluh derajat, ternyata suami Intan adalah wanita sesama jenis.

Intan merasa teritpu luar dalam. Ia mengaku sejak awal percaya Rey adalah laki‑laki, karena penampilan, suara, dan perilaku Rey tidak menimbulkan keraguan. Intan mengenal Rey sekitar awal Februari 2026 melalui pertemuan di kafe sekitar kawasan Batu.

Hubungan mereka berkembang pesat, dengan Rey disebut menjanjikan rumah, mobil mewah (antara lain Lamborghini), dan rencana ke luar negeri sebagai iming‑iming.

Pernikahan siri digelar pada 3 April 2026 di depan keluarga Intan, dengan Rey tampil “maskulin” (baju koko, celana krem, peci) sehingga tidak ada yang merasa curiga.

Saat malam pertama, Intan baru mengetahui bahwa Rey sebenarnya perempuan yang menyamar sebagai pria, sehingga pernikahan tersebut secara faktual melibatkan dua perempuan.

Intan merasa ditipu karena merasa Rey melakukan pemalsuan identitas dan memberi janji‑janji yang tidak sesuai realita, termasuk isu rencana ke Kamboja untuk “berobat” di salah satu klinik.

Setelah terbongkar, Intan bersama keluarga melaporkan Rey ke Polresta Malang Kota, pada 8 April 2026 dengan dugaan pemalsuan identitas dan penipuan dalam pernikahan.

Pihak keluarga dan korban menuntut kejelasan atas dokumen dan identitas yang digunakan Rey saat pernikahan, termasuk kemungkinan pemalsuan data administrasi.

Tanggapan Rey
Rey bereaksi bahwa sejak awal Intan dan keluarganya sudah mengetahui jati dirinya Rey membantah bahwa dirinya menipu atau menyembunyikan identitas.

Dia menyatakan bahwa sejak awal hubungan, Intan dan keluarganya sudah mengetahui bahwa dirinya adalah perempuan, sehingga pernikahan tersebut tidak didasarkan pada ringkasan atau pemalsuan identitas menurut versinya.

Rey mengklaim bahwa sejak tahap pacaran dan perkenalan dengan keluarga, tidak ada upaya untuk menutupi bahwa dirinya adalah perempuan, termasuk saat pernikahan berlangsung.

Dia menegaskan bahwa penampilan “maskulin” hanya soal selera pakaian dan gaya, bukan bukti pemalsuan identitas, dan menganggap isu penipuan muncul karena perbedaan versi cerita antara dirinya dan keluarga Intan.

Intan mengungkapkan baru mengetahui identitas Rey sebagai perempuan saat malam pertama, dan menyebut dirinya tertipu karena percaya Rey adalah laki-laki.

Karena perbedaan narasi ini, kasus berpotensi masuk ke ranah pembuktian: siapa yang menyampaikan informasi apa, kapan, dan kepada siapa, yang akan menjadi kunci dalam proses hukum atau mediasi.

Jika ingin, saya dapat membantu menyusun ini dalam bentuk narasi naratif ala feature berita (misalnya dengan gaya kronik 5W+1H) berdasarkan kedua versi yang berbeda ini.

Berikut beberapa kutipan ucapan Intan Anggraeni:

“Tahunya pas malam pertama. Setelah saya tahu dia ternyata wanita, saya langsung nangis dan lapor ke orang tua.”

“Diajak pacaran pada 14 Februari. Dia mengaku cowok dan selama ini sikapnya juga layaknya cowok asli.”

“Kenalnya awal Februari, terus mulai pacaran tanggal 14 Februari. Dia ngaku cowok, dan selama ini kelakuannya juga seperti cowok asli.”

“Iya, ngakunya cowok. Kayak cowok asli. Nggak ada kesiapan sama sekali soalnya dia lagaknya juga cowok, terus ngomongnya juga cowok.”

Jika Anda ingin, saya bisa menyusun ulang kutipan‑kutipan ini dalam format narasi jurnalistik (misalnya dialog atau narasi langsung) untuk keperluan tulisan Anda.

Menyanggah
Rey menyanggah ucapan dan keterangan Intan. Rey panggilan akrab Yupi Rere muncul dalam pemberitaan terkait kasus ini:

“Sejak awal, identitas saya sudah diketahui Intan dan keluarganya. Saya tidak menipu, justru saya dan keluarga saya yang merasa dirugikan.”

“Justru Intan yang lebih dulu mengajak menikah. Saya tidak memaksa, hubungan ini berangkat dari kesepakatan bersama.”

“Saya tidak pernah bilang ke orang tua saya kalau mau jual ke Kamboja. Itu fitnah dan tidak benar sama sekali.”

“Saya menilai kasus ini ada muatan finansial dan pemerasan. Saya siap membawa ini ke jalur hukum dan akan melaporkan dugaan pencemaran nama baik.”

Kronologi

  • Pertemuan awal (awal Februari 2026)

`Intan (28) berkenalan dengan Rey di sebuah kafe di kawasan Batu.

Rey memperkenalkan diri sebagai laki‑laki, dengan penampilan dan suara yang terlihat masuk akal sebagai pria.

  • Pacaran (14 Februari 2026)

Hubungan resmi berpacaran dimulai pada 14 Februari 2026.

Intan mengaku tidak merasa curiga, karena perilaku Rey selama ini tampak seperti laki‑laki asli.

  • Rayu dan janji mewah

Rey menjanjikan rumah, mobil mewah (termasuk seperti Lamborghini), dan rencana perjalanan ke luar negeri.

Rey meminta Intan membuat paspor untuk “bulan madu” ke luar negeri, dan Intan menuruti permintaan itu.

  • Percepatan rencana nikah

Rey terus mempercepat rencana pernikahan, sehingga Intan mantap menikah meski hubungan singkat.

Keluarga Rey tidak hadir di acara, dan rencana pernikahan resmi diubah menjadi siri (nikah tanpa akad resmi

negara).

  • Pernikahan siri (3 April 2026)

Pernikahan siri diadakan pada 3 April 2026 di rumah Intan di Kota Malang.

Rey tampil “maskulin” dengan baju koko, celana krem, dan peci, sehingga tidak ada rasa curiga saat acara

berlangsung.

  • Malam pertama (3/4 April 2026)

Malam pertama berubah menjadi kejutan saat Intan mengetahui identitas sebenarnya: Rey adalah perempuan.

Intan langsung menangis dan segera melapor ke orang tua; ia merasa telah ditipu karena mengira Rey laki‑laki.

  • Perbedaan versi antara Rey dan keluarga Intan

Rey membantah dan mengklaim bahwa sejak awal Intan dan keluarganya tahu jati dirinya sebagai perempuan.

Rey menuding ada muatan finansial dan pemerasan, serta menyatakan niat untuk melaporkan pencemaran nama

baik.

  • Laporan ke polisi (8 April 2026)

Intan bersama keluarga melaporkan Rey ke Polresta Malang Kota atas dugaan pemalsuan identitas dan penipuan.

Polisi mulai menyelidiki tindak pidana pidana termasuk pemalsuan dokumen yang digunakan dalam pernikahan siri tersebut. **

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kriminologi 500 Tahun Jakarta (Seri 4): Glodok dari Segregasi ke Pembantaian

13 April 2026 - 14:26 WIB

Penutupan Jembatan Bokwedi Pasuruan, Polisi Siapkan Jalur Alternatif Utara, Selatan dan Timur

12 April 2026 - 19:54 WIB

Sosialisasikan Gernas Mapan, Mendag Budi Santoso Resmikan Pasar Tematik Industri Sidayu Rp 30 Miliar

12 April 2026 - 19:38 WIB

Ekspansi ke Pasar Afrika, SIG Ekspor Perdana Klinker ke Mauritania

12 April 2026 - 19:31 WIB

Kriminologi 500 Tahun Jakarta (Seri 3): Kanal, Darah, dan Hukuman

12 April 2026 - 19:24 WIB

Aksi Massa Pertama PMII Unjuk Rasa di Kantor Gubernur Kaltim, Bakar Ban dan Terobos Pintu Gerbang

12 April 2026 - 15:24 WIB

Rakor Dekranasda Jonbang: Yuliati Kunjungan Langsung 5 Sentra Industri di Jombang

12 April 2026 - 13:06 WIB

DPRD Jombang Perkuat Transparansi Hukum Daerah Lewat Platform JDIH, Ini Manfaat bagi Masyarakat

12 April 2026 - 12:16 WIB

DPRD Jombang Sahkan Raperda Renstra Pariwisata 2026-2045, Proyeksi Naikkan PAD 15-20%

12 April 2026 - 11:28 WIB

Trending di News