Penulis: Jacobus E Lato | Edito: Yobie Hadiwijaya
KREDONEWS.COM, JAKARTA-Mandi air hangat atau panas setelah seharian beraktivitas memberikan perasaan nyaman dan rileks serta membantu mengurangi stres. Banyak orang memiliki kebiasaan berdiri di bawah pancuran selama puluhan menit, atau bahkan lebih lama, sebagai cara untuk “menghilangkan stres.”
Namun, para ahli kesehatan mengatakan bahwa mandi terlalu lama, terutama lebih dari 10 menit, tidak baik untuk tubuh. Sebaliknya, kebiasaan yang tampaknya tidak berbahaya ini dapat secara diam-diam menyebabkan banyak efek negatif pada kulit, sistem peredaran darah, dan kesehatan secara keseluruhan.
Berikut beberapa alasan penting mengapa disarankan untuk tidak mandi lebih dari 10 menit.
Mandi terlalu lama – kebiasaan umum tetapi berpotensi menimbulkan risiko.
Dalam kehidupan modern, kamar mandi bukan hanya tempat untuk kebersihan pribadi tetapi juga ruang untuk relaksasi. Banyak orang menganggap mandi berlama-lama sebagai cara untuk menikmati diri sendiri, terutama di musim dingin atau setelah berolahraga berat. Namun, tubuh manusia dirancang untuk beradaptasi dengan paparan air dalam waktu singkat. Ketika mandi terlalu lama, terutama lebih dari 10 menit, mekanisme pertahanan alami tubuh mulai terpengaruh.
Pada kenyataannya, waktu mandi yang ideal biasanya hanya 5–10 menit, cukup untuk membersihkan kotoran, keringat, dan bakteri dari kulit. Melebihi jangka waktu ini akan mengurangi manfaat sekaligus meningkatkan risiko.
Kulit menjadi kering dan kehilangan lapisan pelindung alaminya.
Salah satu efek negatif yang paling jelas dari mandi terlalu lama adalah dampaknya pada kulit. Kulit memiliki lapisan minyak alami yang membantu mempertahankan kelembapan dan melindunginya dari bakteri dan agresor lingkungan. Saat mandi dalam waktu lama, terutama dengan air panas, lapisan minyak ini mudah terkikis.
Akibatnya, kulit menjadi kering, bersisik, gatal, dan lebih sensitif. Bagi orang dengan kulit kering dan sensitif atau kondisi kulit seperti dermatitis atopik, mandi terlalu lama dapat memperburuk kondisi tersebut. Hilangnya kelembapan alami juga menyebabkan kerutan dini dan penuaan lebih cepat.
Air panas melebarkan pembuluh darah, memengaruhi sirkulasi.
Mandi terlalu lama, terutama mandi air panas, menyebabkan pembuluh darah di bawah kulit melebar dalam jangka waktu yang lama. Hal ini dapat menyebabkan penurunan tekanan darah sementara, yang mengakibatkan perasaan pusing, kepala terasa ringan, atau bahkan pingsan setelah keluar dari kamar mandi.
Risiko ini lebih tinggi pada orang dewasa yang lebih tua dan mereka yang memiliki riwayat penyakit kardiovaskular atau tekanan darah rendah. Berdiri dalam waktu lama di kamar mandi yang panas dan lembap juga memaksa jantung bekerja lebih keras untuk mengatur suhu tubuh, sehingga memberikan tekanan yang tidak perlu pada sistem kardiovaskular.
Melemahkan lapisan pelindung kekebalan kulit.
Kulit bukan hanya lapisan luar; ia juga bertindak sebagai penghalang kekebalan tubuh yang vital. Kulit menyimpan mikrobioma bermanfaat yang membantu mencegah masuknya bakteri berbahaya. Mandi terlalu lama dan menggunakan sabun serta sabun mandi cair secara terus menerus dapat mengganggu keseimbangan mikroba ini.
Ketika lapisan pelindung alami kulit melemah, kulit menjadi lebih rentan terhadap peradangan, ruam, jerawat, atau alergi. Hal ini sangat penting terutama untuk anak-anak dan mereka yang memiliki kulit tipis dan sensitif.
Hal itu justru menyebabkan kelelahan, bukan relaksasi.
Banyak orang percaya bahwa mandi berlama-lama dapat menenangkan pikiran, tetapi ini tidak sepenuhnya benar. Berdiri atau duduk di kamar mandi terlalu lama, terutama di lingkungan yang sempit dan lembap, dapat menyebabkan tubuh kehilangan sedikit air melalui keringat tanpa disadari oleh orang tersebut.
Ketidakseimbangan suhu tubuh dan kadar air dapat menyebabkan perasaan lelah dan lesu setelah mandi, bertentangan dengan keinginan awal untuk merasa segar. Jika mandi larut malam dan dalam waktu yang lama, hal itu juga dapat mempersulit tidur nyenyak.
Meningkatnya risiko masalah rambut dan kulit kepala.
Tidak hanya kulit tubuh, tetapi juga kulit kepala dan rambut terpengaruh oleh mandi terlalu lama. Air panas dan kontak yang terlalu lama mengeringkan kulit kepala, menghilangkan minyak alaminya, yang menyebabkan ketombe, gatal, atau rambut kusut, rapuh, dan mudah patah.
Mencuci rambut terlalu lama saat mandi juga membuat rambut terpapar air dan bahan kimia sampo lebih lama dari yang seharusnya, sehingga melemahkannya dan menyebabkan rambut kehilangan kilau dan kesehatannya secara alami.
Pemborosan air dan energi
Selain risiko kesehatan, mandi terlalu lama juga membuang air dan listrik, terutama saat menggunakan pemanas air. Dalam konteks di mana sumber daya air semakin dibutuhkan, mempersingkat waktu mandi tidak hanya bermanfaat bagi individu tetapi juga berkontribusi pada perlindungan lingkungan dan mengurangi biaya hidup.
Kapan waktu mandi yang ideal?
Waktu mandi yang ideal adalah 5 hingga 10 menit. Waktu ini cukup untuk membersihkan tubuh sekaligus menjaga kelembapan alami kulit dan lapisan pelindungnya. Sebaiknya gunakan air hangat kuku, hindari air yang terlalu panas, dan batasi menggosok atau menggunakan terlalu banyak produk pembersih.
Setelah mandi, menepuk-nepuk kulit hingga kering dan mengoleskan pelembap akan membantu kulit pulih lebih cepat, terutama dalam cuaca kering atau dingin.****










