Penulis: Agung Sedayu | Editor: Gandung Kardiyono
KREDONEWS.COM, JAKARTA – Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji memastikan, pelatih asal Inggris John Herdman dijadwalkan tiba di Jakarta, pada Senin, 12 Januari 2026 mendatang.
“John Herdman datang tanggal 12 Januari (2026),” kata Sumardji di Jakarta, pada Sabtu, 10 Januari 2026.
Kedatangan Herdman ini menyusul pengumuman resmi PSSI pada pada Sabtu, 3 Januari 2026, ihwal penunjukannya sebagai pelatih kepala bagi skuad Garuda.
Herdman resmi menggantikan posisi Patrick Kluivert yang kontraknya berakhir Oktober 2025 lalu.
Sumardji mengungkapkan dalam kedatangan perdananya ini, Herdman akan terbang seorang diri ke Jakarta tanpa didampingi jajaran asisten pelatih.
Di samping itu, PSSI merencanakan sesi perkenalan resmi Herdman kepada publik dan media akan dilakukan bersamaan dengan hari kedatangannya.
“Ya, tanggal 12. Jika ada perubahan tanggal, nanti akan diinfokan kembali,” tambah Sumardji.
Dalam kontrak kerjanya, PSSI menetapkan syarat mutlak bagi pelatih yang pernah membawa Timnas Kanada ke Piala Dunia 2022 ini.
Herdman diwajibkan untuk berdomisili di Indonesia selama masa jabatannya.
Menurut Sumardji, terdapat alasan utama dan pertimbangan khusus PSSI menunjuk John Herdman.
Hal tersebut yakni kesediaan John Herdman tinggal di Indonesia bersama keluarganya selama menjabat pelatih Timnas Indonesia.
“Hal utama, dia mau tinggal di Indonesia itu jadi pertimbangan utama,” ungkap Sumardji.
“Nah, dia sendiri bilang, ‘jika Indonesia memang memilih saya, maka saya dengan keluarga ke Indonesia’, begitu,” tambahnya.
Sumadji menuturkan, Herdman juga berjanji hanya akan membawa paling banyak 3 asisten pelatih sementara lainnya ia akan mengoptimalkan pelatih lokal.
“Dia bilang, saya akan membawa paling banyak dua sampai tiga orang,” tutur Sumadji.
Sumadji menjelaskan, Herdman diminta melibatkan pelatih lokal dalam struktur kepelatihan Timnas Indonesia.
“Selebihnya dia akan mengambil semuanya pelatih-pelatih asisten-asisten lokal dari Indonesia,” jelasnya.
Di sisi lain, langkah tersebut dinilai untuk meningkatkan kualitas sumber daya pelatih nasional.
“Hal-hal yang mendasar itulah yang akhirnya kami sepakat memilih John,” imbuh Sumardji.***











