Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Masalah Sampah jadi perhatian khusus Wali Kota Yogyakarta

badge-check


					Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dra. Septi Sri Rejeki didampingi Lurah Keparakan, Yusup Ahbari, ST saat turun lapangan menemui warga kelurahan Keparakan memberi pengarahan untuk penanganan sampah.(Foto.GS Purwanto) Perbesar

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dra. Septi Sri Rejeki didampingi Lurah Keparakan, Yusup Ahbari, ST saat turun lapangan menemui warga kelurahan Keparakan memberi pengarahan untuk penanganan sampah.(Foto.GS Purwanto)

Penulis: GS Purwanto | Editor: Gandung Kardiyono

KREDONEWS.COM, YOGYAKARTA – Masalah sampah di Yogyakarta masih belum selesai. Ini terlihat dari banyaknya sampah yang menumpuk lagi di tempat penyimpanan di seluruh Yogyakarta.

Seperti yang dilaporkan, kota Yogyakarta menghasilkan sekitar 250 ton sampah setiap harinya. Namun, tempat pembuangan akhir (TPA) Piyungan sudah tidak bisa menampung lagi. Hal ini menyebabkan sampah terjebak di tempat penyimpanan.

Walikota Yogyakarta, Dr.(HC) dr. Hasto Wardoyo, Sp. OG kini mengambil langkah terakhir, yaitu mengajak banyak orang untuk membantu menangani sampah, khususnya sampah organik.

Sebagian sampah yang tidak dapat terurai sudah dikelola oleh sekitar 700 Bank Sampah di Yogyakarta.

Kang Hasto berharap masyarakat juga ikut serta dalam mengatasi masalah sampah, terutama dengan memisahkan antara sampah organik dan anorganik.

Kemudian, sampah organik juga perlu dipisah menjadi sampah organik basah, seperti sayuran dan sisa makanan, serta sampah organik kering seperti daun-daun dan sisa-sisa sayur.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dra. Septi Sri Rejeki didampingi Lurah Keparakan, Yusup Ahbari, ST saat turun lapangan menemui warga kelurahan Keparakan memberi pengarahan untuk penanganan sampah.(Foto.GS Purwanto)

Cara untuk memilah sampah ini disampaikan oleh Dra. Septi Sri Rejeki, yang memimpin Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Yogyakarta saat bertemu dengan beberapa warga di Kelurahan Keparakan, Mergangsan, Yogyakarta.

“Saya minta Ibu mulai sekarang sediakan dua tempat khusus untuk sampah organik. Satu untuk sampah organik basah, seperti sayuran dan sisa makanan. Atau lebih baik, usahakan untuk tidak membuang makanan. Satu lagi untuk menampung sampah organik kering, seperti daun-daun yang rontok atau sisa-sisa sayur. Besok saya datang lagi dan sudah terpisah, ya, Bu? ” kata Kadindukcapil kepada warga yang ia temui di kelurahan Keparakan yang jadi perhatian Dindukcapil.

Selanjutnya, sampah akan diambil oleh pengangkut menuju tempat pengumpulan yang sudah ditentukan. Sampah tersebut akan ditangani oleh “Off Taker” dan diolah menjadi pakan hewan dan pupuk.**

 

 

 

 

 

 

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Membuka dan Menutup Muktamar ke 35, Presiden Prabowo Terima KTA NU dari KH Miftachul Akhyar

31 Agustus 2026 - 21:24 WIB

Tidak Ada Saksi, Posko DPP GRIB Milik Hercules Tibatiba Terbakar!

31 Agustus 2026 - 12:54 WIB

Diduga Tak Kuat Tahan Beban Jembatan Gantung Anjlok, Saat Dilewati Bupati Pangandaran Bersama 50 Orang

31 Agustus 2026 - 11:56 WIB

Terpilih Jadi Ketum PB NU, KH Abdul Halim Mahfudz Tanda Tangan Fakta Integritas

31 Agustus 2026 - 10:49 WIB

KH Nurul Huda Djazuli Pimpin AHWA: Putuskan KH Miftachul Akhyar Kembali Duduki Rais Aam PB NU 2026-2031

31 Agustus 2026 - 00:23 WIB

Bahar Smith Tantang Duel Hercules: Memperkusut Kasus Hukum Tewasnya Bambang Setiawan

30 Agustus 2026 - 20:58 WIB

Elon Musk: Blindsight Implant bagi Penyandang Kebutaan Bisa Melihat

30 Agustus 2026 - 18:44 WIB

Travel ITS Group Telantarkan 196 Jamaah Umrah di Juanda dan Jombang

30 Agustus 2026 - 17:51 WIB

Ricuh 30 Menit di Muktamar NU, Massa Pakai Kaos Gambar Bakal Calon Terbalik

30 Agustus 2026 - 15:11 WIB

Trending di News