Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, MAGELANG– Banjir lahar dingin akibat hujan deras di puncak Gunung Merapi mengguyur Sungai Senowo, lereng barat daya gunung di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menyebabkan tiga warga meninggal dunia.
Banjir lahar dingin terjadi sekitar pukul 15.30 WIB, 3 Maret 2026, ada tiga korban meninggal. Banjir lahar dingin terjadi sekitar pukul 15.30 WIB setelah hujan intens mengalirkan material vulkanik seperti pasir, batu, dan lumpur ke hilir.
Aliran deras ini menyapu area tambang pasir di Desa Krinjing, Kecamatan Dukun, dan bergabung dengan sungai lain.
Demikian penjelasan Bambang Hermanto, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, memberikan keterangan utama terkait penanganan banjir lahar dingin Merapi pada 3 Maret 2026. Disebutkan juga terdapat korfban jiwa, dalam insiden ini.
Tiga korban tewas ditemukan tim SAR gabungan:
- Iman Setiawan dari Karanganyar, Tugu, Semarang (hari pertama)
- Fuad Hasan dari Argos, Srung;
- Heru dari Krinjing, Dukun (hari kedua).
- Dua orang lainnya sempat dilaporkan hilang, sementara enam luka-luka dengan dua masih dirawat di RSUD Muntilan.
Lima korban ini beraktivitas di area tambang pasir ketika aliran lahar deras menerjang sekitar pukul 15.30 WIB akibat hujan intens di puncak Merapi. Selain itu, enam orang luka-luka dengan dua masih dirawat di RSUD Muntilan.
Tiga truk pengangkut pasir terseret arus, 12 truk lain terdampak, dan alat berat tertimbun material. Operasi SAR melibatkan TNI, Polri, relawan, dan BPBD setempat, dengan peringatan bagi warga di sekitar Merapi untuk waspada alarm dini saat hujan.
Tiga truk pengangkut pasir terseret arus, 12 truk lain terdampak, dan alat berat tertimbun material. Operasi SAR melibatkan TNI, Polri, relawan, dan BPBD setempat, dengan peringatan bagi warga di sekitar Merapi untuk waspada alarm dini saat hujan. **







