Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, JOGJAKARTA– Hajad Dalem Labuhan Parangkusumo merupakan upacara sakral bagian dari rangkaian Tingalan Jumenengan Dalem, peringatan 38 t tahun kenaikan tahta Sri Sultan Hamengku Buwono X pada tahun Dal 1959.
Upacara ini dilaksanakan hari Senin, 19 Januari 2026, pukul 07.00-12.00 WIB di Cepuri Parangkusumo, Pantai Parangkusumo, Bantul, Yogyakarta, dan terbuka untuk umum.
Upacara labuhan ini melambangkan ungkapan syukur, doa keselamatan, dan pelestarian tradisi Kraton Yogyakarta melalui pelabuhan ubarampe seperti pakaian, blangkon, potongan rambut, serta tambahan khusus songsong gilap pada tahun Dal.
Tradisi ini rutin digelar setiap tahun pada bulan Rejeb atau Ruwah, sebagai puncak rangkaian peringatan yang jatuh pada 29 Rejeb atau Minggu Kliwon.
Rangkaian Acara
Pada Dal 1959, Labuhan Parangkusumo digabung dengan Labuhan Dlepih di Wonogiri (30 Rejeb), diikuti Labuhan Lawu dan Merapi pada 1 Ruwah (20 Januari 2026).
Ubarampe berangkat dari Kraton Yogyakarta pukul 08.00 WIB setelah diinapkan di Bangsal Srimanganti, diserahkan oleh mantu dalem seperti KPH Wironegoro dan KPH Purbodiningrat kepada abdi dalem untuk dilabuhkan ke laut.
Tahun Dal menambah lokasi labuhan di Dlepih serta ubarampe tambahan seperti songsong gilap di Parangkusumo, berbeda dari Labuhan Alit biasa di tiga lokasi utama.
Acara ini memperingati 38 tahun Sultan bertakhta dan mengundang antusiasme warga umum.
Dilanjutkan dengan pelabuhan pakaian Sultan ke Samudra Hindia yang dipimpin langsung oleh juru kunci tersebut.
Peran Utama Lainnya
Utusan Dalem seperti KRT Wijayapamungkas menyerahkan ubarampe kepada Kepala Kundha Kabudayan Bantul sebelum diserahkan ke juru kunci.
Mantu Dalem (KPH Wironegoro, KPH Purbodiningrat, KPH Notonegoro) memulai pemberangkatan ubarampe dari Bangsal Srimanganti pukul 08.00 WIB.
Penghageng II Kawedanan Reksa Suyasa Keraton, KRT Kusumonegoro, menjelaskan rangkaian acara secara keseluruhan namun bukan pemimpin ritual labuhan.
Pada Dal 1959 (19 Januari 2026), prosedur serupa berlaku dengan tambahan ubarampe songsong gilap, dan juru kunci tetap memimpin pelabuhan setelah serah terima di Pendapa barat Cepuri Parangkusumo. Acara ini terbuka umum dengan ribuan pengunjung menyaksikan rombongan utusan Keraton. **






