Penulis: Agung Sedayu | Editor: Gandung Kardiyono
KREDONEWS.COM, MOJOKERTO – Sedikitnya 152 santri dan pelajar mengalami pusing, mual, muntah, demam, serta diare usai menyantap MBG dari SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 di Dusun Rejeni, Desa Wonodadi, Kutorejo, Mojokerto.
Operasional SPPG dihentikan sementara untuk investigasi gabungan.
“SPPG ini kami setop sementara karena sedang dilakukan investigasi,” tegas Dandim 0815 Mojokerto Letkol Inf Abi Swanjoyo, Sabtu (10/1/2026).
Penyelidikan melibatkan Polres Mojokerto, Kodim 0815, Dinas Kesehatan, dan Badan Gizi Nasional (BGN).
Polisi telah memeriksa pengurus SPPG, sementara Dinas Kesehatan mengambil sampel makanan untuk diuji laboratorium.
Korwil BGN Mojokerto Rosidian Prasetyo menyebut, SPPG menyediakan 2.679 porsi untuk 20 sekolah pada Jumat (9/1). Namun, indikasi keracunan massal terjadi di 7 sekolah dan pesantren.
Mayoritas korban dirawat di Ponpes Mahad An Nur, yang dijadikan posko kesehatan. Sebagian lainnya ditangani di Puskesmas Pacet, Gondang, Kutorejo, serta dirujuk ke RSUD Prof dr Soekandar, RS Sumberglagah, RS Kartini, RS Mawaddah Medika, dan RSI Arofah.**







