Menu

Mode Gelap

Nasional

Kegagalan Sistemik Penyebab Keracunan MBG, M Qodari: Korban Lebih 5.000 Siswa

badge-check


					Kepala Staf Presiden, M. Godari memberikan keterangan pers, terakit dengan kejadian luar biasa keracunan massal di berbagai tempat setelah mengonsumsi makanan dari mintar dapur MBG, Senin 22 September 2025. Foto: istimewa
Perbesar

Kepala Staf Presiden, M. Godari memberikan keterangan pers, terakit dengan kejadian luar biasa keracunan massal di berbagai tempat setelah mengonsumsi makanan dari mintar dapur MBG, Senin 22 September 2025. Foto: istimewa

Penulis: Yusran Hakim   |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA- Tak tega melihat ratusan anak didik keracunan makanan dari MBG di Jawa Barat. Napasnya tersenggal-sengal,  dadanya naik turun, munctah-muntah. Mereka ditandu, dan dibawa menggunakan tempat tidur roda, dibawa ke puskesmas atau IGD rumah sakit.

Celakanya peristiwa tragis ini terjadi secara merata, sejak pemerintah mulai melaksanakan program Makanan Bergisi Gratis (BGS) dilaksanakn di sebagian besar wilayah negeri ini.

Merespon kejadian tak wajar itu, Muhammad Qodari, Seenin 22 September 205, memberikan rincian data keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai berikut:

Pemerintah sudah melakukan evaluasi dan memperbaiki standar operasional dan sertifikasi kebersihan dapur MBG untuk mencegah kejadian serupa, dengan fokus puncak kasus di Jawa Barat pada Agustus 2025. Rinciannya menyebutkan:

  • Data dari Badan Gizi Nasional (46 kasus, 5.080 korban)
  • Kementerian Kesehatan (60 kasus, 5.207 korban)
  • BPOM (55 kasus, 5.320 korban).

Qodari juga menyebutkan bahwa puncak kejadian keracunan terjadi pada bulan Agustus 2025 dengan penyebaran terbanyak di Provinsi Jawa Barat.

Ia menambahkan empat indikator penyebab keracunan MBG, yakni higienitas makanan, suhu makanan dan ketidaksesuaian pengolahan pangan, kontaminasi silang oleh petugas, dan indikasi alergi pada sebagian penerima manfaat.

Data ini mengindikasikan adanya perbedaan jumlah kasus dan korban pada tiap lembaga, namun secara keseluruhan angka korban berada di kisaran lebih dari 5.000 orang.

Qodari memaparkan empat faktor utama penyebab keracunan makanan MBG, yaitu: Higienitas makanan yang kurang terjaga; Suhu makanan yang tidak sesuai dengan standar; Ketidaksesuaian dalam pengolahan pangan; Kontaminasi silang dari petugas yang menangani makanan; Selain itu, ada indikasi bahwa sebagian kasus keracunan juga disebabkan oleh alergi pada penerima manfaat.

Secara lebih spesifik makanan dari MBG itu mengadung beberapa bakteri yang berbahaya penyebab utama keracunan, yaitu:

Bakteri Bacillus cereus, Staphylococcus aureus, dan E. coli ditemukan pada beberapa sampel makanan dan bahan baku seperti tempe goreng, sayuran, dan air yang digunakan untuk memasak.

Jamur Candida tropicalis juga ditemukan dalam beberapa sampel buah melon dan sayuran.

Selain bakteri dan jamur, gejala keracunan yang dilaporkan meliputi diare, muntah-muntah, gatal-gatal di seluruh badan, bengkak wajah, gatal tenggorokan, sesak napas, pusing, dan sakit kepala.

Kasus keracunan massal tersebut diduga seringkali disebabkan oleh kontaminasi makanan, penyimpanan makanan yang tidak optimal, kurangnya higienitas dan pengawasan ketat dalam proses penyediaan makanan MBG.

Salah satu contoh kasus keracunan massal di Kabupaten Banggai Kepulauan diduga berasal dari olahan ikan cakalang yang sudah tidak layak konsumsi.

Pakar juga menyoroti kegagalan sistemik dalam penyediaan, pengolahan, dan distribusi makanan MBG yang menyebabkan keracunan meluas dengan berbagai macam gejala kesehatan pada anak-anak penerima manfaat program tersebut. **

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

1.235 Atlet TK hingga SMA Ikuti Jombang Pencak Silat Championship II 2026

16 Januari 2026 - 20:23 WIB

Gus Qoyyum Bawa Tausyiah Isra Mi’raj di Jombang, Warsubi: Jagalah Hubungan Antar-Sesama

16 Januari 2026 - 19:53 WIB

Polisi Segel Sekretariat Madas di Jl. Raya Darmo 153 Surabaya, Kasus Mafia Tanah

16 Januari 2026 - 19:32 WIB

UMKM Terancam Anjloknya Rupiah

16 Januari 2026 - 18:46 WIB

Drama 3,5 Jam Ressa di Depan Rumah Denada

16 Januari 2026 - 18:24 WIB

Hajatan 167 Harjasda 2026 Dimeriahkan 45 Acara Spektakuler

16 Januari 2026 - 06:37 WIB

Warsubi Lantik 84 Pejabat Baru di Pemkab Jombang, Bayu Pancoroadi dari PUPR Jadi Kapala DPMPTSP

15 Januari 2026 - 22:00 WIB

Purbaya akan Legalkan Rokok Ilegal

15 Januari 2026 - 20:00 WIB

Kasus Korupsi Proyek PDAM Sidoarjo, Penyidik Periksa Dewas Fenny Apridawati dan Andjar

15 Januari 2026 - 18:51 WIB

Trending di Nasional