Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Kediri Gempar, Tiga Orang Sekeluarga Tewas Satu Anak Kritis dan Mobil Korban Hilang

badge-check


					Sekeluarga Agus Komarudin, 38, Kristina, 34, dan Chistian Agusta Wiratmaja, 9, ditemukan meninggal dunia dan Semual Putra, 8, saat ini dalam perawatan di RS Bhayangkara Kediri. foto: dok/keluarga/kediritangguh.co Perbesar

Sekeluarga Agus Komarudin, 38, Kristina, 34, dan Chistian Agusta Wiratmaja, 9, ditemukan meninggal dunia dan Semual Putra, 8, saat ini dalam perawatan di RS Bhayangkara Kediri. foto: dok/keluarga/kediritangguh.co

KREDONEWS.COM, KEDIRI- Tiga orang satu keluarga ditemukan tewas bersimbah darah di Dusun Gondanglegi Desa Pandantoyo, Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri, Jawa Timur,  Kamis,  sekitar pukul 08.30 wib,  5 Desember 2024.

Sementara itu, Samuel Putra Yordaniel (8), anak bungsu keluarga itu  ditemukan kritis di dalam kamar dan saat ini menjalani perawatan di RS Bhayangkara Kabupaten Kediri. Berdasarkan informasi, kematian satu keluarga ini diduga akibat aksi perampokan disertai pembunuhan.

“Kami tidak menyangka sampai terjadi peristiwa seperti ini,” ujar Kepala Desa Pandantoyo, Dina Istanti menjawab pertanyaan wartawan. Korban Agus diketahui berprofesi sebagai guru sekolah dasar di Babadan Kediri.

Kapolsek Ngancar AKP Chardi Kukuh, saat dikonfrimasi membenarkan terjadi peristiwa itu di Dusun Gondanglegi Desa Pandantoyo. Bahwa pasangan suami istri Agus Komarudin dan Kristina serta anaknya Chistian Agusta ditemukan meninggal dunia dengan luka. Sementara Samuel Putra mengalami luka serius dan saat ini mendapatkan perawatan medis.

“Pelapornya Roesmani merupakan kepala dusun. Untuk saksi Sumaji dan Supriono merupakan guru teman korban dan tetangga korban,” jelasnya. Dari keteramgan saksi, mobil milik korban tidak berada di tempat. Diduga dibawa lari oleh pelaku.

Kejadian itu diketahui ketika saksi Sumarji dan Supriono rekn korban sebagai guru, mendatangi rumah Agus sekitar pukul 08.30 WIB. Mereka hendak mencari tahu mengakap Agut  tidak datang mengajar di SDN 1 Babatan hari itu. Padahal dia hanya izin satu hari saja.

Pada saat kedua saki datang,  rumah korban tertutup rapat. Saat dibuka paksa lewat jendela, salah satu saksi Supriono melihat darah berceceran di dalam rumah korban.

“Karena tidak bisa dihubungi saksi-saksi akhirnya datang ke rumah saudara Agus, pada saat tiba di lokasi dalam keadaan pintunya tertutup. Pada saat diketok-ketok pintunya, tidak ada yang keluar. Akhirnya salah satu keluarga korban yang bernama Supriono membuka lewat jendela kamar dan ada bekas darah di atas kasur namun tidak berani masuk,” kata Kukuh.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Dugaan Permintaan Aborsi Seret Runner-up Raka Raki Jatim 2026, Begini Respons Pemkot Surabaya

10 Agustus 2026 - 20:54 WIB

DJP Tegaskan Belum Ada Rencana Pajaki Pemilik Rumah Kontrakan pada 2027

10 Agustus 2026 - 20:40 WIB

Mirip Film Perang Fiksi, RRT Lawan Nyamuk Gunakan Senjata Laser

10 Agustus 2026 - 20:34 WIB

BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP

10 Agustus 2026 - 20:24 WIB

Ritual Malam Bakar Obat Nyamuk Nasional, Nilai Pasar Rp7,8 Triliun/ Tahun

10 Agustus 2026 - 19:44 WIB

Prakiraan APBD Jombang 2027: Cuma Naik Rp167 Miliar

10 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Harga Naik Terus, Koperasi Unggas Sejahtera Bagikan Gratis 600 Ekor Ayam kepada Warga Batang

10 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Diduga Kasus Tanah Kaveling, Polresta Malang Terbitkan Surat DPO terhadap Ipda Wibowo Hari Sucahyo

10 Agustus 2026 - 12:46 WIB

Mobil Peserta Drag Rage Hilang Kendali, Enam Penonton Tewas Tertabrak 11 Lukaluka di Kotamobagu

9 Agustus 2026 - 21:10 WIB

Trending di News