Menu

Mode Gelap

Headline

Kacau-balau di Musdaliffah ke Mina, Ribuan Jemaah Jalan Kaki 8 Km Gegara tak Ada Jemputan Bus

badge-check


					Ribuan jamaan dalam perjalanan dari Musdaliffah ke Mina, terlunta-lunta karena tidak ada jemputan bus. Mereka terpaksa jalan kaki sejauh 8 km. Hal serupa dialami jamaah yang mendapat jamputan bus, macet 7 jam tidak bisa bergerak, karena jalanan dipenuhi pejalan kaki. Foto: Dok pribadi/ Sari Perbesar

Ribuan jamaan dalam perjalanan dari Musdaliffah ke Mina, terlunta-lunta karena tidak ada jemputan bus. Mereka terpaksa jalan kaki sejauh 8 km. Hal serupa dialami jamaah yang mendapat jamputan bus, macet 7 jam tidak bisa bergerak, karena jalanan dipenuhi pejalan kaki. Foto: Dok pribadi/ Sari

Penulis: Mbah Muryanto     |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, MINA– Carut-marut dan penuh kekacauan pelaksanaan haji yang dialami para jamaah haji Indonesia saat hendak meninggalkan Musdalifah ke Mina terjadi dengan mengenaskan. Gara-gara kesulitan bus, ribuan jamaah haji terpaksa harus jalan kaki sekitar 8 km dari Musdalifah ke Mina.

Orang-orang tua dan orang-orang yang punya penyakit khusus banyak yang bertumbangan di jalan-jalan. Mereka tidak kuat harus berdesak-desakan dengan ribuan jamaah dari berbagai negara.

Sari,  seorang  jamaah haji dari Kabupaten Kediri kepada Kredonews.com, Jumat, 6 Mei 2025,  melaporkan bahwa banyak orang yang menangis di jalan-jalan, karena tidak kuat menghadapi situasi seperti itu.

Ia mengatakan, teman-temannya yang sudah naik bus juga sudah 7 jam berada di dalam bus, karena bus tidak dapat berjalan akibat banyak orang yang memenuhi jalan-jalan.

Kekacauan pelaksanaan haji tersebut bukan disebabkan oleh pemerintah Indonesia dan petugas haji Indonesia, tetapi akibat perubahan kebijakan dari Pemerintah Arab Saudi yang tidak dikomunikasikan dengan baik kepada negara-negara yang mengirim jamaah haji.

Mulai tahun ini, penanganan jamaah haji di Arab Saudi tidak ditangani satu syarikah, tetapi delapan sayarikah. Mereka masing-masing menangani rombongan jamaah haji berdasarkan urutan visa, padahal rombongan jamaah haji Indonesia berangkat berdasarkan kloter yang urutan visanya tidak sama.

Akibatnya saat mereka tiba di Arab Saudi, mereka harus berpencar-pencar hotel, karena satu kloter ditangani syarikah berbeda-beda.

Repotnya ketika terjadi kekacauan jamaah haji di Musdalifah yang hendak ke Mina yang tidak mendapat bus, mereka kebingungan harus mengadu kemana. Petugas haji Indonesia yang ada juga kebingungan hendak mengadu kemana.

Petugas syarikah dari Arab Saudi juga tidak ada di tempat. Mereka yang jumlahnya ratusan ribu akhirnya mengambil keputusan sendiri-sendiri dengan berjalan kaki beramai-ramai ke Mina.

Sejumlah jamaah mengalami ketidaknyamanan serius, termasuk soal keterlambatan penempatan kamar dan kekacauan dalam penempatan maktab.  sejumlah jamaah harus menunggu dalam waktu yang cukup lama sebelum akhirnya mendapatkan kamar.

Pelaksanaan haji tahun ini benar-benar amburadul.  Penempatan maktab (pemondokan) yang menyebabkan sejumlah jamaah terpisah dari keluarganya setibanya di Arab Saudi.

Setelah kejadian perjalanan dari Musdalifah ke Mina yang kacau, semoga saat pelaksanaan lempar jumroh di Mina nantinya tidak terjadi kekacauan lagi. Namun kata Sari, banyak jamaah yang khawatir nantinya akan terjadi kekacauan.

Ia berharap agar pemerintah segera turun tangan melakukan kordinasi dengan pemerintah Arab Saudi. Kuota jemaah haji Indonesia 2025 mencapai 220.000 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 203.320 merupakan haji reguler sisanya 16.680 jemaah haji khusus yang ditangani melalui travel atau biro perjalanan haji. **

 

 

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Peringatan Hari Ulang Tahun ke-54 KORPRI Kota Mojokerto Digelar dengan Sederhana

30 November 2025 - 13:09 WIB

Bupati Mojokerto Salurkan BLT Sementara Senilai 47 M

30 November 2025 - 12:53 WIB

Gunung Semeru Meletus Tiga Kali Sehari setelah Statusnya Diturunkan

30 November 2025 - 12:02 WIB

Bupati Pasuruan Dorong Petani Kelola Greenhouse Melon dengan Strategi Bisnis Berkelanjutan

30 November 2025 - 11:45 WIB

Pemerintah Targetkan 300 ribu Jembatan di Seluruh Daerah Terpencil

30 November 2025 - 11:22 WIB

Veronika Tan Bahas Sunat Untuk Perempuan dari Sejumlah Sudut Pandang

30 November 2025 - 09:44 WIB

Ayah Kandung Jaminkan Anak untuk Utang Rp 25 Juta di Gresik, Kini Dikembalikan ke Ibu Kandung di Tasikmalaya

30 November 2025 - 00:04 WIB

Kesulitan Bahan Makanan, Massa Juga Menjarah Gudang Bulog Pondok Batu Perbatasan Sibolga-Tapteng

29 November 2025 - 23:23 WIB

Korupsi Rp 16,6 Miliar, Kejaksaan Enrekang Menahan Empat Mantan Pengurus BAZNAS

29 November 2025 - 22:56 WIB

Trending di Headline