Penulis: Jacobus E. Lato | Editor: Priyo Suwarno
KREDOPNEWS.COM, NEW YORK- JP Morgan telah memperingatkan bahwa kebijakan tarif baru yang diumumkan oleh Presiden Donald Trump dapat membawa ekonomi Amerika Serikat ke jurang resesi pada tahun 2025.
Kebijakan ini mencakup tarif universal dan tarif timbal balik yang secara signifikan meningkatkan pajak atas barang impor, dengan dampak yang meluas bagi ekonomi domestik dan global.
JP Morgan adalah sebuah lembaga jasa keuangan multinasional yang berkantor pusat di New York City, Amerika Serikat. Dikenal secara resmi sebagai JPMorgan Chase & Co., perusahaan ini merupakan salah satu bank terbesar di dunia dan termasuk dalam kelompok “Big Four” bank di Amerika Serikat, bersama dengan Bank of America, Citigroup, dan Wells Fargo.
Ahli yang menuliskan ramalan mengenai dampak kebijakan tarif Donald Trump di JP Morgan adalah Michael Feroli, yang menjabat sebagai Kepala Ekonom AS di perusahaan tersebut.
Dalam analisisnya, Feroli memperkirakan bahwa kebijakan tarif baru dapat menyebabkan kontraksi ekonomi dan meningkatkan tingkat pengangguran di Amerika Serikat.
Selain itu, Bruce Kasman, yang merupakan Kepala Ekonom Global JP Morgan, juga memberikan pandangan terkait risiko resesi yang meningkat akibat kebijakan tersebut.
Tulisan yang meramalkan dampak kebijakan tarif Donald Trump oleh JP Morgan dirilis pada tanggal 3 April 2025.
Dalam catatan tersebut, JP Morgan memperingatkan bahwa kebijakan tarif baru dapat meningkatkan peluang resesi di Amerika Serikat dari 40% menjadi 60%
Poin utama dari analisis JP Morgan:
Kontraksi Ekonomi: JP Morgan memproyeksikan pertumbuhan PDB riil AS untuk tahun penuh akan turun menjadi -0,3%, dari sebelumnya 1,3%. Kebijakan tarif ini diperkirakan akan menekan aktivitas ekonomi dan meningkatkan tingkat pengangguran menjadi 5,3%.
Inflasi dan Harga: Tarif tersebut akan menaikkan pajak tahunan sebesar $660 miliar, kenaikan terbesar dalam sejarah AS. Hal ini diperkirakan akan menyebabkan lonjakan harga barang konsumsi, menambah tekanan pada Indeks Harga Konsumen sebesar 2%, serta meningkatkan inflasi hingga 4,4% pada akhir tahun.
Dampak Pasar: Pengumuman tarif telah mengguncang pasar saham. Indeks S&P 500 jatuh ke posisi terendah dalam 11 bulan, dengan kapitalisasi pasar AS kehilangan $5,4 triliun dalam dua sesi perdagangan terakhir. Dow Jones juga mengalami penurunan tajam.
Resesi Global: JP Morgan meningkatkan probabilitas resesi global menjadi 60%, naik dari 40% sebelum pengumuman tarif. Kebijakan ini juga berpotensi memicu pembalasan dari negara-negara mitra dagang AS, mengganggu rantai pasokan global dan menurunkan sentimen bisnis.
Para ekonom JP Morgan menyebut kebijakan ini sebagai “guncangan ekonomi makro yang substansial,” dengan dampak yang sulit diatasi jika tarif terus diterapkan. Namun, mereka juga mencatat bahwa perubahan kebijakan masih mungkin terjadi untuk meredakan dampak negatifnya. **