Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Jembatan Gantung Putus sejak 2017, Siswa SD Harus Seberangi Sungai Glagah Dipandu Penambang Pasir

badge-check


					Setiap hari pelajar SD harus menyeberangi Sungai Glagah agar bisa ke sekolah terjadi di Wadasgumantung, Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Tangkap layar video @batanghelp Perbesar

Setiap hari pelajar SD harus menyeberangi Sungai Glagah agar bisa ke sekolah terjadi di Wadasgumantung, Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Tangkap layar video @batanghelp

KREDONEWS.COM, BREBES– Musim hujan air sungai Glagah sering meluap, itulah bahaya yang mengincar puluhan siswa sekolah dasar (SD) dari dusun Wadasgumantung, Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah,  setiap hari bolak balik menyeberangi sungai dipandu oleh para penambang pasir.

Anak-anak itu harus mengandalkan jasa para para penambang pasir, agar bisa melintas sungai Glagah,agar bisa ke sekolahnya dilakoni sejak 2017 atau sudah berjalan tujuh silam. Karena pemda kabupaten Brebes, Jawa Tengah, belum merealisasikan rencana pembangunan tiga titik jembatan gantung yang sudah pernah ada di wilayah itu.

Setelah jembatan gantung putus diterjang banjir, tujuh silam, pemerintah daerah telah merencanakan pembangunan jembatan di Dusun Wadasgumantung, untuk mengatasi masalah keterisolasian yang telah berlangsung selama tujuh tahun. Jembatan gantung putus sebanyak tiga kali akibat tergerus arus deras saat banjir.

Kepala Desa Kutamendala, H. Fathuri S.Ag, menyatakan bahwa jembatan tersebut putus karena banjir yang mengakibatkan 270 kepala keluarga, atau sekitar 900 jiwa, terisolir dan anak-anak tidak dapat berangkat sekolah saat sungai dalam keadaan banjir.

Inilah pemandangan setiap hari bocah-bocah sekalah dasar menyeberangi sungai Glagah, dipandu oleh para penambang pasir, di Wadasgumantung, Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes. tangkap layar video instagram@batanghelp

 

Kejadian putusnya jembatan ini terjadi pada awal tahun 2017, ketika banjir besar menerjang wilayah tersebut

Warga setempat, yang terdiri dari sekitar 900 jiwa, terpaksa menyeberangi sungai untuk akses ke sekolah dan kebutuhan sehari-hari karena jembatan penghubung sebelumnya putus akibat banjir

Pembangunan akan dilakukan untuk jembatan gantung yang menghubungkan Dukuh Wadasgumantung dengan Dukuh Satir. Pemerintah Kabupaten Brebes telah mendapatkan izin penggunaan lahan dari Perhutani untuk pembangunan jembatan.

Anggaran yang diusulkan untuk proyek ini adalah sekitar Rp 850 juta. Anggota DPRD Brebes mendesak agar pembangunan jembatan ini menjadi prioritas dalam anggaran tahun 2024. Namun belum pernah terealisasi sampai saat ini.

Pwerkembangannya, bulan Februari 2024, warga bersama pihak TNI dan pemerintah setempat mulai melakukan pengecoran tiang jembatan, menunjukkan kemajuan nyata dalam proyek ini. Namun setelah dicor, ternyata pembangunan jembatan gantung itu, belum selesai hingga saat ini

Warga berharap, agar jembatan gantung bisa segera direalisasi, sehingga dusun Wadasgumantung tidak tersolasi seperti yang terjadi sekarang ini, bahkan setiap hari siswa siswi. **

 

 

Anak-anak warga dusun Wadasgumantung, desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menghadapi tantangan besar dalam akses pendidikan. Tanpa adanya jembatan, mereka terpaksa menyeberangi sungai untuk mencapai sekolah. Situasi ini menjadi semakin sulit saat musim hujan, di mana banjir sering terjadi, memaksa anak-anak untuk digendong oleh orang tua atau warga lainnya agar bisa menyeberangi sungai

1
3

.Warga setempat telah lama mengeluhkan keterisolasian ini. Selama bertahun-tahun, mereka meminta pemerintah untuk membangun jembatan yang dapat menghubungkan dusun mereka dengan area lain. Rencana pembangunan jembatan gantung di tiga titik, termasuk di Dusun Wadasgumantung, telah diumumkan sebagai solusi untuk masalah ini

2
4

. Meskipun demikian, hingga saat ini, anak-anak masih harus berjuang setiap hari untuk mendapatkan pendidikan yang layak

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Festival Gambus Misri Muncul di Sumobito setelah 40 Tahun Menghilang

11 Agustus 2026 - 16:17 WIB

Bupati Warsubi Lantik Pusoko Jadi Kades Antar Waktu Sumberteguh Kudu

11 Agustus 2026 - 16:07 WIB

Dugaan Permintaan Aborsi Seret Runner-up Raka Raki Jatim 2026, Begini Respons Pemkot Surabaya

10 Agustus 2026 - 20:54 WIB

DJP Tegaskan Belum Ada Rencana Pajaki Pemilik Rumah Kontrakan pada 2027

10 Agustus 2026 - 20:40 WIB

Mirip Film Perang Fiksi, RRT Lawan Nyamuk Gunakan Senjata Laser

10 Agustus 2026 - 20:34 WIB

BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP

10 Agustus 2026 - 20:24 WIB

Ritual Malam Bakar Obat Nyamuk Nasional, Nilai Pasar Rp7,8 Triliun/ Tahun

10 Agustus 2026 - 19:44 WIB

Prakiraan APBD Jombang 2027: Cuma Naik Rp167 Miliar

10 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Harga Naik Terus, Koperasi Unggas Sejahtera Bagikan Gratis 600 Ekor Ayam kepada Warga Batang

10 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Trending di News