Menu

Mode Gelap

News

Jembatan Gantung Putus sejak 2017, Siswa SD Harus Seberangi Sungai Glagah Dipandu Penambang Pasir

badge-check


					Setiap hari pelajar SD harus menyeberangi Sungai Glagah agar bisa ke sekolah terjadi di Wadasgumantung, Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Tangkap layar video @batanghelp Perbesar

Setiap hari pelajar SD harus menyeberangi Sungai Glagah agar bisa ke sekolah terjadi di Wadasgumantung, Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Tangkap layar video @batanghelp

KREDONEWS.COM, BREBES– Musim hujan air sungai Glagah sering meluap, itulah bahaya yang mengincar puluhan siswa sekolah dasar (SD) dari dusun Wadasgumantung, Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah,  setiap hari bolak balik menyeberangi sungai dipandu oleh para penambang pasir.

Anak-anak itu harus mengandalkan jasa para para penambang pasir, agar bisa melintas sungai Glagah,agar bisa ke sekolahnya dilakoni sejak 2017 atau sudah berjalan tujuh silam. Karena pemda kabupaten Brebes, Jawa Tengah, belum merealisasikan rencana pembangunan tiga titik jembatan gantung yang sudah pernah ada di wilayah itu.

Setelah jembatan gantung putus diterjang banjir, tujuh silam, pemerintah daerah telah merencanakan pembangunan jembatan di Dusun Wadasgumantung, untuk mengatasi masalah keterisolasian yang telah berlangsung selama tujuh tahun. Jembatan gantung putus sebanyak tiga kali akibat tergerus arus deras saat banjir.

Kepala Desa Kutamendala, H. Fathuri S.Ag, menyatakan bahwa jembatan tersebut putus karena banjir yang mengakibatkan 270 kepala keluarga, atau sekitar 900 jiwa, terisolir dan anak-anak tidak dapat berangkat sekolah saat sungai dalam keadaan banjir.

Inilah pemandangan setiap hari bocah-bocah sekalah dasar menyeberangi sungai Glagah, dipandu oleh para penambang pasir, di Wadasgumantung, Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes. tangkap layar video instagram@batanghelp

 

Kejadian putusnya jembatan ini terjadi pada awal tahun 2017, ketika banjir besar menerjang wilayah tersebut

Warga setempat, yang terdiri dari sekitar 900 jiwa, terpaksa menyeberangi sungai untuk akses ke sekolah dan kebutuhan sehari-hari karena jembatan penghubung sebelumnya putus akibat banjir

Pembangunan akan dilakukan untuk jembatan gantung yang menghubungkan Dukuh Wadasgumantung dengan Dukuh Satir. Pemerintah Kabupaten Brebes telah mendapatkan izin penggunaan lahan dari Perhutani untuk pembangunan jembatan.

Anggaran yang diusulkan untuk proyek ini adalah sekitar Rp 850 juta. Anggota DPRD Brebes mendesak agar pembangunan jembatan ini menjadi prioritas dalam anggaran tahun 2024. Namun belum pernah terealisasi sampai saat ini.

Pwerkembangannya, bulan Februari 2024, warga bersama pihak TNI dan pemerintah setempat mulai melakukan pengecoran tiang jembatan, menunjukkan kemajuan nyata dalam proyek ini. Namun setelah dicor, ternyata pembangunan jembatan gantung itu, belum selesai hingga saat ini

Warga berharap, agar jembatan gantung bisa segera direalisasi, sehingga dusun Wadasgumantung tidak tersolasi seperti yang terjadi sekarang ini, bahkan setiap hari siswa siswi. **

 

 

Anak-anak warga dusun Wadasgumantung, desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menghadapi tantangan besar dalam akses pendidikan. Tanpa adanya jembatan, mereka terpaksa menyeberangi sungai untuk mencapai sekolah. Situasi ini menjadi semakin sulit saat musim hujan, di mana banjir sering terjadi, memaksa anak-anak untuk digendong oleh orang tua atau warga lainnya agar bisa menyeberangi sungai

1
3

.Warga setempat telah lama mengeluhkan keterisolasian ini. Selama bertahun-tahun, mereka meminta pemerintah untuk membangun jembatan yang dapat menghubungkan dusun mereka dengan area lain. Rencana pembangunan jembatan gantung di tiga titik, termasuk di Dusun Wadasgumantung, telah diumumkan sebagai solusi untuk masalah ini

2
4

. Meskipun demikian, hingga saat ini, anak-anak masih harus berjuang setiap hari untuk mendapatkan pendidikan yang layak

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menelisik Sejarah Terorisme (1): Ketika Kekerasan Jadi Pilihan Aksi

22 April 2026 - 18:30 WIB

KPJ Sabah Specialist Hospital, Pusat Perawatan Kesehatan yang Makin Mendunia Pilihan Pasien Indonesia

22 April 2026 - 11:39 WIB

14 Jam Rudy Mas’ud Bertahan di Dalam Kantor, Saat Massa APM Kaltim Unjuk Rasa

22 April 2026 - 08:40 WIB

Tanker Gamsunoro Milik Pertamina Dikontrakan ke Pihak III, lalu Disewa oleh Pertamina Sendiri

21 April 2026 - 22:09 WIB

Purbaya: Bank Dunia Minta Maaf Bilang Ekonomi RI Cuma 4,7%

21 April 2026 - 21:14 WIB

Mendag Budi Ungkap Penyebab Harga Minyak Goreng Kemasan Naik

21 April 2026 - 21:03 WIB

BBM Nonsubsidi Naik, Pertamax Turbo Tembus Rp 19.400

21 April 2026 - 20:49 WIB

LPKJ 2025 Bupati Jombang, Dewan: 74 % Anggaran Masih Transfer Pusat, PAD Cuma 26 %

21 April 2026 - 20:36 WIB

Anang Sularso Dibunuh di Purwoasri, Dibuang di Keras Kediri, Ditemukan di Megaluh Jombang

21 April 2026 - 16:44 WIB

Trending di News