Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Jangan Asal Kasih Nama! Ini Aturan Beri Nama Dukcapil, Awas Ditolak

badge-check


					Jangan Asal Kasih Nama! Ini Aturan Beri Nama Dukcapil, Awas Ditolak Perbesar

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, SURABAYA- Di Indonesia, aturan pemberian nama anak telah diatur secara resmi agar dapat tercatat dalam sistem administrasi kependudukan. Ketentuan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 73 Tahun 2022 tentang Pencatatan Nama pada Dokumen Kependudukan.

Regulasi ini menjadi pedoman bagi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) dalam menerima atau menolak nama yang diajukan orang tua.

Syarat dan Ketentuan Penamaan

Nama anak minimal harus terdiri dari dua kata dan memiliki panjang paling banyak 60 karakter, termasuk penggunaan spasi.

Nama tidak boleh mengandung makna buruk, tidak boleh multitafsir (bermakna ganda), serta dilarang melanggar kaidah agama, nilai kesopanan, dan kesusilaan.

Dalam penulisannya, orang tua hanya diperbolehkan menggunakan huruf Latin sesuai aturan bahasa Indonesia. Penggunaan angka, berbagai tanda baca, simbol, maupun singkatan yang tidak lazim tidak diperkenankan.

Sebagai contoh, penulisan “Muh” untuk menggantikan Muhammad tidak lagi diperbolehkan.

Prosedur Pencatatan dan Gelar

Meskipun terdapat aturan yang ketat, pencantuman nama marga, nama keluarga, gelar adat, gelar keagamaan, maupun gelar pendidikan tetap diperbolehkan.

Unsur tambahan tersebut juga dapat disingkat saat dicetak dalam dokumen resmi seperti Kartu Keluarga (KK) atau KTP-el.

Saat mendaftarkan akta kelahiran, orang tua wajib memastikan nama anak sudah sesuai ketentuan agar tidak ditolak atau harus diubah di kemudian hari.

Apabila di masa depan ingin melakukan perubahan terhadap nama yang telah sah tercatat, maka prosesnya harus mengikuti ketentuan sebagaimana diatur dalam Pasal 4 ayat (3) peraturan yang sama.

Hal-Hal yang Dilarang oleh Dukcapil

Pemerintah secara tegas melarang pemberian nama yang tidak sejalan dengan Permendagri tersebut. Beberapa hal yang menjadi penyebab penolakan antara lain:

1. Contoh Nama Bermakna Negatif

Nama-nama berikut biasanya ditolak karena dianggap merendahkan martabat anak atau berpotensi memicu perundungan:

“Jelek”
“Orang Gila”
“H Iblis”
“Aji Setan”
“Neraka IU”
“Pantat”
“Aurel Vagina”
“Penis Lambe”
“Erdawati Jablay Manula”
“Lonte”
“Asu”
“Ereksi Biantama”
“Tikus”
“Bodoh”

2. Contoh Nama Terlalu Panjang atau Membingungkan

“Ikajek Bagas Paksi Wahyu Sarjana Kesuma Adi”
(Dilarang karena melebihi batas maksimal 60 karakter)

3. Contoh Penggunaan Simbol, Singkatan, atau Nama Tunggal

Nama yang hanya terdiri dari satu huruf seperti:
“A”
“C”

Nama yang hanya satu kata seperti:
“Sukarno”

Singkatan nama seperti:
“Muh”
“M Panji”
“A Hakam AS Arany”

Nama yang menggunakan angka atau tanda baca, misalnya yang menyisipkan tanda titik “.” atau tanda apostrof “‘”.

Seluruh ketentuan ini dibuat untuk memastikan nama yang tercatat dalam dokumen kependudukan jelas, tidak menimbulkan masalah administratif, serta melindungi kepentingan anak di masa depan.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

PIHPS: Cabai Rawit Tembus Lebih dari Rp100 ribu Per Kilogram

24 September 2026 - 19:59 WIB

Pengusaha Kapal Akui Tak Semua Operator Berani Angkut Kendaraan Listrik

24 September 2026 - 19:48 WIB

Sekolah Negeri Bakal Digratiskan, Mendikdasmen: Dimulai dari TK hingga Kuliah

23 September 2026 - 20:43 WIB

Warga RI Usia 17 Tahun Bakal Dapat Rp 50 Ribu, Pemerintah Siapkan Rp 3,8 T

23 September 2026 - 19:59 WIB

Pastikan Sesuai Spek, LSM Seven Gab Bersama Dinas PU Sidoarjo Pantau Proyek Jalan Bluru

23 September 2026 - 10:27 WIB

PHK Massal Bayangi Industri Keramik Jatim Imbas Pasokan Gas Terbatas

22 September 2026 - 20:36 WIB

Pemprov Jatim Amankan 411 Aset Idle dari Ancaman Mafia Tanah

22 September 2026 - 20:07 WIB

Arahan Prabowo, Bahlil Godok Strategi Konversi Batu Bara Jadi BBM

21 September 2026 - 19:12 WIB

Beras di Ritel Modern Kosong Imbas Fortifikasi Disetop, Mentan Buka Suara

21 September 2026 - 19:02 WIB

Trending di Nasional