Penulis: Jacobus E. Lato | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, FILIPINA– Indonesia punya betor (becak motor). Tetapi di Filpina ada motor dengan julukan Skylab dan populer juga disebut Habal-habal. Satu motor dipasangi sayap kanan kiri, untuk tempat duduk bisa mencapai 10 orang.
Sepeda motor biasa dimodifikasi dengan menambahkan papan kayu panjang di sisi kanan dan kiri, mirip sayap atau rumah kecil, sehingga disebut “Skylab” karena bentuknya menyerupai satelit luar angkasa AS tahun 1970-an.
Kendaraan ini bisa menampung hingga 10 orang atau lebih, plus barang bawaan seperti hasil panen petani.
Digunakan di desa-desa terpencil Filipina, terutama Mindanao, untuk medan jalan rusak, sempit, atau berlumpur yang sulit dilalui mobil.
Sering jadi transportasi murah bagi warga miskin, siswa, turis penasaran, meski dianggap berbahaya karena beban berlebih.
Meski ilegal secara nasional karena melanggar aturan lalu lintas, jarang ditilang di pedesaan tanpa polisi. Pengemudi menyeimbangkan beban sambil off-road, tapi risikonya tinggi seperti kecelakaan di jalan curam.
Modifikasi Skylab (atau habal-habal) pada sepeda motor biasanya dilakukan secara sederhana oleh tukang las lokal di Filipina, tanpa panduan resmi karena bersifat ilegal dan berisiko.
Proses ini mengubah motor biasa seperti Honda TMX atau Yamaha DT jadi kendaraan “bersayap” untuk muat banyak orang di medan sulit.
Tarif naik Skylab (habal-habal) di Filipina bervariasi tergantung jarak, lokasi pedesaan, dan jumlah penumpang, biasanya sangat murah untuk transportasi lokal.
Tarif
-
Per orang, jarak pendek (1-5 km di desa Mindanao atau Siquijor): ₱20-50 (Rp 5.500-13.500), sering nego untuk grup.
-
Pakyaw/harian (tur penuh 8 jam, termasuk guide): ₱1.000-1.500 (Rp 270.000-400.000) untuk motor standar, lebih mahal untuk Skylab overload.
-
Per penumpang tambahan: +₱10-20/orang, muat hingga 8-10 orang.
Harga naik di musim hujan atau medan ekstrem; turis bayar lebih (2x lipat). Bayar tunai peso Filipina, nego di tempat, ilegal di kota besar jadi jarang ada tarif tetap.
-
Sepeda motor 125-150cc dengan rangka kuat (misalnya Honda XRM).
-
Pipa besi atau baja diameter 1-2 inci (panjang 2-3 meter per sisi).
-
Papan kayu tebal 2-3 cm (panjang 2-3 meter, lebar 30-40 cm per sisi).
-
baut, mur, las listrik, cat anti karat, dan ban tambahan opsional.
Modifikasi
-
Persiapan Rangka: Lepas jok belakang dan fender jika perlu, lalu las tambahan bracket kuat di sisi kanan-kiri rangka belakang motor, sejajar dengan shockbreaker agar stabil.
-
Pasang Sayap Besi: Potong pipa besi jadi 2 batang panjang per sisi (satu atas, satu bawah), las secara diagonal membentuk “X” atau segitiga untuk kekuatan, sambungkan ke rangka utama dengan baut kuat.
-
Tambah Papan Kayu: Bor lubang di papan kayu, pasang ke rangka besi pakai baut dan mur anti goyang, beri lapisan kayu tambahan atau rantai pengaman di ujung untuk penumpang.
-
Penguatan Akhir: Las tambahan penyangga vertikal di tengah sayap, ganti shockbreaker lebih keras, pasang pegangan tangan besi, dan cat ulang. Uji coba kosong dulu di medan off-road.
Modifikasi ini murah (sekitar Rp 5-10 juta), tapi sangat berbahaya karena overload bisa sebabkan kecelakaan. Di Filipina, hanya tukang desa yang biasa buat tanpa desain engineer, hindari di Indonesia karena melanggar UU Lalu Lintas. **






