Penulis: Yoli Andi Purnomo | Editor: Yobie Hadiwijaya
KREDONEWS.COM, JAKARTA-Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengalami tiga letusan pada Minggu pagi (30/11/2025), hanya sehari setelah statusnya diturunkan dari Level IV (Awas) menjadi Level III (Waspada).
Letusan pertama terjadi pukul 05.09 WIB dengan tinggi kolom abu mencapai 500 meter, disusul letusan kedua pukul 05.30 WIB dengan tinggi kolom abu mencapai 700 meter, dan letusan ketiga pukul 06.30 WIB yang menyemburkan abu vulkanik setinggi 800 meter di atas puncak.
“Erupsi Gunung Semeru terjadi pada hari Minggu, 30 November 2025, pukul 06.30 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 800 m di atas puncak (± 4.476 m di atas permukaan laut),” ujar petugas pos pengamatan gunung api, Mukdas Sofian.
Kolom abu teramati berwarna putih hingga abu-abu dengan intensitas tebal mengarah ke barat daya, dengan erupsi yang terekam di seismograf memiliki amplitudo maksimum 22 mm.
Penurunan status Gunung Semeru dari Waspada menjadi Siaga dilakukan pada hari Sabtu (29/11/2025) pukul 09.00 WIB setelah Badan Geologi menilai aktivitas gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa ini didominasi oleh proses permukaan tanpa indikasi peningkatan pasokan magma baru dari kedalaman. Namun, aktivitas vulkanik tetap tinggi dengan tercatatnya 41 letusan pada hari Sabtu.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa data seismik dan deformasi tidak menunjukkan adanya intrusi baru atau peningkatan tekanan magmatik. “Parameter variasi kecepatan seismik mengalami penurunan menjelang peristiwa aliran piroklastik pada 19 November 2025 dan kemudian cenderung kembali stabil, menunjukkan bahwa sistem vulkanik berada dalam fase relaksasi,” ujarnya.
Masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan dalam radius 13 km dari puncak, dan tidak beraktivitas dalam radius 2,5 km dari puncak karena risiko lontaran batu pijar.
Di luar jarak tersebut, masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepian sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena potensi ekspansi aliran piroklastik dan aliran lahar.
Bupati Lumajang Indah Amperawati telah memperpanjang status tanggap darurat bencana erupsi Gunung Semeru selama tujuh hari, terhitung mulai 26 November hingga 2 Desember 2025. Kebijakan ini memastikan perlindungan maksimal bagi warga dan kelancaran penanganan dampak bencana di tengah ancaman utama awan panas dan potensi lahar dingin seiring meningkatnya intensitas curah hujan.****







