Penulis: Mulawarman | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, HALMAHERA- Gempa bumi magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah perairan 129 km tenggara Bitung, Sulawesi Utara, pada Kamis (2 April 2026) pukul 05:48 WIB juga dirasakan kuat di Halmahera Tengah, Maluku Utara, termasuk pelabuhan Kota Weda.
Diperoleh info dari BPBD bahwa di Maluku Utara, 30 rumah rusak di Ternate, Tidore, Halmahera Barat, Tengah, Timur, dan Selatan; RSUD Dr H Chasan Boesoirie Ternate rusak ringan. Kerusakan berat di Oera Bar dan Oaheraengah (Ternate), bangunan lain rusak ringan.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Geofisika Kelas II Ternata, Eriksana Yasa kepada wartawan mengatakan bahwa yang dirasakan masyarakat Maluku akibat getaran dari gempa Bitung bekerkuatan Magnetudi 7.6, bahkan dia menambahkan terjadi 15 kali gempar susuln
Ia menambhakan bahwa kewrusakan tidak terlalu signikan di wilayah Maluku Utara, Ternate, Tidore dan Halmahera, tetapi sampai saat ini belum mewndapatkan info secara riil.
Tsunami kecil (0,2-0,3 m) di Bitung dan Halmahera Barat; listrik terputus, barang berjatuh, kepanikan massal di Ternate dan Halmahera Tengah; 29+ gempa susulan hingga M5,5.
Pusat gempa berada di laut dengan kedalaman 62 km, memengaruhi Bitung secara langsung dan Halmahera Tengah melalui guncangan intensitas V-VI MMI, menyebabkan tiang listrik bergoyang serta motor terjatuh seperti dalam video amatir.
Peta seismik ini menunjukkan pusat gempa di wilayah Maluku dengan garis sesar merah, mengilustrasikan dampak ke Bitung dan Halmahera.
BMKG telah mengonfirmasi gempa magnitudo 7,6 di perairan 129 km tenggara Bitung yang mengguncang Halmahera Tengah pada Kamis (2/4/2026) pagi, dengan guncangan kuat hingga intensitas V-VI MMI di Pelabuhan Weda.
BMKG mencatat pusat gempa di kedalaman 62 km akibat subduksi megathrust Laut Maluku, memicu tsunami kecil (0,3 m di Halmahera Barat pukul 07:08 WITA) dan puluhan gempa susulan hingga M5,5; peringatan tsunami kini dicabut.
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda mengimbau warga tetap tenang dan waspada saat kembali beraktivitas, menyatakan kondisi sudah kondusif tanpa potensi tsunami lanjutan. **







