Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Efek Gempa 6.4 Megnetudo, Update Laporan 15 Bangunan Rusak di Pacitan

badge-check


					Banguna rumah warga di wilayah pacitan roboh,saat ini  tercatan 15 unit, Jumat 6 Februari 2026. Foto: kredoneww.scom/ bambang Tjuk Perbesar

Banguna rumah warga di wilayah pacitan roboh,saat ini tercatan 15 unit, Jumat 6 Februari 2026. Foto: kredoneww.scom/ bambang Tjuk

Penulis: Bambang Tjuk Winarno |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, PACITAN-  Wilayah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, diguncang gempa tektonik M 6,2 pada tengah malam, Jumat (06/02/2026) pukul 01.06, dan dimungkinkan akan menimbulkan, secara berkala, gempa susulan sebanyak 16 kali.

BPBD Pacitan mencatat 15 bangunan rusak, termasuk rumah warga dan sekolah seperti SMPN 4 Sembowo di Kecamatan Sudimoro.​ Teras rumah Sumarno di Kelurahan Ploso ambruk, tapi keluarga sempat evakuasi.​ Atap dapur Juminto di Ploso juga roboh.

Di Bantul, Yogyakarta, ada 13 titik kerusakan (8 rumah, 2 tempat ibadah, 2 fasilitas pendidikan, 1 fasilitas pemerintah, 1 fasilitas kesehatan) dengan 15 korban luka ringan hingga patah tulang.​

Kerugian materi di wilayah terdampak seperti Blitar dan Pacitan ditaksir hingga Rp 70 juta, tapi tidak ada korban jiwa.

Meski tidak mengarah munculnya bencana geologi, tsunami, namun sedikitnya terkoreksi terdapat 5 rumah warga dan sebuah gedung madrasah mengalami kerusakan.

Kerusakan bangunan terdampak gempa tersebar di sejumlah desa yang tersebar di tiga kecamatan, Kecamatan Pacitan, Pringkuku dan Arjosari. Sedangkan kerusakan menjangkau beberapa sisi bangunan rumah dan sekolahan, meliputi atap, plafon, dinding, teras dan bagian lainnya.

Para korban yang umumnya tengah beristirahat saat bencana tiba dan mengakibatkan tempat tinggalnya berantakan masing-masing, Agus, warga Lingkungan Gantung, Kelurahan/Kecamatan Pacitan, Marno, warga Lingkungan Kebon, Kelurahan Ploso, Kecamatan Pacitan, Juminto, warga Lingkungan Temon, Kelurahan Ploso, Kecamatan Pacitan.

Kemudian rumah milik Lilik, warga Desa Menadi, Kecamatan Pacitan, Suwito, warga Desa Taman Asri, Kecamatan Pringkuku dan sebuah gedung Madrasah Ibtidaiyah yang berada di Desa Weru, Kecamatan Arjosari. Kondisi bangunan terdampak pada umumnya memiliki tingkat kerusakan ringan hingga sedang.

Meski tempat tinggalnya mengalami kerusakan, menurut salah seorang relawan setempat, Didin, para penghuni tidak diungsikan petugas atau berinisiatif mengungsi.

“Sejauh ini tidak ada korban yang diungsikan atau mengungsi sendiri, Mas,” kata Didin kepada koresponden, Jumat (06/02/2026).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pacitan, Erwin Andriatmoko, S.STP., MM., menyebutkan bencana alam gempa bumi merupakan peristiwa alam yang hingga kini sulit diprediksi.

Guncangan gempa Pacitan saat ini, menurutnya, sangat terasa karena berada di dasar laut yang dangkal.

Dia merinci, pergerakan atau pergeseran lempengan bumi berada di laut dengan jarak 89 kilometer arah tenggara Kota Pacitan.

Sedangkan titik episentrumnya berada pada kedalaman 58 kilometer. Meski begitu, jelasnya, gempa itu tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

“Gempa bumi ini berada pada jarak 89 kilometer arah tenggara Kota Pacitan. Dengan kedalam 58 kilometer. Gempa itu sangat dangkal makanya guncangannya sangat bisa dirasakan. Dimungkinkan adanya gempa susulan sebanyak enam belas kali. Meski begitu peristiwa ini tidak menimbulkan tsunami,” terang Erwin Andriatmoko dalam video siaran pers.

Karena gempa merupakan bencana yang sulit diprediksi sebelumnya, pinta Erwin, para korban terdampak diminta segera berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Hal itu, sambungnya, guna mempercepat dan memperlancar penanganan para korban yang dilakukan para petugas.

Dia menghimbau, agar untuk sementara waktu masyarakat luas menjauh dan tidak melakukan aktivitas di pinggir pantai di seluruh area Pacitan.

Seluruh masyarakat, menurutnya, akan lebih baik meningkatkan kewaspadaan pribadi, keluarga dan warga sekitarnya guna meminimalisir kerugian.

Sementara, terkait itu, Koordinator Pos Basarnas Trenggalek, Bayu Prasetyo, mengaku sewaktu-waktu siap bergerak ke lokasi untuk melakukan pertolongan dan penyelamatan manakala diperlukan.

“Karena tidak ada korban jiwa, untuk sementara kami standby di pos, Mas. Tapi sewaktu-waktu kami siap bergerak kesana manakala diperlukan. Sementara penanganan dihandle BPBD setempat,” ujarnya.  **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menteri Yusril Minta Ombudsman Buka Semuanya, Izinkan Wartawan Masuk ke LP Cibinong

25 September 2026 - 13:11 WIB

Komisi C Soroti Proyek Revitalisasi 128 Gedung SD/ SMP Jombang dengan Anggaran Rp77,5 Miliar

25 September 2026 - 12:44 WIB

Menelisik Akar Terorisme (61): Nechayev Sang Teroris Muda Kharismatik

25 September 2026 - 11:52 WIB

Marathon KPK Geledah Kanwil ATR/ BPN Jatim, Malang dan Rumah Milik Lampri di Pace Nganjuk

25 September 2026 - 10:46 WIB

Kantor Digeledah, Istri Dirjen ATR/ BTN Krystianti Lampri Cuti Menghilang Secara Misterius

24 September 2026 - 23:50 WIB

PIHPS: Cabai Rawit Tembus Lebih dari Rp100 ribu Per Kilogram

24 September 2026 - 19:59 WIB

Pengusaha Kapal Akui Tak Semua Operator Berani Angkut Kendaraan Listrik

24 September 2026 - 19:48 WIB

Oknum Diknas Minta Jatah 10% dari Dana Revitalisasi 180 Gedung SD/ SMP di Bangkalan Rp38 Miliar

24 September 2026 - 16:56 WIB

Tim Ombudsman Sidak ke LP CIbinong: Temukan Bangunan Mirip Hotel dan Deretan Mobil Mewah!

24 September 2026 - 15:32 WIB

Trending di News