Penukis: Arief H. Soesatyo | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, JOMBANG– Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang menggelar kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat, hasilkan dari program Sedekah Sampah yang dikumpulkan selama tiga hari oleh donatur dan relawan.
Pembagian dilakukan pada Jumat (6/3), di tengah isu sampah yang kian menumpuk di wilayah ini.
Wilayah Jombang menghasilkan sekitar 250 ton sampah per hari, menurut data DLH setempat tahun 2025: 60% berasal dari rumah tangga dan 40% dari sektor perdagangan serta industri kecil.
Komposisi sampah didominasi plastik (35%), kertas dan kardus (25%), serta organik (30%), sementara sisanya seperti minyak jelantah dan logam.
Tantangan utama adalah rendahnya tingkat daur ulang hanya 15-20%, menyebabkan TPA Banjardowo—dengan luas 10 hektar—mencapai 80% kepenuhan.
Hal ini berpotensi memicu banjir sampah, pencemaran air tanah, dan emisi metana yang menyumbang 10% gas rumah kaca lokal.
Program Sedekah
Sampah mengajak warga menyumbang sampah bernilai ekonomis: botol plastik, kertas, kardus, minyak jelantah, hingga kaleng minuman.
Selama tiga hari (3-5 Maret), terkumpul 1,2 ton sampah yang dipilah dan ditimbang di Bank Sampah Induk Jombang (BSIJ).
Penjualan menghasilkan Rp763.940, ditambah donasi Rp5.245.000 dari 15 donatur perusahaan dan komunitas.
Total Rp6 juta tersebut diubah menjadi 800 paket takjil berisi kurma, air mineral, dan makanan ringan, dibagikan di mushola kantor DLH serta TPA Banjardowo.
Ratusan warga, termasuk buruh TPA dan pengunjung, turut menikmati.
Kepala DLH Jombang, Budi Santoso, menegaskan, “Ini bukan hanya kepedulian Ramadhan, tapi edukasi pengelolaan sampah. Sampah yang dikelola baik untuk kurangi beban TPA dan ciptakan nilai sosial-ekonomi.”
“DLH berharap program ini inspirasi gerakan lingkungan. Berbagi takjil dari sampah tunjukkan: langkah kecil bisa lahirkan keberkahan besar, ubah “sampah tak berguna” jadi manfaat nyata. **







